SLEMAN – Komitmen Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dalam membina dan mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menarik perhatian daerah lain. Hal ini terbukti dari kunjungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung yang melaksanakan studi referensi dan studi lapang ke Sleman, Jumat (24/10/2025).
Rombongan yang berjumlah 39 peserta tersebut disambut hangat oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman, Sutiasih, S.P., M.M, di Kalurahan Tamanmartani, salah satu lokasi percontohan KDMP yang telah berjalan aktif di Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut semakin semarak dengan kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung Dr. Slamet Sunarto, M.Si, Ketua Dekopinda Tulungagung H. Nyadin, M.Ap, Ketua Dekopinda Sleman H. Sudiyo, S.Ag., M.Pd, Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata, serta Ketua KDMP Tamanmartani Mawardi.
Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan apresiasi atas semangat Kabupaten Tulungagung dalam memperluas wawasan dan pengalaman pembinaan koperasi. Ia juga memaparkan capaian Kabupaten Sleman yang telah memiliki tiga mock-up KDMP aktif dari empat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di Tamanmartani Kalasan, Sinduadi Melati, dan Sidomulyo Godean.
“Untuk Kabupaten Sleman ada tiga mock-up. Yang pertama di Tamanmartani, kedua di Sinduadi Melati yang kemarin menjadi pusat launching nasional oleh Bapak Presiden dan ketiga di Sidomulyo Godean. Jadi, dari empat mock-up di DIY, tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Sleman,” jelas Sutiasih.
Sutiasih juga menekankan pentingnya penguatan internal sebelum koperasi melangkah lebih jauh dalam pengembangan usaha.
“Jangan terburu-buru meminjam dana. Perbanyak dulu anggota, kelola simpanan wajib dan pokoknya. Setelah kuat didalam, baru setelah stabil bisa mulai kembangkan usaha”, pesannya.
Pada kesempatan itu, Sutiasih memberikan dorongan semangat kepada para pengurus KDMP untuk tidak menyerah dan terus menjalankan program dengan penuh komitmen, meski prosesnya membutuhkan perjuangan.
“Saya tentunya mendukung agar KDMP tetap berjalan. Walaupun harus berjuang mencari peluang yang bisa dilakukan, jangan patah semangat. Karena ini program Bapak Presiden, semangatnya tidak boleh padam. Nanti Pak Bupati juga akan bangga bila KDMP di kabupatennya dapat berjalan baik, dan kami di Dinas Koperasi tentu turut bangga apabila KDMP di wilayah kami bisa maju,” ujarnya.
Sutiasih juga mengapresiasi inisiatif Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung yang berupaya memperluas wawasan melalui kegiatan studi lapang ke Sleman, sekaligus melibatkan langsung perwakilan KDMP dari daerahnya.
“Saya salut, luar biasa! Pak Kadis Tulungagung ini sudah membawa KDMP-nya studi ke luar kota. Artinya, Tulungagung sudah siap dengan dukungan, anggaran, dan semangatnya luar biasa, saya sendiri belum sampai ke tahap itu,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman antara kedua daerah. Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman turut menunjukkan berbagai praktik baik dalam pengelolaan koperasi desa yang telah berjalan operasional dan berdaya saing.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Sleman dan Tulungagung sama-sama berkomitmen untuk terus menggerakkan koperasi yang mandiri, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.