Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Tak Perlu ke Kantor, Dari Rumah Bisa Jadi Pengusaha: Dinkop UKM Sleman Gelar Bimtek IT

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan IT Menjadi Wirausaha di Bidang Ekonomi Kreatif dengan fokus Penumbuhan Wirausaha Sub Sektor Pengembang Aplikasi. Kegiatan ini berlangsung di The Cangkringan Jogja Villas pada 12–14 Februari 2026 dan diikuti oleh 25 peserta.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Dewan, Yani Fathurahman, S.Pd.I., sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor digital. Rangkaian kegiatan dirancang komprehensif, meliputi tiga hari pelatihan in class, satu hari kunjungan ke UMKM unggulan di Jawa Tengah, serta tiga kali sesi pendampingan lanjutan bagi peserta.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai peluang usaha yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sutiasih menyampaikan bahwa bekerja dari rumah melalui bidang IT dapat menjadi pilihan produktif, asalkan dikelola secara profesional dan sehat. Ia bersyukur para peserta dapat berkumpul untuk bersama-sama menimba ilmu di bidang teknologi informasi.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar IT, tetapi juga mampu menjual sistem atau jasa berbasis teknologi. Apalagi jika sudah memiliki latar belakang pendidikan IT, tentu akan lebih mudah dikembangkan dan bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan ini dirancang agar setiap peserta memiliki hasil nyata. Jika belum mampu membangun sistem secara mandiri, peserta tetap didorong untuk dapat menjual jasa atau layanan berbasis keahlian yang dimiliki. Menurutnya, usaha di bidang IT memiliki prospek besar karena produknya tidak selalu terlihat secara fisik, namun bernilai ekonomi tinggi.

Lebih lanjut, Sutiasih menegaskan bahwa wirausaha yang dibangun harus berorientasi pada pendapatan yang halal dan sesuai aturan, tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

Dalam mendukung pengembangan ekosistem wirausaha digital, Dinas Koperasi dan UKM Sleman juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas AMIKOM Yogyakarta. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan, konsultasi, hingga pemanfaatan tenaga ahli dari perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.

RAT KSP PRI SMK N 2 Depok, Kadinkop UKM Sleman Ingatkan Disiplin Anggota dan Antisipasi Kredit Macet

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP PRI SMK N 2 Depok yang digelar di Aula Bima, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.

Dalam sambutannya, Sutiasih menekankan pentingnya pemanfaatan RAT sebagai sarana evaluasi dan perumusan langkah strategis koperasi ke depan. Ia menyampaikan bahwa seluruh anggota memiliki hak suara serta tanggung jawab dalam menentukan arah kebijakan dan kemajuan koperasi.

“Koperasi ini milik bersama. Semua anggota punya hak suara dan tanggung jawab untuk memberikan masukan yang membangun agar koperasi semakin berkembang, modalnya meningkat, tidak terjadi kemacetan, serta tetap dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan anggota dalam memenuhi kewajiban angsuran pinjaman agar tidak menimbulkan kredit macet. Menurutnya, dana koperasi merupakan dana bersama yang harus dijaga keberlanjutannya demi kepentingan seluruh anggota.

Lebih lanjut, Sutiasih menyoroti perlunya penguatan kelembagaan dan manajemen risiko sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Regulasi tersebut membawa perubahan signifikan dalam pengaturan sektor keuangan nasional, termasuk koperasi simpan pinjam.

“Penguatan tata kelola dan manajemen risiko perlu diterapkan. Koperasi harus memiliki cadangan risiko dan sistem pengelolaan yang baik agar pengurus tidak terbebani jika terjadi kendala yang bukan akibat penyalahgunaan,” jelasnya.

Ia mendorong pengurus dan pengawas untuk terus meningkatkan kapasitas serta memahami aturan-aturan terbaru, termasuk penyesuaian sistem pengelolaan keuangan secara bertahap sesuai regulasi yang berlaku. Peran pengawas dinilai semakin strategis dalam memastikan koperasi berjalan sesuai ketentuan dan memberikan perlindungan kepada anggota.

Sutiasih juga menegaskan bahwa Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman siap memberikan pendampingan guna mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan kesehatan koperasi.

Saat ini, KSP PRI SMK N 2 Depok berstatus cukup sehat. Ke depan, koperasi diharapkan terus meningkatkan kinerja agar mampu mencapai kategori sehat secara optimal serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggotanya.

Perkuat Tata Kelola dan Digitalisasi, Kadis KUKM Sleman Ajak Koperasi Bahtera Terus Berbenah

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Bahtera Polresta Sleman Tutup Buku Tahun 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Sleman Kombes Pol. Roedy Yoelianto, S.I.K., M.H., jajaran pengurus, pengawas, serta anggota Koperasi Konsumen Bahtera Polresta Sleman.

Dalam sambutannya, Sutiasih menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam tata kelola koperasi. Melalui forum ini, anggota memiliki ruang untuk memberikan masukan sekaligus mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas.

“RAT adalah forum tertinggi di dalam berkoperasi. Anggota dikumpulkan untuk memberikan masukan dan mendengarkan pertanggungjawaban pengurus. Karena itu, saya mohon anggota aktif memberikan masukan agar koperasi ke depan semakin baik,” ujar Sutiasih.

Ia menyampaikan bahwa Koperasi Bahtera Polresta Sleman memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dari sisi permodalan, koperasi ini disebut memiliki modal yang tinggi dibandingkan koperasi sejenis, sehingga tinggal dioptimalkan dari sisi pengelolaan dan tata kelola.

Namun demikian, Sutiasih mengingatkan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki, baik terkait status kesehatan koperasi maupun hasil audit keuangan. Ia mendorong agar ke depan koperasi mampu meraih predikat “sehat” secara optimal serta memperoleh opini audit tertinggi, yakni wajar tanpa pengecualian.

“Masih ada tahapan yang harus diperjuangkan oleh para pengurus dan pengawas untuk bisa naik kelas lagi, baik dari status kesehatannya maupun dari opini hasil audit. Ini menjadi tantangan bagi pengurus yang baru,” tegasnya.

Sutiasih juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru di tengah masa transisi aturan perkoperasian. Ia mengingatkan agar pengelolaan koperasi tidak lagi menggunakan pola lama, melainkan menyesuaikan dengan sistem yang lebih modern dan akuntabel.

Ke depan, peran pengawas koperasi disebut akan semakin strategis, serupa fungsi pengawasan di sektor perbankan. Selain itu, digitalisasi menjadi keniscayaan untuk meningkatkan kualitas layanan, kecepatan penyediaan data, serta transparansi pengelolaan.

“Kalau bisa, seluruh layanan sudah terdigitalisasi. Ini akan memudahkan pengurus dalam bekerja dan anggota dalam mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.

Lebih lanjut, Sutiasih menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penopang kebutuhan anggota. Dengan pelayanan yang cepat, biaya relatif ringan, serta kemudahan prosedur, koperasi kerap menjadi andalan anggota sebelum mengakses layanan perbankan.

“Koperasi sangat membantu anggota. Karena itu, mari tetap menjadi bagian dari koperasi dan bersama-sama membesarkannya,” ajaknya.

Ia menambahkan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman akan terus melakukan pendampingan guna memastikan koperasi berkembang sesuai ketentuan, memberikan manfaat nyata, serta mengutamakan kepuasan anggota.

Rahasia UMKM Bertahan dan Berkembang 5 Kunci Usaha Dibedah di PLUT Sleman

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah bKabupaten Sleman menggelar diskusi penguatan lima aspek usaha bagi pelaku UMKM di Ruang Rapat Nayotama, PLUT KUKM Sleman Unit 1, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini diikuti oleh tiga pelaku UMKM.

Diskusi menghadirkan Konsultan PLUT Sleman Bidang Sumber Daya Manusia, J. Rahmat Sudrajat, S.Pt., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Rahmat menegaskan pentingnya penguatan lima aspek utama dalam menjalankan usaha, meliputi perizinan, sumber daya manusia (SDM), produksi, pemasaran, dan keuangan.

Menurutnya, kelima aspek tersebut merupakan fondasi yang harus dipetakan dan diperkuat secara bertahap oleh pelaku UMKM agar dapat diterapkan secara optimal dalam operasional usaha. Pengelolaan yang baik pada setiap aspek dinilai mampu mendorong peningkatan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Ia berharap, melalui diskusi ini para pelaku UMKM dapat memahami sekaligus mengimplementasikan penguatan lima aspek usaha secara konkret, sehingga usaha yang dijalankan semakin berkembang dan berkelanjutan.

Pemkab Sleman Optimalkan Kemitraan UMKM dan KDMP Dukung Program MBG

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Optimalisasi Kemitraan UMKM dan KDMP sebagai Mitra SPPG dalam Program MBG, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM serta Koperasi Desa Merah Putih dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sleman.

Acara tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Sleman Drs. Agung Armawanta, M.T., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Makwan, S.TP., M.T., Kepala Dinas KUKM Sleman Sutiasih, S.P., M.M., Kepala Bidang Usaha Mikro Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., M.Si., serta Kepala Bidang Koperasi Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E.

Selain itu, hadir pula Ketua Mitra SPPG DIY, Koordinator Regional SPPG DIY, Kepala dan Mitra SPPG di 17 kapanewon, Forkom UMKM Kabupaten dan Kapanewon, serta perwakilan lima KDMP di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas KUKM Sleman, Sutiasih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi nyata antara UMKM, KDMP, dan SPPG agar seluruh pihak dapat berperan aktif dan memperoleh manfaat dalam Program MBG.

“Tujuan kita berkumpul hari ini adalah menemukan benang merah kolaborasi. UMKM dan KDMP kita pertemukan dengan para pelaku MBG agar bisa bermitra, saling melengkapi, dan sama-sama berperan dalam menyukseskan Program MBG di Sleman,” ujar Sutiasih.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari kesesuaian harga, kualitas produk, hingga kesiapan pelaku usaha. Namun demikian, Sutiasih menegaskan bahwa pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret dan peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

“Ini adalah arahan Bupati Sleman, bahwa UMKM, KDMP, dan MBG harus sama-sama sukses. Kita ingin setelah pertemuan ini ada produk yang ‘nyantel’, ada kemitraan yang terbangun, dan ada manfaat nyata bagi semuanya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara UMKM, koperasi, dan penyelenggara SPPG, sehingga pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Sleman.

Klinik Kesehatan KDMP Hargobinangun Hadir, Perluas Layanan Sosial Berbasis Koperasi

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menghadiri peresmian Gerai Klinik Kesehatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Hargobinangun yang berlokasi di Ruko Pasar Sompilan, Kapanewon Pakem, Selasa (10/2/2026).

Gerai Klinik Kesehatan KDMP Hargobinangun merupakan fasilitas layanan kesehatan yang dikelola oleh KDMP dengan tujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Klinik ini memberikan layanan gratis biaya administrasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Hargobinangun dan sekitarnya sebagai bentuk kepedulian koperasi terhadap kesejahteraan warga.

Keberadaan klinik kesehatan ini menjadi bagian dari pengembangan peran KDMP yang tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Layanan yang disediakan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan awal secara mudah dan terjangkau.

Peresmian tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Agung Armawanta, M.T., Panewu Kapanewon Pakem Tri Akhmeriyadi, S.P., M.Si., Lurah Hargobinangun Amin Sarjito, S.H., Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sleman Joko Widodo, Kapolsek Pakem, Babinsa Pakem, serta Ketua KDMP se-Kapanewon Pakem.

Dengan diresmikannya Gerai Klinik Kesehatan KDMP Hargobinangun, diharapkan layanan kesehatan berbasis koperasi dapat semakin mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga di wilayah Kapanewon Pakem.

Perkuat Mutu Produk, Dinas KUKM Sleman Gelar Pelatihan SNI Bina UMK

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan SNI Bina UMK pada Selasa (10/2/2026) bertempat di Ruang Rapat Nayotama, PLUT Sleman Unit 1. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.

Pelatihan tersebut menghadirkan Fernanda Shafira sebagai narasumber yang memberikan pemaparan terkait pengenalan Standar Nasional Indonesia (SNI) Reguler dan SNI Bina UMK. Selain itu, ia juga menjelaskan mekanisme pendampingan penerapan sertifikasi SNI yang difasilitasi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pendampingan teknis secara langsung kepada peserta, khususnya dalam pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS) guna memperoleh tanda SNI Bina UMK.

Melalui kegiatan ini, Dinas KUKM Sleman berharap para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya penerapan standar mutu produk. Program SNI Bina UMK diharapkan mampu mempermudah pelaku usaha dalam proses sertifikasi sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM.

Fernanda Shafira menyampaikan harapannya agar program SNI Bina UMK dapat diterapkan secara luas oleh pelaku usaha. “Harapannya, SNI Bina UMK ini dapat diterapkan oleh seluruh pelaku usaha, sehingga semakin banyak UMKM yang produknya terverifikasi SNI dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya.

RAT Primkop Kartika B-10 Medari, Kadis KUKM Sleman Tegaskan Sinergi TNI dalam Mendukung Pembangunan KDMP

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun serta menyukseskan Koperasi Desa Merah Putih. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan Primkop Kartika B-10 Medari yang digelar di Aula Kodim 0732/Sleman, Kamis (5/2/2026).

RAT resmi dibuka oleh Kepala Staf Kodim 0732/Sleman, Mayor CKE Hermanto, S.I.P. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota koperasi, serta Ketua Puskop Kartika B-10 Kodim 0732/Sleman, Kapten ARM Wahyu Kuncoro.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas KUKM Sleman menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi, karena koperasi adalah milik bersama seluruh anggota. Oleh karena itu, anggota memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan koperasi.

“RAT adalah forum tertinggi dalam berkoperasi. Koperasi ini milik anggota, sehingga anggota memiliki kewajiban untuk menghidupkan, membesarkan, dan mengembangkan koperasi melalui partisipasi aktif serta masukan yang konstruktif,” ujar Sutiasih.

Ia menambahkan keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap pelaksanaan RAT setiap tahun, tetapi juga dari kesehatan dan keberlanjutan usaha koperasi. Dengan jumlah anggota yang besar dan omzet koperasi yang telah mencapai miliaran rupiah, Sutiasih mendorong agar unit usaha koperasi terus dikembangkan secara inovatif dan berkelanjutan.

Selain itu, Sutiasih mendorong anggota koperasi untuk memiliki usaha produktif tambahan yang tidak mengganggu tugas utama, sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan kesiapan ekonomi, khususnya bagi anggota yang mendekati masa purnatugas.

“Koperasi hadir untuk menyejahterakan anggotanya. Kesejahteraan tidak hanya dilihat dari aspek materi, tetapi juga dari rasa syukur dan kebahagiaan. Namun demikian, koperasi harus terus berupaya meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggotanya,” tambahnya.

Menutup sambutan, Kepala Dinas KUKM Sleman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi dan berkoordinasi dengan koperasi, termasuk dalam mendukung program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Asah Strategi Usaha, Dinas KUKM Sleman Gelar Pembelajaran Business Model Canvas

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran mengenai Business Model Canvas (BMC) pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayotama PLUT Sleman Unit 1 dan diikuti oleh sembilan peserta pelaku usaha.

Pembelajaran BMC tersebut menghadirkan J. Rahmat Sudrajat, S.Pt., Konsultan PLUT Sleman Bidang Sumber Daya Manusia, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Rahmat menjelaskan bahwa Business Model Canvas merupakan alat strategis untuk membantu pelaku usaha memahami dan merancang model bisnis secara komprehensif.

Menurut Rahmat, melalui sembilan elemen utama dalam Business Model Canvas, pelaku usaha dapat menjabarkan arah dan tujuan bisnis yang dijalankan. “Business Model Canvas membantu kita menyusun kerangka usaha, menentukan arah pengembangan, serta merancang strategi bisnis yang akan diterapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan menggunakan BMC, pelaku usaha akan lebih mudah dalam menerapkan strategi usaha secara terstruktur dan terencana. “Dengan adanya BMC, strategi usaha menjadi lebih jelas dan mudah diaplikasikan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas KUKM Kabupaten Sleman berharap para peserta dapat meningkatkan pemahaman dalam menyusun model bisnis yang tepat sehingga mampu mendorong keberlanjutan dan pengembangan usaha masing-masing.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia