DPC HIPPI Sleman Kerjasama dengan Dinkop UKM Sleman Gelar Coaching Program

SLEMAN – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sleman bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Sleman menyelenggarakan Coaching Program berupa pembuatan legalitas usaha yakni Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sleman, pada Jum’at (26/3/2021). Adapun materi tersebut disampaikan oleh Konsultan Kelembagaan PLUT Sleman Edy Santoso, S,Sn.

Kepala Bidang Pelatihan dan Pendidikan DPC HIPPI Sleman Rezki Wulan Ramadhanty, SE, M.Sc, menjelaskan bahwa kerjasama dalam kegiatan coaching program ini merupakan kali pertama dilakukan. Namun demikian, acara ini berhasil menarik antusiasme para peserta. Terbukti kuota 20 orang peserta pun terpenuhi.

“Karena keterbatasan ruangan peserta kami batasi hanya 20 orang. Rencananya akan kami selenggarakan batch selanjutnya dengan tema yang berbeda dan bisa juga tema yang tentang pembuatan legalitas usaha juga tetap dimasukkan,’’kata Eki di sela-sela acara coaching program.

Dirinya berharap agarnya nantinya para peserta bisa bergabung di PLUT dan HIPPI Sleman  sehingga bisa sama-sama naik kelas. Untuk mencapai tujuan itu, maka harus diawali dari legalitas sehingga bisa mengakses perijinan lainnya dan berbagai kegiatan yang terkait dengan UMKM.

Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Sleman Sri Wahyuni Budiningsih mengatakan Dinas Koperasi dan UKM Sleman sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Karena kolaborasi HIPPI Sleman dengan Dinas Koperasi dan UKM Sleman merupakan bentuk kepedulian untuk mewujudkan misi bersama yaitu menuju UKM sembada bermuatan lokal tetapi berdaya saing global.

“Sesuai dengan peraturan bupati No.16 Pasal 2 Tahun 2016 semua pelaku usaha di Kabupaten Sleman harus mendaftarkan usahanya. Dulu harus lewat kecamatan, sedangkan sekarang dipermudah dan tidak usah harus keluar rumah, melainkan bisa melalui One Single Submission (OSS) yakni cukup pegang android,”tuturnya.

Jika sudah terdaftar di aplikasi Satu Data UMKM, maka para pelaku usaha ini bisa mendapatkan fasilitas semisal pelatihan, penguatan modal dan lain-lain.

“PLUT ini ibarat rumah sakitnya pelaku usaha dan di PLUT Sleman ada lima konsultan yang siap melayani para pelaku usaha di Sleman,”tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Konsultan Kelembagaan PLUT Sleman Edy Santoso, S.Sn.

Ia menjabarkan, sebelum tahun 2018, prosedur pengurusan legalitas bisa memakan waktu sampai 3 hari. Yakni mulai dari pengurusan dokumen dari RT RW, desa hingga kecamatan. Sementara saat ini, maksimal 30 menit sudah selesai.

Manfaat legalitas usaha ini antara lain, mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha, mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha seperti akses fasilitas sertifikasi halal, HAKI (merek dan logo), fasilitas penyuluhan keamanan pangan dan lain-lain. Selain itu, para pelaku usaha yang sudah terdaftar juga bisa mendapatkan kemudahan dalam pemberdayaan serta pendampingan untuk meningkatkan performa usaha.

“Kami mensupport kegiatan ini. Karena dengan kolaborasi akan lebih membangkitkan perekonomian di Kabupaten Sleman,”kata Edy yang juga sebagai pemilik usaha Teh Siji ini.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman Drs Pustopo. Pada kesempatan penutupan kegiatan acara, Pustopo menjabarkan berbagai manfaat yang bisa diperoleh para pelaku usaha. Dirinya juga berharap agar semakin banyak UMKM di Sleman yang mempunyai legalitas setidaknya memiliki IUMK dan NIB. (*)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *