8 Kiat Mengelola Koperasi Baru

Kiat-kiat Mengelola Koperasi Baru

Delapan (8) kiat-langkah mengelola koperasi baru :

  1. Pemahaman perangkat hukum dan peraturan
  2. Menyusun aturan main organisasi (anggaran dasar)
  3. Sosialisasi aturan main kepada seluruh anggota
  4. Melengkapi sarana dan prasarana koperasi termasuk buku-buku organisasi
  5. Memfungsikan perangkat organisasi koperasi
  6. Mengelola dan mengorganisasikan sumber daya yang ada (manusia, uang, sumberdaya alam, fisik dll)
  7. Menjalankan dan menggerakan organisasi dan usaha koperasi
  8. Mengendalikan organisasi dan usaha koperasi

 

Langkah 1:

Pemahaman

Perangkat Hukum Dan Peraturan

Bagi pengurus dan pengawas baru yang telah diangkat oleh anggota sebaiknya sebelum melaksanakan tugas terlebih dahulu harus memahami UU Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian dan peraturan turunannya yang berlaku

Dokumen UU dan peraturan yang dimaksud dapat diperoleh di instansi yang membidangi koperasi di tingkat Kabupaten/Kota.

Tahap ini merupakan masa orientasi bagi pengurus dan pengawas untuk memahami jatidiri koperasi (devinisi, fungsi, dan peran, tujuan koperasi, perangkat organisasi, ruang lingkup usaha koperasi, permodalan koperasi, jenis koperasi, dsb)

Jika sudah dipahami, pengurus dan pengawas dianggap siap untuk menjalankan dan menggerakan organisasi koperasi.

 

Langkah 2:

Menyusun Aturan Main Organisasi

(Anggaran Dasar)

Meskipun dalam rapat pembukaan koperasi anggaran dasar harus sudah disusun oleh kelompok pemrakarsa, tapi pada kenyataan masih perlu disempurnakan untuk dilampirkan pada saat pengajuan akta pendirian.

Anggaran dasar adalah ketentuan-ketentuan pokok yang mengatur tentang tata laksana kehidupan organisasi koperasi.

Ketentuan pokok yang dimaksud mencakup:

  1. Daftar nama pendiri;
  2. Nama dan tempat kedudukan;
  3. Maksud & tujuan serta bidang usaha;
  4. Ketentuan mengenai keanggotaan;
  5. Ketentuan mengenai rapat anggota;
  6. Ketentuan mengenai pengelolan;
  7. Ketentuan mengenai permodalan;
  8. Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya;
  9. Ketentuan mengenai pembahgian hasil usaha;
  10. Ketentuan mengenai sanksi;

 

Langkah 3:

Sosialisasi Anggaran Dasar Kepada

Anggota Dan Karyawan Koperasi

Tujuanya adalah agar seluruh anggota termasuk juga karyawan mengetahui dan memahami bagaimana berorganisasi di koperasi yang baik dan benar.

Fokus sosialisasi kepada anggota adalah mengenai hak dan kewajiban anggota baik sebagai pemilik maupun pelanggan koperasi, mekanisme pengambilan keputusan di koperasi.

Gunakan metode sosialisasi yang menyenangkan sesuai dengan latar belakang sosio-kultural anggota.

 

Langkah 4:

Melengkapi Sarana Dan Prasarana Koperasi

Prasarana yang harus ada: kantor dengan papan nama koperasi yang jelas.

Sarana: meja, kursi, lemari, telepon, komputer dsb.

Buku-buku organisasi:

  1. Buku daftar anggota;
  2. Buku notulen rapat;
  3. Buku inventaris;
  4. Buku tamu;
  5. Buku sarana pejabat;
  6. Buku lain yang diperlukan.

Buku-buku organisasi diatas dapat diperoleh pada intansi yang membidangi koperasi di Kabupaten/Kota.

 

langkah 8:

Mengendalikan Organisasi Dan

Usaha Koperasi

Pengendalian Pasif

  1. Memonitor kegiatan;
  2. Mengevaluasi kegiatan;
  3. Mengawasi pelaksanaan;
  4. Buku tamu;
  5. Buku saran pejabat;
  6. Buku lain yang diperlukan.

 

Pengendalian aktif:

  1. Mencari factor penyebab terjadinya penyimpangan;
  2. Mencari solusi pemecahan agar penyimpangan dapat ditekan dan bila memungkinkan dicegah.

Pengendalian organisasi dan usaha koperasi menjadi tanggung jawab pengurus, sedangkan pengawas dititik beratkan pada pengawasan.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *