Catat, Ini 9 Tahapan untuk Memperoleh Dana Penguatan Modal Koperasi

Bimtek DPM Koperasi
Keterangan Foto : Acara Bimtek Dana Penguatan Modal bagi koperasi di Sleman pada Februari 2022 di Puri Mataram Resto

SLEMAN – Kabupaten Sleman terus mendorong upaya modernisasi koperasi dengan berbagai program pendampingan, penyuluhan serta berbagai bantuan yang diarahkan untuk pengembangan usaha koperasi. Hal ini sejalan dengan agenda Kementerian Koperasi dan UKM yang menargetkan terbentuknya 500 koperasi modern pada tahun 2024 mendatang.

Modernisasi koperasi itu dinilai sebagai langkah tepat dalam menghadapi tantangan-tantangan baru di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi. Sehingga nantinya koperasi tidak hanya tangguh, namun juga mampu bersaing dan beradaptasi di era Revolusi Industri 4.0.

Setidaknya ada empat tahapan untuk mencapai target tersebut. Yakni, meliputi fase permodelan yang digelar tahun 2021, fase replikasi pada tahun 2022, fase masifikasi pada tahun 2023, dan pemantapan serta pengembangan lanjutan pada tahun 2024.

Upaya dalam mewujudkan koperasi modern ini salah satunya dilakukan melalui program Dana Penguatan Modal (DPM). Di Sleman, hal ini tertuang dalam Perda Kabupaten Sleman No 09 Tahun 2009 serta Peraturan Bupati Sleman No 54 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Dana Penguatan Modal.

Melalui payung hukum tersebut, maka gerakan-gerakan koperasi utamanya yang ada di Kabupaten Sleman berkesempatan mendapatkan modal tambahan yang jumlahnya pun tidak sedikit.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Irawati Palupi Dewi saat acara Bimtek Dana Penguatan Modal di Puri Mataram Resto belum lama ini mengatakan bahwa di tahun 2022 ini rencananya akan dialokasikan pencarian dana dengan total nilai Rp 5 miliar.

Sementara itu pada tahun 2021 lalu, ada 14 koperasi yang mendapatkan Dana Penguatan Modal dengan total nilai mencapai Rp 6,5 miliar. Kemudian pada tahun 2022, ada 14 koperasi penerima Dana Penguatan Modal dengan total nilai Rp 6,35 miliar serta pada tahun 2019 sebanyak 16 koperasi menerima Dana Penguatan Modal senilai total Rp 6,6 miliar.

Lantas bagaimana caranya mendapatkan Dana Penguatan Modal Koperasi ini?

“Ada syarat, kriteria umum, dan kriteria khusus yang harus dipenuhi,” kata Irawati, dalam Bimtek yang dihadiri perwakilan 23 gerakan koperasi di Sleman tersebut.

Pertama, koperasi yang mengajukan proposal Dana Penguatan Modal (DPM) tidak sedang menerima pinjaman dana penguatan modal. Mereka juga harus mempunyai perencanaan pemanfaatan dana penguatan modal.

Kedua, sebagai kriteria khusus yakni koperasi penerima dana penguatan modal merupakan koperasi yang berbadan hukum Kabupaten Sleman, kecuali koperasi fungsional yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan paling sedikit 2 (dua) kali berturut-turut.

Berikut persyaratan pengajuan Dana Penguatan Modal

  1. Surat permohonan dan proposal dapat diunduh di website dinkopukm.slemankab.go.id
  2. Susunan pengurus dan pengawas yang sudah disahkan
  3. SK pengesahan badan hukum koperasi berserta izin usaha
  4. Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK)
  5. Fotocopy KTP pengurus dan pengawas
  6. Neraca dan perhitungan hasil usaha/rugi laba 2 tahun terakhir
  7. Jaminan/agunan/avalis
  8. Surat perkiraan harga tanah dari pemerintah desa/lembaga yang berwenang
  9. Surat pernyataan kerelaan jaminan (bermaterai)
  10. Surat pernyataan tidak sedang mengelola dana APBD (bermaterai)
  11. Surat pernyataan kesanggupan membayar (bermaterai)
  12. Berita acara RAT dan daftar hadir 2 tahun terakhir
  13. Sertifikat dan laporan hasils pemeriksaan kesehatan koperasi
  14. Fotocopy rekening BPD DIY (konvensional) atas nama koperasi
  15. Denah lokasi
  16. NPWP koperasi

Apa saja tahapan pengajuan DPM hingga pencairan?

  1. Mengajukan proposal permohonan DPM dan kelengkapan persyaratan
  2. Berkas permohonan DPM diterima petugas
  3. Dilakukan penelitian dan verfifikasi administratif terhadap persyaratan yang diajukan
  4. Dilakukan verifikasi lapangan ke koperasi yang bersangkutan
  5. Tim Pengeolaan penguatan modal melakukan rapat dan verifikasi data kelayakan pemberian DPM
  6. Keputusan disetujui atau ditolak permohonan DPM oleh koperasi
  7. Terkait permohonan ditolak, akan dikirimkansurat pemberitahuan kepada koperasi
  8. Terkait permohonan disetujui, koperasi akan menandatangani perjanjian di UPTD Pengelolaan Dana Penguatan Modal kabupaten Sleman
  9. Dana akan ditransfer ke rekening koperasi melalui Bank BPD DIY

Irawati juga menjabarkan terkait adanya perubahan kertas kerja dalam persyaratan DPM, yaitu berupa lampiran sertifikat dan laporan hasil pemeriksaan kesehatan koperasi. Menurut dia, mulai tahun 2022 ini kertas kerja yang digunakan untuk penilaian kesehatan koperasi adalah Kertas Kerja Penilaian Kesehatan Koperasi (KKPKK). Dengan KKPKK penilaian kesehatan koperasi tidak hanya dilakukan di KSP/KSPPS dan USP/USPPS saja, tapi bisa juga untuk menilai kesehatan koperasi selain Simpan Pinjam.

“Menariknya, ada penghargaan juga. Yakni bagi penerima dana penguatan modal yang melakukan pembayaran tepat waktu diberikan penghargaan dalam bentuk prioritas memperoleh dana penguatan modal untuk periode berikutnya,” katanya. (ira)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.