Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

Dinkop UKM Sleman Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Anti Korupsi dan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK, pada Jumat (29/8/2025). Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Paramadahana 1 ini diikuti oleh seluruh pegawai Dinas Koperasi, UKM Sleman.

Dalam kesempatan ini, hadir narasumber dari Inspektorat Kabupaten Sleman, Wawan Hariawan, S.IP., M.Si. selaku Inspektur Pembantu Bidang Investigasi dan Reformasi Birokrasi memaparkan pentingnya penerapan nilai-nilai anti korupsi di lingkungan kerja. Wawan juga menyampaikan mengenai capaian Survei Penilaian Integritas (SPI) yang telah diraih Dinas Koperasi, UKM Sleman pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. menegaskan pentingnya menjaga profesionalitas dalam bekerja tanpa dipengaruhi urusan pribadi. “Dalam lingkungan kerja kita harus profesional, tidak boleh karena masalah pribadi menjadikan nilai SPI rendah. Walaupun itu bawahan kita, kalau saran dan masukannya bagus tetap kita terima. Saya harap dinas kita ini tidak menyumbangkan nilai yang rendah untuk Pemda Sleman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Dinas Koperasi, UKM Sleman semakin memahami pentingnya integritas dan pencegahan korupsi dalam melaksanakan tugas. Dengan komitmen bersama, nilai SPI dapat terus meningkat sehingga memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Kabupaten Sleman.

Pelatihan SDM Koperasi Sleman Tekankan Penguatan Manajemen KSPPS/USPPS

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan SDM Koperasi Penguatan Keterampilan Manajemen KSPPS/USPPS pada tanggal 25–27 Agustus 2025 bertempat di Ruang Dubai 2. Kegiatan ini diikuti oleh 25 perwakilan koperasi dari wilayah Kabupaten Sleman.

Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang manajemen KSPPS/USPPS, pemahaman regulasi keuangan dan perkoperasian, serta kemampuan koperasi dalam menyusun manajemen pembiayaan syariah. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya penerapan prinsip manajemen yang profesional, transparan, serta sesuai dengan nilai-nilai syariah.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan tata kelola koperasi merupakan pilar penting dalam membangun ekonomi umat. “Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang manajemen keuangan, pelayanan anggota, serta strategi pengembangan usaha koperasi syariah, sehingga koperasi mampu berkembang lebih sehat, berdaya saing, dan memberi manfaat luas bagi anggota maupun masyarakat,” ujarnya.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi:
a. Kebijakan Pemerintah di Bidang Perkoperasian
b. Pemahaman Regulasi Keuangan dan Perkoperasian Terkini
c. Manajemen Strategi
d. Manajemen Pemasaran dan Pembiayaan
e. Evaluasi dan Pengukuran Rencana Strategi
f. Manajemen Personalia
g. Pengukuran Kinerja SDM
h. Regenerasi Kepemimpinan

Melalui pelatihan ini, diharapkan koperasi di Sleman semakin adaptif dalam menghadapi tantangan zaman, serta mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sesuai prinsip syariah.

Workshop Cooperative Business Matching Dorong Peluang Kerjasama Koperasi Sektor Riil

SLEMAN — Sebagai upaya memperkuat daya saing koperasi di sektor riil, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Cooperative Business Matching dengan mengusung tema “Membangun Jaringan Bisnis Koperasi Yang Berkelanjutan” pada Rabu (20/8) di Grand Serela Yogyakarta. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Sleman Ibu Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E.

Kepala Bidang Koperasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi penguatan peran koperasi dalam perekonomian. Melalui kegiatan business matching ini, koperasi tidak hanya dipertemukan dengan mitra usaha potensial, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan pasar, membuka akses permodalan, serta menjalin kolaborasi strategis.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong koperasi untuk lebih inovatif, adaptif, dan profesional dalam mengelola usahanya, sehingga koperasi dapat tampil sebagai pelaku ekonomi yang berdaya saing. Acara ini menghadirkan para pelaku koperasi diantaranya adalah praktisi bisnis, mitra strategis, serta 25 koperasi yang bergerak di sektor riil dan 5 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), untuk menjajaki peluang kerjasama yang lebih luas.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai potensi dan strategi kemitraan koperasi. Narasumber Workshop Cooperative Business Matching adalah Direktur PT. Indotoko Pangan Makmur, Bapak Drs. CD Martanto Haris dan Tim dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Bapak Mustikaningaji Mukti Kusumo.

Direktur PT. Indotoko Pangan Makmur menekankan pentingnya rantai pasok yang solid serta peluang kolaborasi koperasi dalam distribusi pangan. Sementara itu, Tim ABDSI memaparkan strategi pengembangan usaha koperasi berbasis layanan pendampingan bisnis, agar koperasi mampu tumbuh adaptif dan inovatif.

Workshop ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah pertemuan bisnis langsung antara koperasi dengan calon mitra usaha. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terjalin kerjasama yang konkret dalam bidang perdagangan, distribusi, maupun layanan pendukung usaha lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, koperasi di sektor riil diharapkan semakin mampu memperluas jaringan, meningkatkan nilai tambah produk dan layanan, serta memperkokoh peranannya sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sleman.

Workshop Forum Komunikasi UMKM (PUPM) Kapanewon Pakem

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Workshop Forum Komunikasi UMKM (PUPM) Kapanewon Pakem pada Senin hingga Selasa, 28–29 Juli 2025 bertempat di Boyong Resto, Pakem. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan pelaku usaha di wilayah Kapanewon Pakem.

Workshop ini merupakan rangkaian terakhir dari total 15 angkatan Workshop Forkom UMKM yang telah dilaksanakan di seluruh wilayah Kapanewon se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan peran pengurus Forum Komunikasi UMKM sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di tingkat lokal.

Acara penutupan workshop secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan workshop tersebut.

“Harapannya, dengan terselenggaranya seluruh rangkaian workshop ini, Forkom UMKM di Kabupaten Sleman dapat semakin solid dan berdaya saing dalam mendampingi pelaku usaha di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Dengan berakhirnya workshop angkatan Kapanewon Pakem ini, Dinas Koperasi UKM Sleman berharap seluruh pengurus Forkom UMKM yang telah mendapatkan pelatihan dapat menjadi motor penggerak kemajuan UMKM di Sleman.

Pengukuhan dan Peresmian Showroom Forkom UMKM Berbah

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sutiasih, S.P., M.M. Menghadiri Pengukuhan dan Peresmian Showroom Forkom UMKM pada Senin, 28 Juli 2025, bertempat di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah. Acara ini turut dihadiri oleh Forkompimcam, Forkompimkal, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, serta para ketua Forkom UMKM dari wilayah sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, A.P., M.Si., secara resmi mengukuhkan kepengurusan Forkom UMKM Kapanewon Berbah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran pelaku UMKM di tingkat kapanewon.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., turut hadir dan meresmikan Showroom Forkom UMKM secara simbolis melalui pemotongan pita. Showroom ini diharapkan menjadi pusat promosi produk UMKM lokal dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Dengan pengukuhan dan peresmian ini, Forkom UMKM Kapanewon Berbah diharapkan semakin solid dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang mandiri dan berdaya saing.

Pelatihan SDM Koperasi SAK EP Bagi Koperasi Konvensional

SLEMAN – Senin, 28 Juli 2025, Kepala Dinas Kopesi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. membuka kegiatan Pelatihan SDM Koperasi SAK EP Bagi Koperasi Konvensional, bertempat di Hotel Grand Serela, Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi SDM koperasi.

Peserta Pelatihan SDM Koperasi SAK EP Bagi Koperasi Konvensional terdiri dari 25 perwakilan dari Koperasi Simpan Pinjam, serta 25 perwakilan koperasi Sektor Ril. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 28 Juli s/d Rabu, 30 Juli 2025. Narasumber berasal dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Devisi Diklat Dekopinda, KAP Sumardi dan Rekan, PKPRI

Sutiasih menyampaikan Apresiasi atas partisipasi dari peserta dan berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang diskusi dan pemecahan permasalahan koperasi, ia berharap pengurus dan pengawas koperasi juga harus adaptif terhadap perkembangan jaman, salah satunya melek teknologi digital.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi, Kebijakan Pemerintah di Bidang Perkoperasian, Permenkopukm Nomor 2 Tahun 2024 tentang Kebjakan Akuntansi, koperasi, perpajakan koperasi, pengenalan SAK Entitas Privat, kebijakan akuntansi aset, kebijakan akuntansi liabilitas, kebijakan akuntansi ekuitas, penyajian laporan keuangan dan mengelola permodalan koperasi.

Pelatihan Penanggulangan Bencana Kebakaran Bagi Petugas Keamanan Dinkop UKM Sleman

SLEMAN – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Bencana Kebakaran bagi petugas keamanan, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tirtoadi, Kapanewon Mlati.

Pelatihan diikuti oleh 10 orang petugas keamanan internal Dinas Koperasi dan UKM Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan para petugas dalam menghadapi situasi darurat kebakaran, baik di lingkungan kantor maupun area pelayanan publik lainnya.

Materi pelatihan mencakup pengetahuan dasar tentang penyebab kebakaran, jenis-jenis alat pemadam, serta teknik pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Para peserta juga mengikuti praktik langsung di lapangan untuk mensimulasikan penanganan kebakaran secara cepat dan tepat.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petugas keamanan Dinas Koperasi dan UKM Sleman lebih sigap dan terlatih dalam mencegah serta menangani potensi bencana kebakaran di lingkungan kerja.

Prabowo Luncurkan KDMP Nasional, Sleman Jadi Salah Satu Titik Utama

SLEMAN – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar serentak melalui daring, bertempat di Halaman Kantor Kalurahan Sinduadi Mlati Sleman, Senin (21/7).

Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Presiden RI Prabowo Subianto ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya gerakan nasional koperasi berbasis desa dan kelurahan tersebut.

Diketahui, KDMP merupakan program strategis nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden Prabowo untuk diimplementasikan di seluruh daerah pada tingkat Desa dan Kelurahan.

Sementara di Kabupaten Sleman, terdapat sebanyak 86 Kalurahan yang telah melaksanakan program KDMP. Bahkan, tiga diantaranya ditunjuk sebagai mockup (model percontohan) nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menjelaskan program KDMP ini merupakan upaya Pemerintah dalam memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan baik itu sembako, pupuk, pelayanan kesehatan, dan sebagainya, dengan memangkas rantai distribusinya dan harga yang terjangkau.

Menurutnya, program KDMP ini juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat.

Pada peluncuran ini juga Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi secara langsung kepada seluruh Kepala Daerah beserta jajarannya yang telah mendukung dan mempersiapkan program KDMP di daerahnya masing – masing. Apresiasi disampaikan saat sesi dialog dan paparan secara daring.

Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya menyatakan dukungannya atas program yang telah diluncurkan Presiden Prabowo, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.

“Saya tentu menyambut baik adanya program ini (KDMP). Ini menjadi salah satu langkah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di tingkat Kalurahan,” katanya.

Lebih lanjut, Harda menuturkan dalam mendukung keberlangsungan program KDMP ini, Pemkab Sleman akan melakukan pendampingan dan pembinaan bagi para pengurus dan anggota KDMP.

“Mudah-mudahan KDMP ini betul-betul bisa berkembang. Selanjutnya, tugas Pemerintah Daerah bagaimana pembinaan harus betul-betul jalan, sehingga petugas koperasi bisa bekerja, bisa menjalankan koperasi dengan baik,” jelasnya.

Sinergi Penguatan UMKM Sleman Melalui Workshop Forum Komunikasi di Sumberarum

SLEMAN – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman bekerja sama dengan LPK Trilogika Edutama menyelenggarakan Workshop Forum Komunikasi UMKM Kalurahan Sumberarum selama dua hari 7-8 Juli 2025 di Joglo Munggur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan UMKM di tingkat kalurahan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang adaptif dan kolaboratif.

Pada hari pertama, fokus kegiatan adalah penguatan pemahaman mengenai kebijakan dan layanan pendampingan UMKM yang disampaikan oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., M.Si. Ia menegaskan bahwa Dinas siap mendampingi UMKM secara gratis, mulai dari fasilitasi perizinan hingga akses pasar dan pembiayaan. Direktur LPK Trilogika Edutama, Fawwaz Chaidir, S.Psi., turut menyampaikan pentingnya forum komunikasi sebagai wadah pembelajaran dan solidaritas antar pelaku UMKM. Kegiatan juga diisi dengan Achievement Motivation Training (AMT) yang interaktif dan membangun kekompakan peserta.

Memasuki hari kedua, peserta dibekali keterampilan praktis seperti strategi pemasaran, penghitungan HPP, dan pembangunan kemitraan usaha. Aspek kelembagaan juga mendapat perhatian, dengan pendampingan penyusunan AD/ART dan SOP forum oleh Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman. Dukungan penuh disampaikan oleh Lurah Sumberarum dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., yang menegaskan peran dinas sebagai fasilitator aktif bagi UMKM.

Workshop ditutup dengan temu kemitraan bersama berbagai lembaga pelatihan dan mitra industri. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun di forum ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan menciptakan UMKM Sleman yang tangguh, profesional, dan berkelanjutan.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Langsung Koperasi Desa Merah Putih di Sleman

SLEMAN – Menerima kunjungan kerja Wakil Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dr. M. Qodari bersama Tim Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) pada Kamis, 3 Juli 2025. Kunjungan ini berlangsung di tiga lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, KDMP Sinduadi, dan diakhiri di Pendopo Parasamya, Komplek Kantor Bupati Sleman.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring lapangan terkait penyelenggaraan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sleman. Fokus pembahasan mencakup kesiapan dan kondisi pelaksanaan koperasi desa, tantangan serta peluang dalam penguatan model koperasi desa sebagai pilar ekonomi kerakyatan, hingga penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengesahan Badan Hukum KDMP.

Dalam kunjungannya, M. Qodari meninjau langsung gerai-gerai KDMP di Kalurahan Tamanmartani dan Sinduadi. Ia melihat secara dekat bagaimana koperasi desa ini dikelola oleh masyarakat dan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal. Menurutnya, KDMP bukan hanya menjadi wadah ekonomi bersama, tapi juga cermin kemandirian desa dalam membangun kekuatan ekonomi dari bawah.

“Saya mengapresiasi atas terbentuknya KDMP di seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman. Ini adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kemandirian desa. Selanjutnya, akan dilakukan pelatihan peningkatan kapasitas SDM bagi pengurus dan pengawas KDMP, termasuk bimbingan teknis terkait manajemen dan regulasi perkoperasian,” ungkap Qodari.

Dalam kesempatan tersebut, M. Qodari juga secara simbolis menyerahkan SK Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia kepada seluruh koperasi desa yang telah terbentuk di Kabupaten Sleman. Total sebanyak 86 KDMP telah resmi berbadan hukum dan siap beroperasi sebagai lembaga ekonomi desa yang sah.

Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri berperan aktif dalam mendorong kemajuan KDMP. Pemkab memfasilitasi pembiayaan pembuatan akta notaris serta memberikan pendampingan intensif untuk memastikan kelengkapan administrasi dan dokumen hukum yang dibutuhkan oleh masing-masing koperasi.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia