Dinkop UKM Sleman Dorong Koperasi Desa Merah Putih Menjadi Role Model Nasional
SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sharing Session sekaligus pembentukan Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda DIY pada Kamis, 2 Oktober 2025, bertempat di Rumah Makan Mertamu Palagan, Sleman.
Acara tersebut diikuti oleh 86 peserta yang merupakan perwakilan dari Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Selain Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman, hadir pula sebagai narasumber AKP Bagus Marhaditomo, S.IP., Panit 5 Subdit 2 Dit Intelkam Polda DIY, serta Yoyok Hery Wahyono, pengusaha sukses sekaligus Owner Spesial Sambal (SS), yang memberikan motivasi dan berbagi pengalaman dalam bidang kewirausahaan.
Dalam forum tersebut, secara resmi dibentuk Forum Komunikasi KDMP Kabupaten Sleman (Forkom KDMP) dengan susunan kepengurusan sebagai berikut:
- Ketua: Mawardi
- Sekretaris: Sigit Tri Wibowo
- Bendahara: Kliwon Suherman
- Koordinator Wilayah Barat: Sutarmono
- Koordinator Wilayah Tengah: Aditya Noor
- Koordinator Wilayah Timur: Siswantoro
Dalam sambutannya, Sutiasih memberikan semangat dan arahan kepada para peserta untuk terus mengembangkan koperasi meski di tengah berbagai keterbatasan.
“Bapak Ibu, pokoknya harus tetap semangat dan berusaha menjalankan gerainya, walaupun kondisinya masih seadanya,” ungkap Sutiasih.
Ia juga menegaskan komitmen Dinas Koperasi dan UKM Sleman dalam memberikan dukungan kepada koperasi-koperasi yang tergabung dalam KDMP.
“Kami dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman siap memfasilitasi dan menjembatani Bapak Ibu semua jika menemui kendala ataupun kesulitan dalam menjalankan koperasi,” lanjutnya.
Sutiasih menambahkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan nasional dalam pengembangan KDMP, mengingat tingginya antusiasme daerah lain yang melakukan studi banding ke Sleman.
“Sleman harus bisa menjadi contoh. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Studi tiru bisa kita kemas menjadi wisata KDMP. Selain menimba ilmu, kita juga dapat mempromosikan potensi lokal di Sleman,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, turut diperkenalkan 8 Business Assistant (BA) KDMP yang ditugaskan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Para pendamping ini berasal dari masyarakat Sleman dan akan memberikan asistensi teknis kepada koperasi, mencakup:
- Pendaftaran koperasi ke dalam sistem SIMKOPDES
- Penyusunan rencana bisnis
- Pendampingan administrasi perizinan
- Penyusunan proposal usaha
Setiap Business Assistant akan mendampingi antara 8 hingga 12 koperasi dan melaporkan perkembangan secara berkala kepada Dinas Koperasi Kabupaten/Kota.
Dengan terbentuknya Forkom KDMP dan sinergi antara pemerintah daerah serta masyarakat, Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih. Tidak hanya sebagai pusat edukasi koperasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif yang mampu mengangkat potensi lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.