Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: admin

Fasilitas Lengkap PLUT Sleman Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Praktik Langsung

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pendekatan yang lebih aplikatif. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis Sleman Mart Angkatan 2 yang ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Koperasi & UKM pada Kamis, 16 April 2026, di PLUT Unit 2 Sendangagung, Minggir.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas akses pemasaran melalui program Sleman Mart.

Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara teoritis, pelatihan ini juga menekankan praktik langsung dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di PLUT Sleman. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mengoperasikan layanan Sleman Mart, mulai dari proses input produk, pengelolaan etalase digital, hingga simulasi transaksi.

Selain itu, peserta juga dibekali praktik fotografi produk guna meningkatkan kualitas tampilan visual produk yang dipasarkan. Dengan memanfaatkan fasilitas studio yang ada di PLUT, pelaku UMKM dilatih mengambil gambar produk yang menarik dan sesuai standar pemasaran digital.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dalam peninjauannya menegaskan bahwa pendekatan praktik menjadi kunci agar pelaku UMKM lebih cepat memahami dan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

“Melalui Bimtek ini, kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak pelaku UMKM untuk langsung praktik menggunakan fasilitas yang ada di PLUT. Harapannya, setelah kegiatan ini, mereka bisa lebih siap dalam mengembangkan usahanya dan masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas PLUT yang representatif, peserta dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan aplikatif. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara profesional.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga tangguh dalam praktik di lapangan.

Pengelolaan Keuangan Jadi Kunci, Pelaku UMKM di Pakem Diberi Pembekalan melalui Bimtek

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis Manajemen Keuangan dan Akses Permodalan Usaha (POKIR) Kapanewon Pakem Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan usulan Anggota DPRD Sleman H. Surana, S.E. ini berlangsung di HeHa Forest pada Senin (13/4/2026) dan diikuti oleh 20 peserta pelaku usaha.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., didampingi Ketua Tim Kerja Fasilitator Layanan Pembiayaan, Werdiningsih, S.E.T. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan usaha serta memperluas pemahaman terkait akses permodalan.

Dalam sambutannya, Sutiasih menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan sebagai fondasi utama usaha sebelum memutuskan untuk mengakses permodalan. Menurutnya, pelaku usaha perlu mengedepankan penguatan internal usaha terlebih dahulu.

“Modal bukanlah yang utama, tetapi bagaimana Bapak Ibu mengelola usaha dengan baik, disiplin dalam administrasi keuangan, serta memiliki komitmen yang kuat. Jika usaha sudah berjalan baik dan ada kemampuan untuk mengangsur, barulah akses permodalan dapat dimanfaatkan secara bijak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pinjaman memiliki konsekuensi yang harus dipenuhi secara bertanggung jawab, termasuk menjaga rekam jejak kredit agar tetap baik. Dengan demikian, pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan di masa mendatang.

Selain itu, Sutiasih mendorong peserta untuk memanfaatkan potensi lokal Kapanewon Pakem yang kaya akan sumber daya alam, seperti air dan lahan subur, sebagai peluang pengembangan usaha di sektor pertanian, perikanan, maupun pariwisata.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di wilayah Pakem dapat meningkatkan kapasitas manajerial usahanya, khususnya dalam pengelolaan keuangan, sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan dan lebih mudah mengakses sumber permodalan yang tersedia.

Digital atau Tertinggal! Koperasi Sleman Diberi ‘Amunisi’ Marketing Modern

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimtek Pengembangan Usaha Koperasi bertema “Digital Marketing Koperasi Sektor Riil” di Prima SR Hotel & Convention, Kamis (8/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan koperasi sektor riil di Kabupaten Sleman.

Bimtek secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., didampingi Kepala Bidang Koperasi Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E., serta Ketua Tim Kerja Pembinaan Usaha Koperasi Supiyati, S.E.

Dalam sambutannya, Sutiasih menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi pengembangan usaha koperasi di tengah perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa digital marketing, seperti pemanfaatan media sosial dan platform digital, terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

“Pemanfaatan teknologi informasi seperti Google Business dan media sosial sangat membantu dalam mempromosikan usaha. Saat ini masyarakat lebih mudah mencari informasi melalui internet, sehingga koperasi harus mampu beradaptasi dan aktif dalam platform digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutiasih mengingatkan bahwa koperasi sebagai lembaga berbasis anggota memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengelolaannya. Ia menegaskan bahwa pengurus koperasi harus menjalankan amanah dengan baik, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan tata kelola, administrasi, dan akuntabilitas kepada anggota.

“Koperasi bukan milik pribadi, melainkan milik bersama para anggota. Oleh karena itu, pengelolaan harus dilakukan secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Sutiasih juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan Bimtek ini secara optimal. Ia berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan selama dua hari penuh dengan fokus, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diimplementasikan dalam pengembangan koperasi masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan kapasitas. Tidak semua koperasi mendapatkan kesempatan ini, sehingga peserta diharapkan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman berharap koperasi sektor riil semakin berkembang, adaptif terhadap teknologi, serta mampu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan anggotanya.

Koperasi Tunas Sembada Tetap Libatkan Pensiunan, Kadiskop UKM Sleman : Ini Luar Biasa!

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) sekaligus melantik pengurus dan pengawas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Tunas Sembada periode 2026–2028. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (4/4/2026), dan diikuti oleh pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, S.Hut., M.T., serta Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Sleman, H. Sudiyo, S.Ag., M.Pd.

Dalam sambutannya, Sutiasih memberikan apresiasi tinggi kepada KPRI Tunas Sembada yang dinilai mampu menunjukkan kinerja positif. Ia menyebut koperasi tersebut memiliki jumlah anggota yang besar dengan omzet mencapai miliaran rupiah, serta tetap melibatkan anggota yang telah pensiun.

“Ini luar biasa, tidak semua koperasi mampu mempertahankan kepercayaan anggota, termasuk yang sudah pensiun. Artinya, koperasi ini dikelola dengan baik dan memiliki kepercayaan yang kuat dari anggotanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutiasih menegaskan bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh peran aktif seluruh anggota sebagai pemilik koperasi. Menurutnya, komitmen dan partisipasi anggota menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi.

Sutiasih juga menekankan pentingnya forum RAT sebagai sarana silaturahmi, penyampaian pertanggungjawaban pengurus, serta wadah bagi anggota untuk memberikan masukan demi kemajuan koperasi ke depan. Ia mengajak seluruh anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiasih turut menyampaikan harapannya kepada pengurus dan pengawas yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan jujur, transparan, dan profesional. Selain itu, pelayanan kepada anggota diharapkan dapat terus ditingkatkan, termasuk melalui komunikasi yang responsif.

“Menjadi pengurus koperasi bukan hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen, tanggung jawab, serta kesiapan memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Oleh karena itu, kinerja pengurus perlu kita apresiasi bersama,” imbuhnya.

Tak Sekadar Jualan, UMKM Sleman Digenjot Miliki Legalitas Usaha dan Sertifikat Halal

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Perizinan Usaha bagi pelaku usaha mikro tingkat kapanewon angkatan V, Kamis (2/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di PLUT Unit 2 tersebut diikuti oleh 25 peserta dari Kapanewon Godean, Gamping, dan Minggir.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinkop UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Dalam sambutannya, Sutiasih menekankan pentingnya legalitas usaha sebagai pondasi pengembangan UMKM.

Ia menyampaikan bahwa pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas dasar usaha. “NIB itu seperti KTP bagi pelaku usaha. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha akan lebih mudah mengakses berbagai program, termasuk pembiayaan seperti KUR dan pendataan UMKM,” ujarnya.

Selain itu, Sutiasih juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan daya saing produk. Menurutnya, sertifikat halal tidak hanya relevan bagi konsumen muslim, tetapi juga menjadi standar global yang menjamin kualitas dan kebersihan produk. “Jangan sampai kita kalah saing. Saat ini, banyak produk dari luar negeri yang sudah memiliki sertifikat halal untuk menembus pasar internasional,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Dinkop UKM Sleman berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya dalam melengkapi perizinan yang masih belum terpenuhi. Pendampingan dilakukan secara langsung maupun melalui layanan konsultasi di PLUT.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya jemput bola pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan legalitas pelaku UMKM, sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Kadiskop UKM Sleman: KDMP Sinduharjo Masih Tahap Awal, Semangat Berkoperasi Harus Dijaga.

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sinduharjo yang digelar di Joglo Amarta Kalurahan Sinduharjo, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus, pengawas, anggota koperasi serta Lurah Sinduharjo, Sudarja.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan bahwa usia KDMP Sinduharjo yang baru sekitar sembilan bulan masih dalam tahap awal perkembangan sehingga wajar apabila operasional koperasi belum berjalan maksimal.

“Kalau diibaratkan seperti balita umur sembilan bulan, masih belajar berjalan. Jadi kalau jalannya masih pelan, itu wajar. Yang penting semangat pengurusnya luar biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan milik bersama seluruh anggota, sehingga dukungan pengurus, pemerintah kalurahan, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong perkembangan koperasi.

Sutiasih juga mendorong peningkatan jumlah anggota koperasi yang saat ini sekitar 300 orang. Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah kalurahan dalam sosialisasi kepada masyarakat dapat mempercepat pertumbuhan keanggotaan.

Selain itu, ia menilai lokasi KDMP Sinduharjo cukup strategis sehingga memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

KDMP Sidoarum Gelar RAT Perdana, Kadiskop UKM Sleman : Koperasi Harus Dijalankan dengan Semangat Gotong Royong

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sidoarum yang berlangsung di Aula Kalurahan Sidoarum, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Kalurahan Sidoarum Hety Pujiastutik, S.H., Ketua KDMP Kalurahan Sidoarum Sutarmono, serta para pengurus, pengawas, dan anggota koperasi. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan apresiasi kepada KDMP Sidoarum yang dinilai aktif dan progresif dalam mengembangkan koperasi. Ia menyebut KDMP Sidoarum sebagai salah satu koperasi yang menunjukkan perkembangan baik di Kabupaten Sleman.

“Di Kabupaten Sleman terdapat beberapa KDMP yang menjadi percontohan, di antaranya di Sinduadi, Tamanmartani, dan Sidomulyo. KDMP Sidoarum ini juga menunjukkan perkembangan yang baik, terutama karena komunikasi dan semangat pengurusnya yang aktif membangun koperasi,” ujar Sutiasih.

Ia juga menilai peran ketua dan pengurus koperasi sangat penting dalam menjaga semangat dan kepercayaan anggota terhadap koperasi. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja sama dan gotong royong seluruh anggota.

“Tidak mungkin koperasi berjalan hanya oleh satu orang. Koperasi adalah kerja bersama, gotong royong banyak orang. Karena itu dukungan dari pengurus, anggota, dan pemerintah kalurahan sangat penting agar koperasi dapat terus berkembang,” katanya.

Sutiasih menjelaskan bahwa pelaksanaan RAT merupakan indikator penting bagi kesehatan koperasi. Melalui forum RAT, pengurus dapat menyampaikan pertanggungjawaban kepada anggota sekaligus menyerap berbagai masukan untuk menentukan strategi pengembangan usaha koperasi ke depan.

“RAT bukan hanya forum laporan pertanggungjawaban pengurus kepada anggota, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota untuk memberikan masukan dan menyusun strategi bersama agar koperasi semakin maju,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutiasih mendorong KDMP Sidoarum untuk terus memperkuat modal koperasi dengan meningkatkan jumlah anggota serta kualitas partisipasi anggota dalam kegiatan usaha koperasi.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk mendukung produk-produk usaha yang dikembangkan koperasi, termasuk melalui gerakan membeli dan menggunakan produk koperasi sendiri.

“Kalau sudah punya koperasi sendiri, mari kita dukung bersama. Produk yang dijual di koperasi kita juga perlu kita lariskan. Karena pada akhirnya keuntungan koperasi akan kembali kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU),” ungkapnya.

Menurut Sutiasih, keberadaan KDMP saat ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.

Ia berharap KDMP Sidoarum terus menunjukkan kinerja yang positif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

“Yang terpenting adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa koperasi ini bekerja untuk kepentingan bersama, bukan hanya pengurus saja. Jika dijalankan dengan baik, koperasi akan memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Sutiasih memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota KDMP Sidoarum yang telah berhasil menyelenggarakan RAT serta terus berupaya mengembangkan koperasi.

“Saya sangat mengapresiasi KDMP Sidoarum yang sudah berani menyelenggarakan RAT dan terus menjalankan usahanya. Tetap semangat dan terus tunjukkan bahwa koperasi ini bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya,” pungkasnya.

Lapak Ramadhan di Sleman (LARIS) Resmi Dibuka Hadirkan 510 Paket Sembako Gratis dan Diskon Belanja

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman resmi membuka Lapak Ramadhan di Sleman (LARIS) yang digelar di halaman kantor PLUT Sleman Unit 1, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman dengan DRW Skincare, serta didukung oleh BPR Madani Sejahtera Abadi.

Berlangsung selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Februari 2026. Selama periode tersebut, panitia menyalurkan sebanyak total 510 paket sembako gratis bagi pelaku UMKM yang memenuhi kriteria yang terbagi dalam 5 hari. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga sekaligus mempererat solidaritas sosial di tengah suasana Ramadan.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM dan menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, panitia juga menyediakan kupon diskon belanja bagi 10 pengunjung pertama setiap hari. Program ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus untuk mendorong peningkatan transaksi di lapak-lapak UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan takjil yang disediakan oleh UMKM lokal Sleman. Aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa, mulai dari jajanan tradisional hingga produk kuliner inovatif, turut meramaikan suasana dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Sinergi Antar Daerah, Sleman Berbagi Praktik Baik Pengembangan KDMP

SLEMAN — Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja dari Komisi B DPRD Kabupaten Jombang dalam rangka penguatan kelembagaan dan legalitas pembangunan gerai KDMP berbasis tanah kas desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Dekranasda Sleman, Kamis (19/2/2026).

Rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Jombang disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Asih Kushartati, S.TP., M.T., bersama Kepala Bidang Koperasi, Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E.

Dalam sambutannya, Asih menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan atas kepercayaan Komisi B DPRD Jombang yang memilih Sleman sebagai lokasi studi penguatan kelembagaan dan legalitas pembangunan gerai KDMP.

“Kami merasa tersanjung atas kehadiran Bapak dan Ibu di Sleman. Semoga kunjungan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, serta memperkuat sinergi dalam pengembangan koperasi dan UMKM di masing-masing daerah,” ujarnya.

Asih juga berharap kunjungan tersebut turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Ia mengapresiasi rombongan yang telah memanfaatkan fasilitas perhotelan di Sleman serta mengajak untuk turut mendukung produk-produk UMKM lokal selama berada di wilayah tersebut.

Agenda pertemuan diawali dengan perkenalan dan penyampaian maksud serta tujuan kunjungan dari Komisi B DPRD Jombang. Selanjutnya, Kepala Bidang Koperasi menyampaikan paparan singkat mengenai konsep, regulasi, serta implementasi pembangunan gerai KDMP berbasis tanah kas desa di Kabupaten Sleman.

Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin pertukaran informasi dan praktik baik antar daerah, khususnya dalam aspek penguatan kelembagaan koperasi untuk pengembangan KDMP yang berkelanjutan.

Dinkop UKM Sleman Dorong UMKM Miliki Etalase Digital untuk Perkuat Pemasaran Online

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kelas pelatihan bertema Pentingnya Etalase Digital bagi UMKM pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayotama, PLUT Sleman Unit 1, dan diikuti oleh dua pelaku UMKM.

Pelatihan menghadirkan narasumber J. Rahmat Sudrajat, S.Pt., selaku Konsultan PLUT Sleman Bidang Sumber Daya Manusia. Dalam pemaparannya, Rahmat menekankan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM di tengah perkembangan pemasaran berbasis teknologi.

Menurutnya, untuk mendukung pemasaran di era modern, UMKM perlu memiliki etalase digital sebagai sarana menampilkan produk dan membangun interaksi dengan konsumen. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memiliki akun media sosial sebagai media promosi sekaligus etalase usaha.

“Dengan memiliki etalase digital, UMKM akan lebih terbantu dalam menjalankan pemasaran online. Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan pasar,” jelas Rahmat.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan WhatsApp Business menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital UMKM. Selain berfungsi sebagai media komunikasi dengan pelanggan, WhatsApp Business kini berkembang sebagai dasar etalase digital, karena menyediakan fitur katalog produk yang memudahkan calon konsumen melihat dan memilih produk secara langsung.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia