KONSULTASI PLUT : Mengenal Beragam Izin Usaha Kuliner

Peluang bisnis kuliner adalah salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah redup kemilaunya. Bila Anda juga berpikir bahwa bisnis kuliner menjanjikan dan ingin mencobanya ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan, salah satunya adalah urusan izin usaha kuliner, mulai dari izin legalitas usaha, izin edar, izin kehalalan dan lain sebagainya.

Selama manusia masih membutuhkan pangan, apapun jenis makanan yang Anda tawarkan pasti laku dipasaran. Tapi dengan catatan apa yang Anda tawarkan memberikan sesuatu yang berbeda dan bermanfaat bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, bidang usaha kuliner terus diminati oleh pelaku usaha. Tak sedikit juga orang yang meremehkan usaha kuliner, kata mereka usaha ini hanya bisa menghasilkan profit yang tidak seberapa dibandingkan kerja menjadi karyawan yang sudah pasti mendapatkan penghasilan tetap tiap bulan.
Pandangan tersebut wajar saja, tapi jika bisnis kuliner ini digeluti dengan serius dan konsisten pasti hasil yang bisa kita dapatkan juga akan maksimal.

Maka dari itu, Anda membutuhkan banyak persiapan salah satunya izin usaha kuliner. Berikut beberapa izin penting yang perlu Anda urus demi melancarkan usaha Anda.

1. NIB

Untuk mendapatkan NIB, kamu bisa melakukannya dengan mendaftar pada laman OSS. Setelah log-in pada sistem OSS pelaku usaha akan diminta mengisi data yang diperlukan.Saat melakukan pendaftaran, pelaku usaha perseorangan mengisi data paling sedikit: NIK, Tanggal Lahir, No HP, Alamat Email.

2. PIRT

Bila ingin membuat produk makanan home industri Anda perlu memiliki izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan setempat. Ini merupakan izin yang diperlukan bagi Anda yang menyajikan produk makanan dan minuman yang bisa tahan lama di atas 7 hari. Persyaratan dokumen yang diperlukan untuk mengurus surat izin ini, antara lain KTP, pas foto 3×4 / 4×6 sebanyak dua lembar, denah lokasi, NIB, contoh draft label/kemasan, sampel pangan.

3. Izin BPOM

Izin BPOM adalah surat izin yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan guna melindungi masyarakat terhadap bahaya konsumsi suatu produk yang dikemas. Hal ini sangat wajib dilakukan selain bisa mengetahui amankah produk Anda untuk dikonsumsi, dengan pemberian lebel dari BPOM dapat meningkatkan kepercayaan konsumen Anda. Untuk melakukan pendaftaran produk makanan tersebut bisa dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor Badan POM atau registrasi di website BPOM.

4. Mengurus Sertifikasi Halal

Label halal cukup penting dalam industri makanan dan minuman, apa lagi untuk negara yang mayoritas adalah beragama muslim, seperti Indonesia. Izin ini bisa diurus oleh pelaku usaha di kantor Majelis Ulama Indonesia. Namun untuk tahun 2019 sertifikasi ini diterbitkan oleh Kemenag (Kementrian Agama), melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dengan mengunjungi situs Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI
(LPPOM MUI) di www.e-lppommui.org untuk melakukan pendaftaran online.

Dengan jaminan produk halal tersebut maka akan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk. Selain itu, jaminan produk halal akan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi atau menjual produk mereka.

Bahasan tersebut akan menjadi tema program Konsultasi PLUT ‘Warung Sebelah’ yang disiarkan melalui TRIJAYA FM pada Kamis, 8 Juli 2021 mulai pukul 10.00 WIB. Anda bisa mengajukan pertanyaan melalui nomor WhatsApp 081998009700

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *