Pengawasan Koperasi Akan Dilakukan Dengan Metode SAQ Online

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Sleman Pustopo menekankan penting dan perlunya pengawasan kinerja dan operasional koperasi oleh pemerintah, baik yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah. Meskipun dalam organisasi koperasi sudah ada fungsi pengawasan berupa pengawas yang dipilih anggota.

“Kami akan terus meningkatkan pelaksanaan pengawasan koperasi untuk terwujudnya koperasi yang sesuai dengan peraturan perundangan”, kata Pustopo dalam acara Workshop Pengawasan Koperasi yang dilaksanakan di Rich Hotel Jl. Magelang Mlati Sleman, Selasa (16/4).

Ia menambahkan, pengawasan koperasi itu di antaranya terkait dengan kepatuhan terhadap legalitas kelembagaan, usaha, keuangan, transaksi, organisasi, dan sebagainya.

“Untuk koperasi yang bergerak di sektor jasa keuangan seperti KSP/KSPPS atau koperasi yang memiliki unit simpan pinjam, diantaranya terkait penghimpunan dana anggota, hingga mengontrol penyaluran dana koperasi,” katanya dalam workshop yang dihadiri 70 koperasi yang ada di Kabupaten Sleman tersebut.

Pustopo menjelaskan, total koperasi di Sleman saat ini ada 495 unit koperasi dengan kewenangan sebesar 83% dari jumlah koperasi. Sedangkan sisanya merupakan kewenangan provinsi dan pusat untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan penilaian kesehatan sesuai dengan UU 23/2004 tentang Pemda.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah telah membentuk satuan tugas pengawasan koperasi, sehingga tiap tahun harus mengadakan pengawasan terhadap koperasi di Sleman.

Pengawasan itu bertujuan untuk membangun sebuah koperasi yang berkualitas.

Saat ini, diprioritaskan untuk peningkatan kualitas koperasi, dibandingkan kuantitas. Semakin banyak jumlah koperasi yang berkualitas, maka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Dari jumlah koperasi yang ada belum seluruhnya menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), terkait hal itu harus ada pengawasan koperasi sesuai aturan yang ada.

Dengan jumlah koperasi di atas 400 jelas akan dibutuhkan supervisi yang banyak. Sedangkan jumlah personil yang membidangi pengawasan tidak sebanding dengan jumlah koperasi yang ada.

Tahun ini akan dicoba pengawasan dengan sistem SAQ (self assesment question) secara online sehingga akan lebih memudahkan dalam melakukan supervisi kepada koperasi bila dibandingkan dengan cara konvensional.

Bila sistem pengawasan sudah kuat, maka ke depan koperasi di Sleman akan tumbuh sebagai lembaga keuangan yang biasa diterima dan bisa dipercaya oleh masyarakat. (*)

Galeri Kegiatan :

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *