Tips Sukses Membangun Koperasi Ala Presdir Koperasi BMI Group
TANGERANG – Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara punya resep jitu dalam membangun koperasi di era yang penuh tantangan dewasa ini. Menurut dia, penting artinya untuk menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki di antara para anggota terhadap koperasinya. Sehingga dengan demikian, para anggota koperasi ini tidak hanya ditempatkan sebagai nasabah seperti halnya dengan yang terjadi di industri perbankan. Namun mereka dirangkul menjadi keluarga besar yang akan menopang koperasi ke depannya.
Hal itu disampaikan Kamaruddin saat menerima kunjungan studi banding dari KSPPS Puskopsyah Formes Sleman di Gerai Tangerang Gemilang (GTG), Cikupa, Tangerang, pada Selasa (19/10).
Pada kesempatan itu ada 83 peserta studi banding, yang berasal dari 18 KSPPS/BMT di Kabupaten Sleman. Rombongan ini didampingi pula oleh pegawai dari Dinas Koperasi, dan UKM Kabupaten Sleman.
Sebagai informasi, studi banding dari Sleman tersebut dilakukan sebagai bagian dari studi lapangan, analisa, sekaligus belajar bagaimana mengembangkan koperasi di era seperti sekarang. Termasuk di antaranya untuk memperoleh ilmu dari Kamaruddin Batubara yang telah sukses mengembangkan BMI Group.
Dalam paparannya, Kamaruddin menjelaskan bahwa ada 3 koperasi primer di Koperasi BMI Grup. Meliputi Kopsyah BMI (Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia), Kopmen BMI (Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia) dan Kopjas BMI (Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia). Kemudian 3 koperasi primer ini disinergikan oleh Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia.
Ia melanjutkan bahwa Koperasi BMI Group menerapkan filosofi koperasi sesuai dengan pemikiran Bung Hatta. Yakni bahwa koperasi harus menjunjung tinggi kejujuran dan setia kawan. Koperasi harus menyediakan semua kebutuhan anggota baik kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Tak berlebihan, lantaran dirinya pun memiliki cita-cita besar untuk membangun kembali perkoperasian di Indonesia. Untuk mencapainya, ia menekankan pentingnya membangun peradaban baru koperasi Indonesia.
Ia pun menjabarkan bahwa ada 5 point penting dalam membangun peradaban baru koperasi Indonesia. Pertama, koperasi itu besar. Kedua, koperasi harus dikelola profesional. Ketiga, koperasi harus mandiri, berkarakter dan bermartabat. Keempat, koperasi harus fokus pada pemberdayaan. Kelima, koperasi harus peduli sesama dan punya sifat dan jiwa sosial.
Pria peraih Anugerah Satya Lancana Wira Karya dari Presiden 2018 ini menambahkan bahwa koperasi harus menciptakan sirkuit ekonomi koperasi.
“Koperasi harus menciptakan perputaran kantong kiri kanan, bangun rumah biasa dibiayai oleh Kopsyah BMI, beli bahan bangunan di Kopmen BMI di toko bangunannya yang garap divisi konstruksi unit bisnis Kopjas BMI” jelasnya.
Dengan konsep dan model bisnis seperti itu, maka tak heran jika Koperasi BMI Group makin mantap membangun usahanya, hingga mampu menciptakan sirkuit ekonomi yang meluas dangan masuk ke segala unit bisnis. (*)
Sumber : KLIK BMI
0 Comments