Dinkop UKM Sleman Gelar Bimtek Penilaian Kesehatan Koperasi

SLEMAN – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Bimtek Penilaian Kesehatan Koperasi di Restoran Taman Pringsewu, Selasa (5 November 2019).

Pada kesempatan itu, Siti Mustholihah selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi/pemahaman tentang tata cara penilaian kesehatan koperasi.

Peserta yang ikut pada kegiatan ini sebanyak 30 orang, terdiri atas PNS dari instansi pembina (Dinkop UKM DIY dan Dinkop UKM Sleman), PPKL, Petugas Pendamping DAK, manajer KSP/KSPPS, dan pengurus koperasi.

Sementara itu, Teguh Budiyanta, Kepala Bidang Koperasi, menambahkan bahwa dengan persepsi dan pemahaman yang sama maka hasil penilaian kesehatan koperasi tidak akan berbeda meskipun petugas penilainya berbeda-beda. Pengurus koperasi juga bisa melakukan penilaian sendiri atas kinerja keuangan koperasinya sehingga dapat mengetahui kondisi kesehatan koperasinya serta menentukan strategi/langkah yang harus dilakukan koperasi untuk mempertahankan dan/atau memperbaiki kinerjanya.

Materi kegiatan bimtek kali ini adalah Peraturan Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KSP/USP Koperasi dan Peraturan Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KSPPS/USPPS Koperasi dengan narasumber Ir. Teguh Budiyanta dan Siti Mustholihah, S.E., M.M.

Penilaian kesehatan usaha simpan pinjam koperasi merupakan penilaian untuk mengukur tingkat kesehatan KSP dan USP koperasi baik konvensional maupun syariah.

Ruang lingkup penilaian kesehatan usaha simpan pinjam meliputi aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, jatidiri koperasi, dan aspek prinsip syariah (bagi KSPPS/USPPS koperasi).

Hasil penilaian kesehatan usaha simpan pinjam koperasi diklasifikasikan dalam 4 kategori, yaitu Sehat (jika hasil penilaian diperoleh total skor 80,00 ≤ x <100), Cukup Sehat (jika hasil penilaian diperoleh total skor 66,00 ≤ x < 80,00, Dalam Pengawasan (jika hasil penilaian diperoleh total skor 51,00 ≤ x < 66,00), dan Dalam Pengawasan Khusus (jika hasil penilaian diperoleh total skor 0 ≤ x < 51,00). (*)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *