Rincian Hasil Penilaian Kesehatan 145 Koperasi di Sleman

DINKOP UKM SLEMAN – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi merupakan lembaga koperasi yang melakukan kegiatan usaha penghimpunan dan penyaluran dana dari dan untuk anggota, calon anggota, koperasi lain, dan atau anggotanya. Lembaga ini perlu dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan memperhatikan kesehatan usaha simpan pinjam sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggota dan masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan KSP/USP Koperasi yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kesehatan, pada tahun 2018 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman melaksanakan penilaian kesehatan KSP/USP Koperasi.

Koperasi yang dinilai kesehatannya sebanyak 145 Koperasi yang terdiri dari 106 koperasi konvensional dan 39 koperasi syariah. Dari hasil penilaian kesehatan 145 koperasi tersebut, 21 koperasi dalam kategori sehat, 117 koperasi dalam kategori cukup sehat, dan 7 koperasi dalam kategori dalam pengawasan (kurang sehat).

Penyerahan sertifikat hasil penilaian kesehatan koperasi diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 27 Desember 2018 bertempat di Ruang Pangripta Bappeda Kabupaten Sleman.

Penyerahan secara simbolis kepada 3 perwakilan koperasi dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman Drs. Pustopo didampingi oleh Kepala Bidang Koperasi Ir. Teguh Budiyanta.

Pada kesempatan tersebut Pustopo menyampaikan bahwa penilaian kesehatan koperasi bersifat pembinaan sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja koperasi dan akuntabilitas pengurus dalam pengelolaan koperasi.

Bagi koperasi yang kinerjanya belum maksimal akan dilakukan pendampingan berupa bimbingan teknis penilaian kesehatan KSP/USP Koperasi. Dengan pendampingan tersebut diharapkan kinerja koperasi yang bersangkutan akan lebih meningkat tingkat kesehatannya.

Sementara itu, Teguh Budiyanta menyampaikan review tentang penilaian kesehatan usaha simpan pinjam koperasi. Penilaian meliputi 7 aspek yaitu aspek permodalan, aspek kualitas aktiva produktif, aspek manajemen, aspek efisiensi, aspek likuiditas, aspek kemandirian dan pertumbuhan, dan aspek jati diri koperasi. Khusus untuk koperasi syariah ditambah 1 aspek lagi yaitu aspek kepatuhan prinsip syariah.

Di samping itu disampaikan pula tentang strategi agar hasil penilaian kesehatan bisa masuk dalam kategori sehat. Aspek-aspek mana saja yang perlu ditingkatkan nilainya dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar aspek-aspek tersebut bisa meningkat nilai kesehatannya. Apabila ada koperasi yang memerlukan pendampingan untuk menilai tingkat kesehatannya, pengurus dapat berkonsultasi langsung ke Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman pada hari kerja. (*)

Post Author: admin

2 thoughts on “Rincian Hasil Penilaian Kesehatan 145 Koperasi di Sleman

    Jogja

    (July 6, 2019 - 9:07 am)

    Apakah daftar koperasi nya bisa diakses publik om admin?

      admin

      (July 8, 2019 - 3:27 pm)

      Data koperasi bisa diakses juga di nik.depkop.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *