Kisah Edy Menjadikan Teh Hijau Sebagai Salah Satu Souvenir Khas Sleman Yang Kekinian

SLEMAN – Menjadikan satu produk sebagai ikon baru yang bisa diterima oleh masyarakat luas bukanlah hal mudah. Riset dan analisis pasar, serta pengamatan terhadap gaya hidup dan kearifan lokal yang ada di masyarakat luas tentu sja mutlak diperlukan.

Seperti itulah yang dilakukan oleh Edy Santoso, pelaku usaha yang kreatif dan inovatif dari Pereng Dawe, Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman.

Edy melirik potensi pasar teh hijau, mengingat hampir semua lapisan masyarakat di Indonesia sangat menyukai jenis minuman ini. Selain itu, momen minum teh juga kerap kali menjadi jamuan di acara resmi dan keluarga.

Atas dasar itulah, pada bulan Juli 2018 dia memutuskan untuk mengolah teh hijau dan menjadikan produk ini sebagai new icon Jogja Istimewa.

Tak hanya nikmat, teh hijau juga sudah teruji secara klinis sebagai minuman yang bermanfaat bagi kesehatan.

Teh hijau yang dihasilkan oleh Edi ini memanfaatkan pucuk teh terpilih yang dihasilkan perkebunan teh di Cianjur dan Kulon Progo.

Sebagai upaya menjadikan produk ini agar lebih mudah dikenal, diingat, dan dikenang oleh masyarakat, maka teh ini diberi merk “Teh Siji”.

Adapun Siji berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Satu”.

Selain itu, Siji juga mengandung filosofi agar produk ini menjadi satu-satunya produk yang mengena di hati penikmatnya

Dalam hal packaging, Edy tak main-main. Ia menggunakan kemasan premium dengan bahan logam. Kemasan ini juga didesain dengan ornamen yang “njawani”.

Selain supaya produk ini lebih higienis, juga agar teh hijau ini bisa menjadi salah satu souvenir khas dari Jogjakarta yang bermerk khas Jawa dan berkelas. Menarik bukan?

Teh hijau “Siji” sudah dipasarkan ke masyarakat baik melalui media pemasaran off line maupun on line. Sehingga masyarakat di luar Kota Yogyakarta pun tak perlu repot jika ingin menikmati kebersamaan keluarga dan menjamu relasi dengan kemewahan teh “Siji”.

Tinggal klik, pesan, dan barang akan diantar ke rumah pelanggan.

Berapa harganya? Satu kaleng Teh Siji ini bisa Anda beli dengan harga Rp 40 ribu.

Banyak harapan dan mimpi yang ingin diraih oleh Edy Santoso selaku owner, dan untuk meraihnya diperlukan perjuangan dan juga peningkatan kapasitas dan kompetensi diri.

Karenanya, dia sangat senang bisa terpilih sebagi salah satu peserta Inkubator Kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dari bulan Agustus s/d November 2019.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan ilmu tentang manajemen keuangan dan pengelolaan usaha, strategi jitu memasarkan produk di era digital, inovasi produk berbasis kearifan lokal , dan yang lain.

Peserta juga mendapatkan pendampingan dan juga berkesempatan untuk melakukan Studi Orientasi atau Studi Tiru ke pelaku usaha mikro yang sudah sukses di daerah lain. (*)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *