Pelajar SMA Budi Utama Ikut Memproduksi Produk UKM di Sleman

SLEMAN – SMA Budi Utama yang terletak di jalan Wijaya Kusuma Sinduadi Mlati Sleman memiliki program reguler “live in kewurausahaan” untuk siswa kelas XI. Adapun untuk semester ini sebanyak 39 orang siswa mengikuti program Live In Kewirausahaan di wilayah Kecamatan Turi Sleman.

Siswa disebar ke beberapa UMKM yang ada di wilayah Turi antara lain di UKM kerajinan kulit, UKM Olahan Salak, UKM olahan susu, Peternakan, Jadah Tempe dan batik.

Felix Satrio Prihantoro, S.Pd.,M.Psi dari Sekolah Budi Utama menuturkan bahwa program Live in kewirausaahaan ini dipahami juga sebagai kegiatan “KEKEPAN” sebuah kata dalam bahasa jawa yg berarti memeluk erat. KEKEPAN juga merupakan akronim dari KEkuatan, KElemahan, Peluang dan ANcaman atau dikenal juga dgn S.W.O.T.

Saat tinggal bersama induk semang yang dalam hal ini adalah pelaku UMKM, siswa dituntut untuk bisa berinteraksi dan mengikuti pola hidup keluarga tersebut dan mendalami UMKM keluarga yg ditinggalinya. Kemudian melakukan analisis S.W.O.T dan memberikan laporan rekomendasi terhadap pengembangan usaha dari UMKM tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Richie dan Hosea yang sedang Live In di M.A.R.S Genuine Leather.

“Pada hari pertama mereka belajar mengenal alat alat / mesin yang dipakai untuk proses produksi, mencoba menggunakan mesin produksi (membantu karyawan mars untuk mengemboss kulit) Selain itu mereka kami ajak belanja ke supplier hardware, dan mengunjungi senior kami di bidang perkulitan. Untuk hari kedua mereka membantu membuat foto produk M.A.R.S ” tutur Heni owner M.A.R.S Genuine Leather.

Lain lagi yang dilakukan dengan Lala dan Dona.

“Kemarin siang bikin onde onde crispy dan sore bikin jadah tempe. Kegiatan pagi ini, tadi bangun bikin nasi goreng buat sarapan, kemudian ikut ke kandang kambing lihat cara merah susu kemudian ke kebon memetik timun kemudian pulang bikin dawet,” katanya.

Yu Sri, produsen jadah tempe dan dawet kelor mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif. Para siswa bisa terjun langsung mempraktikan ilmu dan mengenal bagaimana proses produksi produk UKM.

Beda lagi pengalaman Yudistira, Vincent dan Gustavo. Mereka mengaku sangat antusias mengikuti berbagai aktivitas mulai dari ikut proses produksi, memetik salak di kebun, membantu pekerjaan rumah, menanam, serta memperoleh informasi produk UKM.

“Mereka selalu banyak pertanyaan. Kemarin mereka bikin adonan terus nyelesain buat egg roll sampai tuntas sampai habis adonan nya,” tutur Saritry, owner Eco Egg Roll Salak.

Kegiatan live in ini merupakan rangkaian kegiatan dalam integrated learning project (ILP) di mana anak-anak akan menggunakan pengalaman fieldtripnya untuk membuat proyek-proyek. Baik itu proyek kewirausahaan ataupun riset ilmiah, yang nantinya akan berproses hingga ILP exhibition.

Felix berharap semoga banyak hal yang dapat diperoleh dari program ini, selain siswa mampu melakukan analisa SWOT, siswa diharapkan juga mampu meningkatkan soft skill nya.

Sementara bagi UMKM, diharapkan juga mampu berkontribusi memberikan gambaran mengenai dunia wirausaha kepada para siswa. Siapa tahu salah satu peserta Live In suatu saat benar-benar mampu menciptakan alat. (*)

Galeri Kegiatan :

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *