Kustini Sri Purnomo Berharap Dinkop UKM Sleman Jadi Salah Satu Motor Penggerak Perekonomian

SLEMAN – Bupati Sleman Dra H Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE berkunjung ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman pada Selasa (9/3/2021) kemarin. Kunjungan itu merupakan agenda dalam rangka mengenal lebih dekat dengan para aparatur sipil negara yang berada di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Sleman. Selain itu dirinya juga mengajak untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi nya yaitu “Terwujudnya masyarakat sleman yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong”.

Dalam paparannya, Kustini menjelaskan bahwa visi misi tersebut dapat terwujud melalui beberapa langkah strategis, meliputi ;

  1. Membangun sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung terwujudnya Kabupaten cerdas.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
  3. Membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan.
  4. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
  5. Meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai macam ancaman dan bencana.
  6. Menguatkan budaya masyarakat yang saling menghargai dan jiwa gotong royong.

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga menyampaikan harapannya kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah sebagai salah satu motor penggerak perekonomian khususnya di daerah sleman. Langkah yang harus ditempuh yakni dengan terus berinovasi, serta menjalin kerjasama dengan dinas-dinas terkait dalam membina dan mendampingi UMKM meskipun dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Hal yang sama disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Dirinya berharap agar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman untuk terus memberdayakan koperasi dan UMKM untuk mengatasi perekonomian masyarakat. Selain itu juga mengharapkan Dinas Koperasi UKM untuk meningkatkan pretasi dan inovasi lebih dari yang telah dicapai selama ini.

 

Hal itu dipandang sangat penting mengingat pandemi covid-19 sekarang ini telah menghantam sejumlah sektor perekonomian masyarakat, salah satunya UMKM. Sehingga menurut dia, kegiatan ekonomi berbasis rumah tangga menjadi solusi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk menjamin kelangsungan kehidupannya.

Adapun Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Pustopo dalam laporannya menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan sejumlah inovasi semisal modifikasi pelayanan konsultasi, pendampingan, serta pameran melalui daring (Online) dan luring (Offline).

Sebagai informasi, tambahnya, saat ini ada 68.382 pelaku usaha mikro dan kecil serta 407 koperasi di Kabupaten Sleman. Berdasarkan input data terbaru pada oktober 2020 tercatat volume omset masing-masing adalah 4,2 triliun dari UMKM dan 1,3 triliun dari koperasi. Dari jumlah itu, sebagian besar ditemukan permasalahan utama yakni terkait modal usaha. Sehingga diperlukan program lainnya dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut. (*)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *