KONSULTASI PLUT : Mengenal Berbagai Metode Pengeringan Makanan

Penerapan teknologi pangan sederhana telah dimulai sejak masa primitif, di mana masyarakat hidup berpindah-pindah dan menetap pada suatu tempat dalam periode tertentu.

Pada saat menetap, mereka membuat rumah. Bertani dan berburu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Hasil panen ada yang disimpan dan untuk keperluan benih. Jika tempat yang ditinggali sudah tidak subur, maka mereka berpindah mencari tempat yang subur dengan membawa simpanan pangan dan benih untuk disemaikan di tempat baru. Begitu seterusnya.

Pada akhirnya manusia mulai hidup menetap pada suatu tempat. Mulai menyimpan hasil pertaniannya di lumbung-lumbung seperti padi dan gandum. Tetapi tidak demikian dengan bahan pangan hewani, sayur, dan buah, sangat mudah rusak dan tidak tahan lama terutama pada musim panas.

Kemudian akhirnya mereka memanfaatkan panas matahari untuk melakukan pengeringan terhadap bahan pangan terutama daging dan ikan agar dapat disimpan untuk persediaan makanan saat musim paceklik.

Metode pengeringan disebut sebagai salah satu metode pengawetan pangan paling tua (primitif) karena sampai saat ini masih dilakukan, tetapi sekarang ini disertai atau di kombinasi dengan pengolahan pengawetan lainnya seperti penggaraman pada ikan asin, penggulaan pada manisan buah kering, dan lain sebagainya.

Terkait hal itu, apa saja metode pengeringan makanan yang bisa diaplikasikan pada masa sekarang?

Simak penjelasannya lewat program ‘Warung Sebelah’ yang disiarkan langsung melalui Trijaya FM pada Kamis, 11 November 2021 mulai pukul 10.00 WIB. Acara ini akan dipandu oleh Konsultan PLUT, Masreza Parahadi. Anda juga bisa ikut serta berdiskusi atau bertanya melalui nomor WhatsApp 081998009700.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.