Temu Kemitraan, Cara Jitu Sleman Dorong Usaha Mikro Naik Kelas

Kegiatan Kerjasama Kemitraan yang dilaksanakan oleh Dinas Koeprasi dan UKM Kabupaten Sleman (DINKOP UKM SLEMAN)

DINKOP UKM SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Temu Kemitraan di Pringsewu Garden Resto Jalan Magelang km.9 Mulungan, Sleman pada 25 – 27 September 2018.

Kegiatan selama tiga hari tersebut dibagi berdasarkan kriteria jenis usaha yang meliputi angkatan pertama untuk jenis usaha makanan dan minuman dilaksanakan pada tanggal 25 September 2018, angkatan kedua untuk para pelaku usaha fashion dan craft dilaksanakan pada 26 September 2018 serta angkatan ketiga untuk pelaku usaha jasa dilaksanakan pada 27 September 2018.

Kepala Bidang Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Fahmi Khoiri menjelaskan bahwa kegiatan temu kemitraan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempertemukan para pelaku usaha mikro dengan para pelaku usaha yang sudah sukses. Dengan harapan selanjutnya bisa terjalin jejaring kemitraan yang baik antar sesama pelaku usaha yang masih kategori mikro dengan pelaku usaha yang sudah besar.

Tak hanya soal jaringan kemitraan, dirinya juga mengingatkan akan pentingnya kepemilikan ijin usaha sebagai bagian dari legalitas diri, serta berguna sebagai syarat untuk mengakses fasilitas baik dari pemerintah maupun permodalan lainnya. Semisal fasilitas pelatihan, pameran dan bantuan modal.

Kegiatan Kerjasama Kemitraan yang dilaksanakan oleh Dinas Koeprasi dan UKM Kabupaten Sleman (DINKOP UKM SLEMAN)

Apalagi prosedur pengurusan ijin ini terhitung sangat mudah. Para pelaku usaha kini hanya perlu mendaftar di Kecamatan dengan syarat mudah dan gratis. cukup membawa Fc KTP, kartu keluarga, pengantar dari desa dan mengisi formulir yang sudah disediakan di Kecamatan.

Agar mudah mendapatkan informasi, para pelaku usaha diharapkan pula untuk bergabung dalam wadah Forum Komunikasi UMKM yang sudah dibentuk di setiap kecamatan.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang sejumlah narasumber ternama yang sudah sukses menjalankan usahanya.

Meliputi Wiyadi, pemilik 16 usaha dari Sekolah Entrepreneur Makaryo, Andi dari Laundry Beach yang mengembangkan usahanya dari nol hingga sekarang sekarang bisa merambah se Indonesia dan memiliki lebih dari 400 cabang. Adapula narasumber dari CV Gendhis yang merupakan produsen tas ternama di Jogja dan K-Nezz yang merupakan exportir produk UMKM, serta dari pihak perbankan yakni BNI 46, BRI dan BPD.

Dalam paparannya, Wiyadi memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya para pelaku usaha dalam membaca peluang yang tersedia dan bagaimana caranya mendapatkan modal untuk memajukan usahanya. Masalah permodalan yang banyak dihadapi para pelaku usaha ini, menurut dia bisa diselesaikan dengan salah satunya memanfaatkan fasilitas kredit perbankan.

Sementara Andi dari Laundry Beach menitikberatkan pada strategi promosi. Menurut dia, kini kegiatan promosi bisa dilakukan melalui media sosial dengan cara yang sangat mudah. Namun ada trik yang dianggapnya sangat berhasil yakni promosi dengan mengunggah foto bersama orang-orang terkenal di akun sosial media.

Sedangkan CV. Gendis langsung memberikan tawaran kepada para pelaku usaha yang ingin bermitra.

Kegiatan ini tampaknya disambut antusias peserta. Lantaran ini menjadi wadah bagi mereka untuk mencuri ilmu dari para pakar dan dari mereka yang telah sukses. Mereka bisa berbagi pengalaman, mencari solusi atas berbagai masalah serta tentu saja mendapatkan tambahan wawasan.

Wajar saja jika kemudian para peserta berharap banyak agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan lagi di masa mendatang. (*)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *