Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menerima tamu kunjungan kerja dari rombongan DPRD Kabupaten Jombang pada Selasa (8/10). Rombongan tersebut diterima oleh Kepala Bidang Usaha Mikro, Christiana Rini Puspitasari di Ruang Rapat Paramadhana II Dinkop UKM Sleman.
Sebagai informasi, studi banding ini dilakukan dalam rangka mempelajari penyusunan dan rancangan peraturan daerah tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro.
Rombongan Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan mengunjungi Sleman untuk mempelajari pengembangan UMKM, utamanya bagi para perajin pemintalan benang dari bahan alam, pada Jumat (21/10). Rombongan tersebut terdiri atas Staf Ahli Walikota Prabumulih Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Mulyadi; Staff Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Hany Variaty; Kabid Sosial dan Pemerintahan Balitbang, Diana Deprianti; Analis pemanfaatan IPTEK, Zulkarnain; serta Analis Data Ilmiah, Yeni Vitrianty.
Adapun rombongan diterima Kepala Dinas KUKM Sleman, R Haris Martapa di ruangan kerjanya. Selanjutnya, mereka melaksanakan kunjungan lapangan ke Sentra Perajin Benang di Kedungprahu, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Sleman.
Dalam rangka mendukung program peningkatan kapasitas UMKM, Baznas Sleman dan Bank Sleman bekerjasama dengan Pemkab Sleman menggelar acara ‘UMKM Gumregah Pemasaran’ di Aula Bank Sleman, pada Jumat (21/10). Hadir pada kesempatan tersebut yakni Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang datang untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan acara. Hadir juga pada kesempatan itu yakni Ketua Baznas Sleman, Kriswanto; Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit; dan Kepala Dinas KUKM Sleman, R Haris Martapa.
Adapun acara ini diisi dengan penyampaian sejumlah materi dari narasumber terkait dengan tema pengembangan UMKM, khususnya dalam hal pemasaran.
Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara punya resep jitu dalam membangun koperasi di era yang penuh tantangan dewasa ini. Menurut dia, penting artinya untuk menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki di antara para anggota terhadap koperasinya. Sehingga dengan demikian, para anggota koperasi ini tidak hanya ditempatkan sebagai nasabah seperti halnya dengan yang terjadi di industri perbankan. Namun mereka dirangkul menjadi keluarga besar yang akan menopang koperasi ke depannya.
Hal itu disampaikan Kamaruddin saat menerima kunjungan studi banding dari KSPPS Puskopsyah Formes Sleman di Gerai Tangerang Gemilang (GTG), Cikupa, Tangerang, pada Selasa (19/10).
Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi, dan UKM memberikan fasilitasi halal gratis dengan kuota sebanyak 1.032 UMKM. Fasilitasi ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Diharapkan melalui fasilitasi tersebut, maka akan semakin banyak produk UMKM yang tersertifikasi halal. Sehingga akan menambah legalitas dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk yang diperjualbelikan.
Hal itu merupakan salah satu materi yang dibahas dalam acara sosialisasi fasilitasi halal gratis dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Ruang Nayotama PLUT KUKM Sleman pada Selasa (18/10).
SLEMAN – Bisnis fesyen diyakini tak akan pernah habis. Mengingat tren bisnis fesyen terus berkembang dan sudah menjadi suatu kebutuhan. Demikian sebagaimana yang dipaparkan Nyudi Dwijo Susilo saat acara Gathering Alumni Bimtek Dinkop UKM Sleman 2022 di Joglo Pagelaran, Puri Mataram Sleman pada Jumat (14/10).
Nyudi menjadi salah satu narasumber dalam acara yang dihadiri 135 orang peserta dari berbagai kapanewon di Sleman tersebut. Ia mengetengahkan materi tentang tren bisnis fesyen di tahun 2023.
Dalam paparannya, Nyudi secara khusus melihat potensialnya tren bisnis fesyen muslim. Ini didsarkan pada fakta bahwa pasar busana muslim sangat terbuka luas.
Untuk diketahui, saat ini terdapat 1,8 miliar jumlah penduduk muslim di dunia atau 24 persen dari total populasi dunia. Di Indonesia, 87 persen penduduknya adalah muslim. Ini membuat Indonesia menjadi konsumen busana muslim terbesar ketiga di dunia.
Tak hanya itu saja, perputaran uangnya pun sangat besar, yakni mencapai 20 miliar dolar atau setara dengan 300 triliun rupiah.
“Tahun 2018 – 2019 ekspor fashion muslim Indonesia masuk ke urutan 3 setelah Turki dan Uni Emirat arab,” katanya.
Oleh sebab itu, tren bisnis busana muslim sangat terbuka luas dan siap dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah.
Namun dirinya menggaris bawahi bahwa para pelaku usaha harus selalu up to date terhadap tren fesyen, harus mampu menentukan segmentasi dan target pasar secara spesifik dan jelas, serta menguasai product knowledge.
Selain itu, para pelaku usaha yang ingin terjun di bisnis ini juga harus memiliki koneksi yang luas, mampu menjaga kualitas produk, serta bisa mengaplikasikan strategi digital yang disesuaikan dengan produknya.
Sebagai informasi, acara ini diikuti para pelaku usaha yang pernah mengikuti serangkaian kegiatan bimbingan teknis yang diselengggarakan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sepanjang tahun 2022. Ke-135 orang peserta itu, terbagi ke dalam 6 angkatan bimtek yang berasal dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman. (*)
Sebanyak 135 orang pelaku usaha ikut serta dalam acara Gathering Alumni Bimtek yang digelar di Joglo Pagelaran, Puri Mataram Sleman pada Jumat (14/10). Mereka adalah para pelaku usaha yang pernah mengikuti serangkaian kegiatan bimbingan teknis yang diselengggarakan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sepanjang tahun 2022
Sebanyak 135 orang pelaku usaha ikut serta dalam acara Gathering Alumni Bimtek yang digelar di Joglo Pagelaran, Puri Mataram Sleman pada Jumat (14/10). Mereka adalah para pelaku usaha yang pernah mengikuti serangkaian kegiatan bimbingan teknis yang diselengggarakan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sepanjang tahun 2022. Ke-135 orang peserta itu, terbagi ke dalam 6 angkatan bimtek yang berasal dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman memberikan sejumlah pandangan dalam kegaiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM berupa Rumah Produksi Bersama Produk Susu yang digelar di The Atrium Hotel pada Jumat (14/10).