Konsultasi PLUT : Memahami Syarat Sahnya Perjanjian Kredit

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga/margin.

Sebelum membuat perjanjian dalam transaksi kredit atau pembiayaan, UMKM perlu memahami syarat sah perjanjian, agar perjanjian tersebut dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh para pihak. Sebagai pemilik bisnis, perlu memerhatikan isi perjanjian dengan detail. Karena, jika mengabaikan bahkan tidak membacanya secara lengkap, kemungkinan terjadi sengketa di kemudian hari menjadi lebih besar.

SYARAT SAH PERJANJIAN KREDIT

1. Adanya kesepakatan kedua belah pihak.
2. Kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum.
3. Adanya Obyek.
4. Adanya kausa yang halal.

Akibat Hukum jika Melanggar Syarat Sah Perjanjian

Tidak dipenuhinya syarat sah perjanjian akan berujung pada pembatalan perjanjian.

1. Perjanjian yang telah dibuat dapat dibatalkan atau voidable. Artinya, salah satu pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan permohonan pembatalan kepada hakim. Namun, perjanjian tersebut tetap mengikat para
pihak sampai adanya keputusan dari hakim mengenai pembatalan tersebut.
2. Perjanjian tersebut akan dianggap batal demi hukum atau null and void. Artinya, perjanjian ini dianggap tidak
pernah ada sehingga tidak akan mengikat para pihak.

Simak pembahasan selengkapnya di program ‘Warung Sebelah’ yang disiarkan melalui TRIJAYA FM pada Kamis 5 Agustus 2021 mulai pukul 10.00 WIB. Akan hadir sebagai narasumber yakni konsultan PLUT Sleman, Achmad Bintar.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *