Menteri Teten Cicipi Keju Susu Sapi Peternak Lereng Merapi

Menteri Teten saat mencicipi Mazaraat Artisan Cheese

SLEMAN – Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 5-6 Agustus 2020. Dalam rangkaian acaranya, Menteri Teten meninjau Koperasi Semesta yang berada di Desa Umbulharjo. Serta meresmikan produksi perdana keju alami Mazaraat Artisan Cheese di Desa Wukirsari. Kedua sentra produksi ini berada di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Adapun dalam kunjungan tersebut, Menteri Tetan didampingi oleh pada staf khusus dan deputi kementrian, Direktur LPDB KUMKM, Bupati Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Sleman serta Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM.

Rombongan menyaksikan secara langsung proses produksi keju. Serta meninjau pemasok utama bahan baku keju yakni yang berasal dari para peternak yang tergabung dalam Koperasi “Semesta”.

Dalam keterangannya, Menteri Teten memberikan apresiasi dan mengakui keunggulan produk keju Mazaraat. Bahkan ia menyebutkan bahwa keju ini sudah berstandar dunia setelah ia sendiri mencicipinya.

Namun Menteri Teten, menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap rantai pasokan bahan baku pembuatan keju ini. Serta pengelolaan yang lebih optimal demi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

Apalagi, kebutuhan keju di dalam negeri sangat tinggi.

“Pasarnya terbuka luas, terutama di kelas menengah yang saat ini tumbuh,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap agar peternakan sapi di lereng merapi ini bisa dikelola secara lebih profesional lagi. Harapannya agar produk susu hasil peternakan tersebut bisa lebih berkualitas lagi.

Dirinya yakin jika para petani tradisional dan konvensional ini sudah mengaplikasikan manajerial secara profesional maka nantinya akan menghasilkan produk yang jauh lebih maksimal lagi.

Terlebih, ke dapan diharapkan agar produk keju di Sleman ini bisa mencukupi kebutuhan keju tak hanya di tingkat lokal, namun juga untuk memenuhi kebutuhan keju di tingkat nasional.

Sri Purnomo memastikan bahwa pemerintah akan memberikan pendampingan dan pembinaan lebih intens untuk mendukung ke arah peningkatan produksi dan pengembangan usaha.

Salah satunya dengan menggunakan sejumlah dana bantuan baik itu dari kementerian maupun yang disalurakan lewat LPDB.

Sebagai informasi, di Sleman sendiri saat ini terdapat 4200 ekor sapi perah. Dari jumlah tersebut, 2226 ekor sapi perah di antaranya termasuk produktif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Pustopo merinci produksi susu sapi ini dikelola di 4 koperasi. Meliputi Koperasi Warga Mulya, Koperasi Sarono Makmur, Koperasi UPP Kaliurang serta Koperasi Semesta.

Keempatnya memiliki total aset hingga Rp 40.6 miliar dan total omset hingga Rp 40,5 miliar.

Secara keseluruhan, ada 1,173 orang yang terlibat sebagai anggota koperasi tersebut.

“Rata-rata produksi susu per ekor mencapai 10 sampai dengan 11 liter per hari,” katanya.

Dengan jumlah total produksi dari keempat koperasi mencapai 23,373 liter per hari. (*)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *