Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Wakil Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Langsung Koperasi Desa Merah Putih di Sleman

SLEMAN – Menerima kunjungan kerja Wakil Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dr. M. Qodari bersama Tim Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) pada Kamis, 3 Juli 2025. Kunjungan ini berlangsung di tiga lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, KDMP Sinduadi, dan diakhiri di Pendopo Parasamya, Komplek Kantor Bupati Sleman.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring lapangan terkait penyelenggaraan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sleman. Fokus pembahasan mencakup kesiapan dan kondisi pelaksanaan koperasi desa, tantangan serta peluang dalam penguatan model koperasi desa sebagai pilar ekonomi kerakyatan, hingga penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengesahan Badan Hukum KDMP.

Dalam kunjungannya, M. Qodari meninjau langsung gerai-gerai KDMP di Kalurahan Tamanmartani dan Sinduadi. Ia melihat secara dekat bagaimana koperasi desa ini dikelola oleh masyarakat dan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal. Menurutnya, KDMP bukan hanya menjadi wadah ekonomi bersama, tapi juga cermin kemandirian desa dalam membangun kekuatan ekonomi dari bawah.

“Saya mengapresiasi atas terbentuknya KDMP di seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman. Ini adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kemandirian desa. Selanjutnya, akan dilakukan pelatihan peningkatan kapasitas SDM bagi pengurus dan pengawas KDMP, termasuk bimbingan teknis terkait manajemen dan regulasi perkoperasian,” ungkap Qodari.

Dalam kesempatan tersebut, M. Qodari juga secara simbolis menyerahkan SK Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia kepada seluruh koperasi desa yang telah terbentuk di Kabupaten Sleman. Total sebanyak 86 KDMP telah resmi berbadan hukum dan siap beroperasi sebagai lembaga ekonomi desa yang sah.

Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri berperan aktif dalam mendorong kemajuan KDMP. Pemkab memfasilitasi pembiayaan pembuatan akta notaris serta memberikan pendampingan intensif untuk memastikan kelengkapan administrasi dan dokumen hukum yang dibutuhkan oleh masing-masing koperasi.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman Gelar Workshop Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Turi

SLEMAN – Dalam upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman dengan Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Turi bekerja sama PT. Jogja Tama Tri Cita (JTTC) menggelar Workshop Pemasaran Online yang diikuti oleh 50 pelaku UMKM lokal, bertempat di Omah Partoredjan Turi, Sleman, pada tanggal 2-3 Juli 2025.

Workshop yang mengangkat strategi pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing umkm lokal, dengan tujuan memberikan pemahaman praktis dan keterampilan teknis kepada para pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar. Materi yang disampaikan pada hari pertama mencakup pengenalan platform digital, pembuatan konten promosi, pengelolaan media sosial, serta penggunaan marketplace dan aplikasi pendukung usaha.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Jaringan Usaha Kemitraan, Sri Wara Nusandari, SE, MM beserta Sekretaris Perusahaan JTTC secara resmi, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa digitalisasi adalah kunci bagi keberlangsungan UMKM di masa kini dan masa depan. “Kami berharap pelatihan ini mampu mendorong UMKM di wilayah Turi untuk naik kelas dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar beliau.

Narasumber dalam workshop ini berasal dari praktisi digital marketing, pelaku UMKM sukses, serta tim dari Jogja Tama Tri Cita. Sesi pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung serta diskusi interaktif agar peserta bisa langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, dalam kesempatan tersebut, juga menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pelaku usaha. “Forum ini menjadi wadah saling belajar dan mendukung satu sama lain agar UMKM di Turi semakin tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Ardi.

Pada dihari kedua juga diberikan motivasi oleh Panewu Turi Joko Susilo, S.P., M.Si dan Kepala Bidang Usaha Mikro, Sri Wahyuni Budiningsih, SE, M.Si semua untuk mkemajuan UMKM akan didukung penuh oleh pemerintah namun dengan semangat gotong royong bersama, ungkap inti sampaian dari kedua beliau tersebut. Dan pada hari ini juga didatangkan mitra bisnis yang harapannya mampu menjalin Kerjasama dengan UMKM yang ada di Kapanewon Turi, seperti Hamzah Batik Kaliurang, Toko Oleh-oleh Moetilan, Bakpia Juwara Satoe, Toko Mekar Jaya, Toko Cani, Desa Wisata Gabugan, Desa Wisata Pancoh, Desa Wisata Wonokerto, Pondok Makan Morolejar, dan Resto Baledono.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk peningkatan kapasitas pemasaran digital yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di Kapanewon Turi, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama antar pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Sleman Jadi Narasumber di Program Srawung Sleman: Bahas UMKM Naik Kelas

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., hadir sebagai narasumber dalam program Srawung Sleman dengan tema “Sudahkah UMKM Sleman Naik Kelas?” yang diselenggarakan pada Rabu, 2 Juli 2025, bertempat di Garden Lantai 1, Sleman City Hall.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber lainnya, antara lain H. Suryana, A.Md., Kes. dan H. Wawan Prasetia, S.E., M.M. yang merupakan anggota Komisi C DPRD Sleman, serta pelaku UMKM Sleman Henry Kusuma, seorang penggerak UMKM berbasis olahan singkong dan keju.

Dalam paparannya, Dra. Tina Hastani menyoroti salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM, yakni pada aspek pemasaran.

“Permasalahan yang paling krusial itu ada di pemasaran. Modal punya, produk juga punya, tetapi tidak ada yang beli. Untuk itu kami menghadirkan pelatihan-pelatihan untuk mendukung aspek pemasaran UMKM,” ujar Tina.

Lebih lanjut, Tina juga menyampaikan bahwa sejumlah produk UMKM asal Sleman telah berhasil menembus pasar yang lebih luas.

“Produk UMKM Sleman ada yang sudah masuk ke Bandara YIA. Selain itu, juga telah diterbitkan Perbup yang mengatur bahwa minimal 30% produk yang dijual di toko atau warung Laba wajib berasal dari UMKM Sleman,” tambahnya.

Diskusi ini menjadi ruang srawung yang bermakna antara pemangku kebijakan, legislatif, dan pelaku usaha untuk bersama-sama mendorong UMKM Sleman agar semakin naik kelas dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Sleman Tekankan Peran Gotong Royong dalam Penguatan Koperasi

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., tampil sebagai narasumber dalam acara Ranah Publik yang disiarkan langsung oleh TVRI Yogyakarta pada Senin, 30 Juni 2025, pukul 15.00–16.00 WIB. Acara ini mengangkat tema “Peran Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Sleman”.

Dalam diskusi tersebut, Tina hadir bersama dua narasumber lainnya, yakni Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Muh. Zuhdan, S.Pd., M.A.P., serta Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Sleman, H. Sudiyo, S.Ag., M.Pd.

Dalam pemaparannya, Tina menekankan bahwa koperasi sejatinya merupakan cerminan semangat gotong royong yang telah lama mengakar dalam budaya bangsa Indonesia. “Siapa yang bisa menyangkal bahwa gotong royong bukan bagian dari identitas bangsa kita? Sejak masa perjuangan kemerdekaan, kita mampu melawan senapan api hanya dengan bambu runcing—itu semua karena kekuatan gotong royong,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kolektif inilah yang menjadi prinsip dasar koperasi, di mana semua anggota bekerja bersama, saling menopang, dan menikmati hasil secara adil. Dengan memperkuat koperasi, lanjut Tina, masyarakat tidak hanya diberdayakan secara ekonomi, tetapi juga diajak untuk membangun solidaritas sosial yang kokoh.

Acara tersebut menjadi ruang dialog publik yang produktif dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, serta gerakan koperasi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Pelantikan Anggota Baru Saka Wirausaha Sleman 2025, Cetak Generasi Muda Siap Berwirausaha

SLEMAN – Sebanyak 17 anggota baru resmi dilantik dalam kegiatan Pelantikan Anggota Saka Wirausaha Sleman Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Minggu, 29 Juni 2025, di Kampung Pramuka Sangurejo, Sleman. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan orientasi calon anggota Saka Wirausaha Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Saka Wirausaha Kwarcab Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman. Ke-17 peserta yang terdiri dari 7 putra dan 10 putri ini kini resmi menjadi bagian dari Saka Wirausaha Sleman.

Dalam sambutannya, Dra. Tina Hastani menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pendamping, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga memberikan motivasi kepada para anggota baru agar terus semangat dalam menimba ilmu dan berproses menjadi wirausaha muda yang tangguh.

“Jadi pengusaha tidak harus menunggu tua. Ilmu tidak untuk disimpan, tetapi harus diterapkan dan diajarkan,” ujarnya, menginspirasi para peserta.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi muda Sleman yang tidak hanya aktif dalam kepramukaan, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia usaha di masa depan.

Orientasi Saka Wirausaha Sleman Tahun 2025: Dorong Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bersama dengan Kwartir Cabang Sleman menyelenggarakan kegiatan Orientasi Calon Anggota Saka Wirausaha pada 28–29 Juni 2025 bertempat di Kampung Pramuka Sangurejo, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 calon anggota Saka Wirausaha.

Kegiatan dibuka secara simbolis dengan penyematan tanda peserta oleh Sekretaris Majelis Pembimbing Saka Wirausaha Sleman yang juga sebagai Sekretaris Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Siti Istiqomah Tjatur S, ST, M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

“Orientasi ini merupakan langkah awal untuk menumbuhkan generasi wirausaha muda yang kreatif, mandiri, dan inovatif,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai pembekalan seputar kewirausahaan, mulai dari materi dasar-dasar wirausaha, membangun jiwa wirausaha, hingga praktek berwirausaha di sekitar lokasi perkemahan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata serta memotivasi peserta untuk mengenal lebih dekat dunia usaha.

Tak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan dinamika kelompok dan forum diskusi antar peserta sebagai sarana memperkuat solidaritas, kerja sama, dan pertukaran ide antar peserta.

Dengan semangat Berwirausaha Sejak Pramuka, Orientasi Calon Anggota Saka Wirausaha Sleman menjadi langkah awal dalam membentuk kader muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui jalur kewirausahaan.

Bimtek Manajemen Keuangan dan Akses Permodalan Usaha (PUPM) Kalurahan Purwomartani, Kalasan

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku UMKM melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Keuangan dan Akses Permodalan Usaha (PUPM) yang digelar selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (24–26 Juni 2025), di Joglo “Kamulyaan”, Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Sebanyak 25 pelaku UMKM dari wilayah Kalurahan Purwomartani yang telah terseleksi berdasarkan kriteria tertentu mengikuti bimtek ini secara antusias. Kegiatan ini merupakan program PUPM Kalurahan Purwomartani yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam hal pengelolaan keuangan usaha serta mempermudah akses terhadap permodalan.

Dalam pembukaan kegiatan, Lurah Purwomartani, H. Semiono, memberikan sambutan sekaligus menjadi salah satu narasumber. Selain itu, sesi pemaparan materi juga diisi oleh tim pemateri dari CV. Nuswantara Mind, yang menghadirkan berbagai topik penting dan aplikatif bagi pelaku UMKM.

Adapun materi yang disampaikan meliputi:

  • Pengenalan Pelaporan Keuangan UMKM
  • Laporan Laba Rugi: Fungsi dan Cara Menyusun
  • Neraca & Neraca Saldo untuk UMKM
  • Arus Kas: Pemahaman dan Manfaat Bagi Usaha
  • Pengenalan Penganggaran & Perencanaan Keuangan
  • Rasio Keuangan Sederhana & Analisis UMKM
  • Tinjauan Aplikasi LAMIKRO: Pengenalan Fungsi & Fitur
  • Simulasi Mencatat Transaksi di Aplikasi LAMIKRO
  • Praktik Individu/Kelompok melalui Studi Kasus di LAMIKRO

Kegiatan ini juga menekankan pada pendekatan praktis, di mana peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi penggunaan aplikasi LAMIKRO sebagai alat bantu pencatatan keuangan UMKM.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengelola keuangan usahanya secara lebih baik dan profesional, serta siap untuk menjangkau akses permodalan yang tersedia, demi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Pelaku UMKM Harjobinangun Ikuti Bimtek Manajemen Keuangan dan Akses Permodalan Usaha

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Keuangan dan Akses Permodalan Usaha bagi pelaku UMKM Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem, pada 24–26 Juni 2025. Kegiatan berlangsung di Waroeng Nyamleng Jogja, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Sebanyak 25 pelaku UMKM yang telah diseleksi mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan peserta program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang digagas oleh Kalurahan Harjobinangun. Bimtek ini menghadirkan narasumber dari PT Jogja Tama Tri Cita (JTTC), serta didukung penuh oleh Pemerintah Kalurahan Harjobinangun, yang dalam hal ini diwakili oleh Lurah Harjobinangun, Fajar Akbar Kurniawan, S.E., M.Si.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan keuangan usaha.

Pada hari terakhir kegiatan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., turut hadir dan memberikan sambutan. Dalam arahannya, Dra. Tina menyampaikan bahwa manajemen keuangan merupakan salah satu pekerjaan rumah (PR) besar yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM.

“Manajemen keuangan bukan hanya tentang mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga tentang bagaimana pelaku usaha bisa merencanakan keuangan dengan baik untuk keberlangsungan usaha mereka. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” ujar Tina Hastani.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengelola usahanya secara lebih profesional, terutama dalam hal pencatatan dan perencanaan keuangan, serta memiliki akses yang lebih terbuka terhadap sumber pembiayaan usaha. Selain itu, pemahaman terhadap teknologi keuangan seperti aplikasi akuntansi dan sistem pembayaran non tunai juga diharapkan menjadi nilai tambah bagi pengembangan usaha mereka di masa depan

Workshop Forum Komunikasi UMKM Seyegan: Perkuat Jaringan dan Kemitraan Strategis Pelaku UMKM Sleman

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Mitajani Training & Consultant sukses menggelar Workshop Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Seyegan pada 23–24 Juni 2025. Bertempat di Restoran Taman Pringsewu Jogja, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan jaringan kemitraan pelaku UMKM di wilayah Seyegan.

Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Jaringan Usaha & Kemitraan, Sri Wara Nusandari, S.E. Dalam sambutannya, Wara menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan perluasan jejaring pelaku UMKM. Ia berharap forum ini mampu menjadi motor penggerak lahirnya kemitraan strategis yang saling menguntungkan.

Hari pertama workshop diisi dengan pelatihan intensif bersama narasumber dari Mitajani Training & Consultant. Materi yang disampaikan meliputi penguatan kelembagaan UMKM, komunikasi efektif dalam organisasi, hingga penyusunan AD/ART dan pembagian tugas organisasi. Sesi tersebut juga difasilitasi langsung oleh pengurus Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman.

Pada hari kedua, kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan dari Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan serta para ulu-ulu dari Kalurahan Margomulyo, Margodadi, dan Margoluwih. Kehadiran mereka memperkaya diskusi dalam forum yang berlangsung secara hangat dan produktif, membuka ruang sinergi antar-stakeholder untuk mendukung penguatan UMKM lokal secara konkret.

Salah satu agenda unggulan adalah temu kemitraan, yang mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra strategis dari berbagai sektor. Beberapa mitra yang hadir di antaranya Manna Kampus, Bank Mandiri, Bank BNI, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Kanes Bakery and Cookies, Amanda Brownies, Jejamuran Resto, Bakpia Kencana, Papa Cookies, Toko Progo, dan Grand Keisha Hotel. Forum ini membuka peluang kerja sama dalam akses pasar, pembiayaan, hingga distribusi produk UMKM.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi, demi terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Sleman Bahas Pentingnya Branding Bagi Pelaku UMKM

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., menghadiri Seminar Branding UMKM yang digelar di Ruang Rapat Paramadhana 1 Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Selasa (24/6).

Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Kelas B dan diikuti oleh sekitar 50 pelaku UMKM dari wilayah Sleman. Seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya branding sebagai strategi pemasaran usaha.

Dalam sambutannya, Tina menyampaikan bahwa UMKM saat ini menghadapi empat tantangan besar, yakni:
1. Sumber Daya Manusia (SDM),
2. Sarana dan Prasarana,
3. Produksi – banyak UMKM yang masih kesulitan memenuhi pesanan dalam jumlah besar,
4. Pemasaran – bukan soal modal, melainkan kemampuan menjual produk yang menjadi kunci keberlanjutan usaha.

“Branding adalah salah satu strategi penting dalam memasarkan produk. Dari perizinan, penamaan produk, hingga pembuatan konten yang menarik—semua menjadi bagian dari upaya membangun citra dan kepercayaan konsumen,” jelas Tina.

Seminar ini diharapkan mampu membuka wawasan para pelaku UMKM tentang cara membangun branding yang efektif, sehingga produk mereka lebih dikenal luas dan berpotensi meningkatkan omzet penjualan.

Dengan bekal ilmu dari seminar ini, UMKM di Sleman diharapkan semakin siap menghadapi persaingan pasar, baik lokal maupun global.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tersedia