Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Mudah Dicari, Peluang Cuan Meningkat: UMKM Sleman Dilatih Optimalkan Google Business Profile

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Optimalisasi Google Business Profile bagi pelaku UMKM, bertempat di Ruang Rapat Nayotama PLUT Sleman Unit 1, pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh dua pelaku usaha.

Pelatihan tersebut menghadirkan Achmad Muzaki Bintar C, S.E., Konsultan PLUT Sleman Bidang Pembiayaan, sebagai narasumber. Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman teknis sekaligus praktik langsung mengenai cara memanfaatkan Google Business Profile sebagai sarana promosi usaha yang efektif dan mudah diakses oleh calon konsumen.

Bintar menjelaskan bahwa Google Business Profile memiliki peran penting dalam mendukung pemasaran UMKM, khususnya bagi pelaku usaha yang menjalankan produksi maupun penjualan dari rumah. Melalui optimalisasi profil bisnis di Google, lokasi usaha dapat terhubung langsung dengan Google Maps sehingga memudahkan konsumen menemukan tempat usaha.

“Pada kelas kali ini kita belajar bagaimana mengoptimalkan Google Business Profile. Ketika UMKM berproduksi atau berjualan di rumah, calon pembeli bisa langsung menemukan lokasi usaha melalui pencarian Google yang terhubung ke Google Maps. Profil usaha yang tersetting dengan baik akan memudahkan konsumen datang langsung ke tempat usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, optimalisasi Google Business Profile juga berpotensi meningkatkan kunjungan atau traffic ke lokasi usaha. Semakin mudah usaha ditemukan secara digital, maka peluang peningkatan penjualan pun semakin besar.

“Ketika usaha mudah dicari, otomatis peluang cuan juga semakin terbuka. Semakin banyak traffic, semakin banyak pula konsumen yang datang ke tempat usaha UMKM,” imbuhnya.

Melalui pelatihan ini, Dinas KUKM Kabupaten Sleman berharap pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal sebagai bagian dari strategi pemasaran, sehingga daya saing usaha dapat terus meningkat di tengah perkembangan ekonomi digital.

Dinas KUKM Sleman Bekali Pelaku Usaha Pemahaman Teknis NIB RBA

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman mengadakan pelatihan terkait Nomor Induk Berusaha Berbasis Risiko (NIB RBA) bagi pelaku usaha, yang berlangsung di Ruang Rapat Nayotama PLUT KUKM Sleman Unit 1, Senin (2/2/2026).

Pelatihan tersebut diikuti oleh lima pelaku usaha dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan teknis peserta dalam pengelolaan akun perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Narasumber pada kegiatan ini adalah Edi Santoso, S.Sn, selaku Konsultan PLUT Sleman Bidang Kelembagaan. Dalam pemaparannya, Edi menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada beberapa permasalahan yang sering dihadapi pelaku usaha dalam pengelolaan NIB RBA.

“Pada pelatihan hari ini kami fokus pada tiga hal utama, yaitu cara mengubah password akun OSS, penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), serta solusi apabila pelaku usaha lupa alamat email atau nomor telepon yang terdaftar pada akun OSS,” jelas Edi.

Selain itu, peserta juga mendapatkan tambahan materi terkait proses pembuatan beta poligon serta pengenalan awal mengenai sistem AMDALNET, sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan perizinan berbasis risiko.

Melalui pelatihan ini, Dinas KUKM Kabupaten Sleman berharap pelaku usaha dapat lebih mandiri dan tertib dalam mengelola perizinan usahanya, sehingga mampu mendukung legalitas usaha serta meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas KUKM Sleman Dorong Generasi Muda KOPMA UIN Jadi Kader Koperasi Desa Merah Putih

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., mendorong generasi muda Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UIN Sunan Kalijaga untuk tidak hanya aktif selama masa kuliah, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan koperasi desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih di daerah asal masing-masing setelah lulus nanti.

Hal tersebut disampaikan Sutiasih saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XLIII KOPMA UIN Sunan Kalijaga yang diselenggarakan di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus KOPMA UIN Sunan Kalijaga serta perwakilan KOPMA se-DIY.

Dalam sambutannya, Sutiasih mengapresiasi KOPMA UIN Sunan Kalijaga yang telah mengembangkan usaha koperasi berbasis konsumen sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa. Menurutnya, koperasi mahasiswa merupakan ruang strategis bagi generasi muda untuk membangun pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta keterampilan usaha yang akan menjadi bekal penting setelah lulus.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Pengalaman berorganisasi dan berwirausaha menjadi nilai tambah yang sangat penting agar mampu mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Sutiasih menekankan bahwa koperasi adalah milik anggota, sehingga partisipasi aktif mahasiswa menjadi kunci keberlanjutan koperasi. Ia mendorong pengurus untuk terus berinovasi, termasuk memanfaatkan teknologi digital dan pola komunikasi daring, agar partisipasi anggota tetap terjaga dan koperasi semakin inklusif.

Lebih lanjut, Sutiasih berharap kader-kader KOPMA UIN Sunan Kalijaga dapat membawa ilmu perkoperasian yang diperoleh selama kuliah ke tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai motor penggerak koperasi desa, khususnya dalam memperkuat Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.

“Ilmu koperasi ini sangat bermanfaat dan bisa diterapkan setelah lulus, baik untuk berwirausaha maupun berkontribusi membangun koperasi di desa. Generasi muda adalah harapan masa depan koperasi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjut Sutiasih, berkomitmen untuk terus mendukung dan membina koperasi mahasiswa agar tumbuh sehat dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan kader-kader koperasi yang siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat.

Koperasi Pekerja Jadi Instrumen Strategis Kesejahteraan Karyawan Saliman Group

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSPPS Suciati Saliman Sejahtera Tutup Buku Tahun 2025 yang diselenggarakan di Masjid Suciati Saliman, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota koperasi yang mayoritas merupakan pekerja di lingkungan Saliman Riyanto Group.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Setyo Hastuti, M.P., yang memberikan dukungan serta arahan strategis bagi pengembangan koperasi, khususnya dalam penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi anggota, dan pentingnya rebranding koperasi agar semakin dikenal dan diminati oleh seluruh pekerja.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan apresiasi tinggi kepada KSPPS Suciati Saliman Sejahtera yang dinilai mampu menyelenggarakan RAT secara tertib dan tepat waktu. Menurutnya, tidak semua koperasi mampu melaksanakan RAT, sehingga hal tersebut menjadi indikator penting bahwa koperasi dikelola dengan baik dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillah, koperasi ini dapat menyelenggarakan RAT. Forum ini sangat penting sebagai wadah musyawarah bagi anggota dan pengurus untuk mengevaluasi kinerja selama tahun 2025 serta menyusun program kerja ke depan agar koperasi semakin sehat dan berkelanjutan,” ujar Sutiasih.

Sutiasih secara khusus menyoroti keberadaan KSPPS Suciati Saliman Sejahtera sebagai koperasi pekerja, di mana sebagian besar anggotanya merupakan karyawan Saliman Riyanto Group. Ia menilai koperasi pekerja merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui skema non-upah.

“Koperasi ini adalah contoh nyata koperasi pekerja yang tumbuh dari, oleh, dan untuk pekerja. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja melalui penguatan koperasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutiasih mengungkapkan bahwa kinerja koperasi menunjukkan tren yang positif, ditandai dengan peningkatan modal usaha serta kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada tahun buku 2025. Hasil tersebut, kata dia, secara langsung dirasakan manfaatnya oleh para anggota.

Namun demikian, ia juga mendorong pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan partisipasi, mengingat jumlah pekerja di Saliman Riyanto Group mencapai sekitar 700 orang, sementara anggota koperasi baru sekitar 400 orang.

“Anggota adalah pemilik koperasi. Rasa memiliki itu penting. Maka perlu ada sosialisasi dan promosi yang lebih masif agar semakin banyak pekerja yang bergabung dan ikut membesarkan koperasi,” tambahnya.

Sutiasih juga menekankan pentingnya peran anggota sebagai duta koperasi, yang tidak hanya aktif dalam forum RAT, tetapi juga menyerap dan menyampaikan aspirasi rekan-rekan anggota lainnya demi kemajuan koperasi.

Mengakhiri sambutannya, Sutiasih secara resmi membuka RAT KSPPS Suciati Saliman Sejahtera dengan harapan forum tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik dan membawa koperasi menjadi semakin maju, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh anggotanya.

Perizinan hingga SDM Jadi Sorotan Diskusi UMKM Dinas KUKM Sleman

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Diskusi Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) UMKM yang membahas manajemen usaha pada lima aspek pokok, meliputi perizinan, pembiayaan, produksi, pemasaran, dan sumber daya manusia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayotama PLUT KUKM Sleman Unit 1 pada Rabu (28/1/2026).

Diskusi tersebut diikuti oleh dua peserta pelaku UMKM dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas pengelolaan usaha secara menyeluruh dan berkelanjutan. Melalui forum diskusi ini, peserta diajak untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha sekaligus menemukan solusi praktis yang dapat diterapkan.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah J. Rahmat Sudrajat, S.Pt., selaku Konsultan PLUT Sleman Bidang Sumber Daya Manusia. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengelolaan usaha yang terstruktur mulai dari aspek legalitas usaha, akses pembiayaan, efisiensi proses produksi, strategi pemasaran yang tepat, hingga penguatan kualitas SDM sebagai penggerak utama usaha.

Ia menekankan bahwa kelima aspek tersebut saling berkaitan dan harus dikelola secara seimbang agar UMKM dapat berkembang secara optimal. Dengan manajemen yang baik, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, produktivitas, serta keberlanjutan usahanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat segera menerapkan materi yang diperoleh dalam operasional usahanya sehari-hari, sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih baik dan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas serta kinerja usaha secara keseluruhan.

Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman Buka Rakerda DEKOPINDA, Tekankan Evaluasi dan Sinergi Koperasi

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kabupaten Sleman yang digelar di Aula Pangripta BAPPEDA Sleman, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari tamu undangan, pengurus koperasi, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Rakerda DEKOPINDA Kabupaten Sleman diselenggarakan dalam rangka evaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya serta penyusunan dan penyiapan program kerja yang akan berjalan. Evaluasi dan monitoring penting dilakukan untuk menilai sejauh mana program yang telah dilaksanakan mampu memberikan kemajuan serta manfaat nyata bagi koperasi di Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Pembukaan Rakerda ditandai dengan sambutan sekaligus arahan yang menekankan pentingnya evaluasi dan sinergi dalam memajukan koperasi di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Sutiasih menegaskan bahwa sebuah organisasi, termasuk DEKOPINDA, perlu secara berkala melakukan evaluasi terhadap kinerja dan program kerja yang telah dilaksanakan. Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memastikan bahwa keberadaan koperasi benar-benar memberikan dampak positif bagi anggotanya maupun bagi masyarakat luas.

“Kami berharap DEKOPINDA dapat terus berperan aktif dalam mendampingi, membimbing, mengarahkan, serta ikut berpartisipasi secara nyata dalam memajukan koperasi desa yang ada di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Rakerda ini juga menjadi kegiatan untuk pelaporan kinerja organisasi, meliputi pelaksanaan kegiatan, laporan keuangan, realisasi program, serta penyusunan program kerja tahunan DEKOPINDA Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara DEKOPINDA, gerakan koperasi, dan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sutiasih menyampaikan apresiasi kepada DEKOPINDA Kabupaten Sleman yang telah berinisiatif menyelenggarakan Rakerda. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik bagi DEKOPINDA dan koperasi-koperasi di Sleman untuk membuktikan peran aktifnya dalam mendorong perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa koperasi memiliki tugas utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya, baik melalui koperasi simpan pinjam maupun koperasi konsumen. Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Koperasi dan UKM, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan koperasi secara bersama-sama dengan DEKOPINDA.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiasih juga menanggapi perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sleman. Ia menyampaikan bahwa koperasi-koperasi yang telah berjalan diharapkan dapat memberikan solusi dan dukungan agar pergerakan KDMP di wilayah Sleman dapat berlangsung lebih cepat dan nyata. Saat ini, tercatat baru 32 KDMP yang telah beroperasi.

“Kami siap menindaklanjuti dan mendampingi untuk mendorong KDMP agar lebih semangat dan berkembang. Dukungan dari kelurahan serta kepercayaan diri pengurus menjadi kunci agar KDMP agar mampu memberikan dorongan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Menutup kegiatan, DEKOPINDA Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan UKM Sleman atas dukungan yang selama ini diberikan, serta kepada seluruh gerakan koperasi di Kabupaten Sleman atas partisipasi aktifnya dalam setiap kegiatan DEKOPINDA. Diharapkan, Rakerda ini mampu menghasilkan program-program kerja yang berkualitas dan menjadikan DEKOPINDA Kabupaten Sleman semakin maju, bermanfaat bagi gerakan koperasi, serta mendukung tugas Dinas Koperasi dan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Koperasi Polda DIY Raih Predikat Sehat, Kepala Dinas KUKM Sleman Apresiasi Kinerja Pengurus

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 Koperasi Simpan Pinjam Artha Mulia Polda DIY dan Koperasi Konsumen Cahaya Mulia Polda DIY. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Tlogo Nirmolo 1, Merapi Merbabu Hotel, Selasa (27/1/2026), dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota koperasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., Ketua Koperasi Konsumen Cahaya Mulia Kombes Pol Cahyani, S.E., M.Ec.Dev., serta Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sleman H. Sudiyo, S.Ag., M.Pd.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan apresiasi atas kinerja koperasi Polda DIY yang selama dua tahun berturut-turut berhasil meraih kategori koperasi sehat berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Dinas KUKM Kabupaten Sleman. Ia menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang menjadi sarana pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus media evaluasi dan pembelajaran bersama.

“RAT tidak hanya menjadi laporan kinerja pengurus selama satu tahun buku, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai kewirausahaan, tanggung jawab, transparansi, serta gotong royong. Koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan anggota, sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian,” ujar Sutiasih.

Lebih lanjut, Sutiasih menekankan pentingnya peran aktif anggota dalam memberikan masukan dan pengawasan agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Ia juga mendorong pengurus untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota secara responsif, profesional, dan akuntabel, mengingat kebutuhan anggota yang tidak terbatas pada jam kerja.

Sutiasih juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan. Menurutnya, evaluasi rutin melalui RAT menjadi momentum penting untuk memastikan koperasi berjalan sesuai ketentuan dan mampu memitigasi risiko yang mungkin timbul.

“Kemajuan koperasi sangat ditentukan oleh partisipasi anggotanya. Dengan berbelanja dan memanfaatkan layanan koperasi, maka sisa hasil usaha akan kembali kepada anggota. Koperasi adalah milik bersama, sehingga perlu dibesarkan secara gotong royong,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Sutiasih menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada jajaran Polda DIY atas penyelenggaraan RAT, serta berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik demi peningkatan kesejahteraan seluruh anggota koperasi.

Dorong Digitalisasi UMKM, Dinkop UKM Sleman Gelar Pelatihan Pembuatan Website Gratis

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Website Gratis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Senin (26/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayotama PLUT UMKM Sleman Unit 1 dan diikuti oleh 11 peserta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya website, sebagai sarana pemasaran produk dan penguatan identitas usaha. Di tengah perkembangan digitalisasi, website dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.

Narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Edi Santoso, S.Sn., selaku Konsultan PLUT Sleman Bidang Kelembagaan. Dalam paparannya, Edi menyampaikan materi terkait pembuatan website gratis yang dapat dimanfaatkan secara mudah dan berkelanjutan oleh pelaku UMKM.

“Pada kesempatan hari ini, kami memberikan materi terkait dengan pembuatan website gratis. Website ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi teman-teman UKM sebagai langkah menuju kesuksesan di bidang pemasaran,” ujar Edi.

Ia menjelaskan bahwa website yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut menggunakan platform Blogger atau Blogspot yang dapat diakses secara gratis dan digunakan seumur hidup. Menurutnya, pemilihan platform tersebut bertujuan agar pelaku UMKM dapat memiliki website dengan cepat tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Dengan menggunakan Blogger atau Blogspot, pelaku usaha bisa memiliki website gratis seumur hidup. Harapannya, melalui pelatihan ini, teman-teman pelaku usaha khususnya di Kabupaten Sleman dapat membuat website sendiri secara gratis dan dalam waktu yang paling cepat,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman berharap para pelaku UMKM semakin siap beradaptasi dengan transformasi digital dan mampu memanfaatkan website sebagai media promosi yang efektif untuk mendukung pengembangan usaha.

Dinas Koperasi & UKM Sleman Tekankan Inovasi Produk Lokal dalam MUSKAB FORKOM UMKM Sleman

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri kegiatan Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman Periode 2022–2025, Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis, (22/01/2026).

MUSKAB Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman diikuti oleh 85 peserta yang merupakan perwakilan Forum Komunikasi UMKM tingkat kalurahan se-Kabupaten Sleman, serta melibatkan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kegiatan MUSKAB dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. Dalam sambutannya, Sutiasih menegaskan bahwa Forum Komunikasi UMKM memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara pelaku UMKM dengan pemerintah daerah.

“Forum Komunikasi UMKM menjadi jembatan penting dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan pelaku UMKM kepada pemerintah daerah, sekaligus sebagai mitra strategis dalam perumusan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM,” ujar Sutiasih.

Sutiasih juga menekankan pentingnya semangat “Geber Gaspol” (Gerakan Bersama Gunakan Selalu Produk Berbahan Baku Lokal) sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Sleman.

“Produk UMKM tidak boleh berhenti pada kondisi yang stagnan. Pelaku UMKM harus terus melakukan inovasi dan modifikasi produk agar lebih menarik dan memiliki nilai tambah, serta didukung oleh komunikasi yang baik dan respons pelayanan yang optimal kepada konsumen,” tambahnya.

Selain agenda pemilihan kepengurusan baru dan evaluasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), MUSKAB Forum Komunikasi UMKM juga menghasilkan sejumlah rumusan dan poin usulan strategis yang akan menjadi rekomendasi dalam penyusunan program kerja ke depan, agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan UMKM saat ini.

Melalui kegiatan MUSKAB ini, diharapkan tidak hanya terbentuk kepengurusan baru yang solid, tetapi juga tersusun strategi organisasi yang komprehensif dalam penguatan kualitas produk, pengembangan pemasaran, serta peningkatan daya saing UMKM di Kabupaten Sleman.

Koperasi Mapan Sejahtera UNY Konsisten Gelar RAT Tepat Waktu, Dapat Apresiasi Pemkab Sleman

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 Koperasi Mapan Sejahtera Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Teater Gedung Program Magister Doktor (PMD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY dan diikuti oleh 158 peserta.

RAT tersebut juga dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, jajaran pengurus dan pengawas koperasi, serta seluruh anggota Koperasi Mapan Sejahtera.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan komitmen Koperasi Mapan Sejahtera dalam mengelola organisasi secara profesional. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi dan UKM senantiasa mendorong koperasi untuk dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Pelaksanaan RAT secara rutin dan tepat waktu merupakan indikator penting koperasi yang sehat dan aktif. Oleh karena itu, kami mengapresiasi Koperasi Mapan Sejahtera yang telah menyelenggarakan RAT sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Sutiasih.

Ia menambahkan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi anggota dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat gotong royong.

Sutiasih juga berharap RAT tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan perencanaan program kerja yang matang, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut selaras dengan motto Koperasi Mapan Sejahtera yang mengedepankan nilai profesional, amanah, sejahtera, tertata, dan inovatif.

Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk terus memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi dengan menjaga nilai-nilai kebersamaan, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap pengambilan keputusan.

“Dengan semangat kebersamaan dan sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah daerah, kami yakin koperasi ini akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan anggota, masyarakat, dan pembangunan daerah,” imbuhnya.

Rapat Anggota Tahunan Koperasi Mapan Sejahtera UNY menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi serta mendorong keberlanjutan koperasi sebagai wadah ekonomi bersama yang tangguh dan mandiri.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia