Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Kelas Pendampingan Pasca Bimtek PUPM Kalurahan Banyuraden: Dorong UMKM Urus NIB dan Sertifikat Halal

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menggelar Kelas Pendampingan Pasca Bimtek Pendampingan Pengurusan Perizinan (PUPM) bagi pelaku UMKM Kalurahan Banyuraden, Gamping. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Aula GOR Kalurahan Banyuraden, Gamping Sleman.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) sebelumnya, yang bertujuan untuk mempercepat kepemilikan legalitas usaha oleh pelaku UMKM, khususnya dalam hal pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal Self Declare.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan 25 pelaku usaha terpilih dari Kalurahan Banyuraden yang memenuhi kriteria, yaitu pelaku usaha yang belum memiliki perizinan usaha. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 8 peserta hadir secara langsung dalam kelas pendampingan ini.

Dalam pelaksanaannya, narasumber dari tim CV Nuswantara Mind memberikan pendampingan teknis kepada peserta. Adapun materi yang disampaikan meliputi:

  1. Sosialisasi dan input data untuk penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha)
  2. Sosialisasi dan input data untuk pembuatan Sertifikat Halal Self Declare
  3. Sesi tanya jawab interaktif seputar perizinan usaha

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh legalitas dasar usaha mereka, berupa NIB dan sertifikat halal, sehingga lebih siap dalam menghadapi tantangan usaha serta dapat mengakses program-program pembinaan dan fasilitasi pemerintah.

Pelatihan Penguatan Kelembagaan Koperasi Bagi Pengurus dan Pengawas

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Koperasi Bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 23–25 Juni 2025, bertempat di The Atrium Hotel and Resort Yogyakarta.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri dari 25 pengurus dan 25 pengawas koperasi, sebagai perwakilan dari koperasi-koperasi binaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan koperasi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Koperasi, Ibu Dewi Pratika Damayanti, SE, ME. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah terhadap koperasi, terutama koperasi-koperasi baru yang memerlukan penguatan kelembagaan serta manajemen yang profesional dan akuntabel. “Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengurus dan pengawas koperasi semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga koperasi dapat berjalan dengan sehat dan mandiri,” ujarnya.

Para peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan yang disampaikan oleh narasumber berpengalaman di bidang perkoperasian. Materi mencakup regulasi dan kebijakan terkini, tata kelola organisasi koperasi, transparansi pengelolaan usaha, serta praktik-praktik terbaik dalam penguatan lembaga koperasi.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan koperasi di Sleman semakin tangguh dan mampu menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang profesional dan berkelanjutan.

Dinas Koperasi & UKM Sleman Terima Kunjungan Dari (PKP) Pusdikmin Lemdiklat Polri

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi dari rombongan Pusat Pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lemdiklat Polri di Ruang Rapat Paramadhana 1, Jumat, 20 Juni 2025, Rombongan yang dipimpin oleh AKBP Rachmat K, S.S., S.H., M.H., M.A.P., selaku Kepala Bagian Pendidikan dan Latihan, disambut langsung oleh Kepala Dinas Koperasi & UKM Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M.

Dalam pertemuan ini, Dra. Tina Hastani memaparkan berbagai program strategis pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman, terutama dalam kaitannya dengan upaya pengentasan kemiskinan. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan daerah terkait perizinan usaha mikro, pembentukan forum komunikasi UMKM, hingga berbagai bentuk fasilitasi dan inovasi layanan seperti inkubator kewirausahaan serta program pelatihan dan pembiayaan UMKM.

“Dengan pendekatan menyeluruh mulai dari peningkatan kapasitas SDM, kemudahan legalitas, hingga akses pembiayaan, Sleman berkomitmen menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah sekaligus instrumen strategis pengentasan kemiskinan,” ujar Tina dalam paparannya.

AKBP Rachmat menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan penjelasan komprehensif dari Dinas Koperasi & UKM Sleman. Ia menilai bahwa praktik baik yang dilakukan Pemkab Sleman dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan program pelatihan dan pemberdayaan yang dilaksanakan di lingkungan Polri, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama. Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, pihak Pusdikmin Polri turut menyerahkan beberapa produk UMKM dari daerah asal rombongan kepada Dinas Koperasi & UKM Sleman, sebagai simbol kolaborasi dan semangat saling berbagi antarwilayah dalam mendukung kemajuan UMKM.

Menteri Koperasi RI Resmikan dan Serahkan SK Badan Hukum Tiga Koperasi Desa Merah Putih di Sleman

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri acara peresmian sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Badan Hukum untuk tiga Koperasi Desa Merah Putih oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, pada Minggu (15/6), bertempat di aula Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Sleman. Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

SK Badan Hukum diserahkan kepada tiga koperasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Tamanmartani, Kalurahan Sinduadi, dan Kalurahan Sidomulyo. Sebagai tanda peresmian dan legalitas, Menteri Koperasi RI turut menandatangani prasasti bagi ketiga koperasi tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sleman juga menandatangani Berita Acara Pengharmonisan Rancangan Peraturan Gubernur dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Koperasi Desa Merah Putih, disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi RI dan Gubernur DIY.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menjelaskan bahwa sebagai tindak lanjut atas Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan berbagai langkah. Di antaranya, sosialisasi percepatan pembentukan koperasi oleh Bupati Sleman kepada seluruh Panewu dan Lurah pada 5 Mei 2025, serta penerbitan Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0258 Tahun 2025 mengenai hal tersebut.

Danang menambahkan, seluruh kalurahan di Sleman telah melaksanakan musyawarah khusus untuk pembentukan Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih, di mana pengurus dan pengawasnya sudah dipilih melalui Muskalsus. Gerai Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih nantinya akan mencakup kantor koperasi, usaha sembako, simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, cold storage/pergudangan, serta logistik desa yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing kalurahan.

“Hingga saat ini sudah terbentuk tiga Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih di Sleman. Sementara 83 kalurahan lainnya sedang dalam proses pembentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap Koperasi Merah Putih dapat dikelola secara profesional dari sisi manajemen, organisasi, dan kepastian hukum. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar program ini sukses, khususnya di DIY yang menjadi model nasional.

“Jogja sebagai model tidak boleh gagal. Kalau sudah jadi model, harus berhasil,” tegasnya.

Menteri Koperasi RI mengapresiasi komitmen Pemda DIY dan Pemkab Sleman yang telah menyelesaikan tahap pertama, yakni legalitas, dalam implementasi program Koperasi Merah Putih. Ia optimistis DIY mampu menjadi contoh provinsi pelaksana Koperasi Merah Putih di Indonesia.

“Saya hadir di sini karena yakin DIY akan jadi provinsi percontohan Koperasi Merah Putih Indonesia,” ucapnya.

Hingga kini, disebutkan sudah terbentuk 79.882 koperasi di seluruh Indonesia yang mengantongi legalitas. Tahap berikutnya adalah pembangunan dan pengoperasian, disusul monitoring, evaluasi, dan pengembangan usaha.

Festival Kopi Merapi 2025: Perkuat Ekosistem Kopi Sleman, Hadirkan 5000 Cup Kopi Gratis untuk Masyarakat

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Kopi Merapi pada 13 hingga 14 Juni 2025 di area parkir Lapangan Denggung, Sleman. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkenalkan Kopi Merapi — kopi kebanggaan warga Sleman — kepada masyarakat lebih luas.

Sebanyak 5000 cup Kopi Merapi disediakan secara gratis bagi para pengunjung untuk menikmati cita rasa kopi yang ditanam di lereng Gunung Merapi. Festival ini mengusung tema “Merapi Coffee Culture — Teko Puyeng Bali Seneng Tur Ngganteng”, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kebanggaan akan budaya kopi lokal.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Sleman untuk mendukung promosi Kopi Merapi sekaligus memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. “Jika kita bicara kopi, di situ ada petaninya, ada pedagangnya, ada baristanya, ada coffee shop-nya, ada pecintanya. Jika kita ciptakan ekosistem yang baik, tentu akan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak pihak,” ujar Danang.

Festival ini diikuti oleh 40 tenant pengusaha kopi asal Sleman dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan panen perdana Kopi Merapi yang dijadwalkan pada 15 Juni 2025 oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, sekaligus penetapan nama Kopi Merapi.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival, mulai dari Talkshow bertema “Kopi, Kultur, dan Kolaborasi: Ekosistem yang Tak Sekedar Komunitas”, yang menghadirkan narasumber seperti Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Petani Kopi Merapi Ismu Jayono, Ketua Asosiasi Kopi Indonesia DIY-Jateng Rendy Mahardika, Coffee Researcher dan CEO Personal Roastery Tengku Ferly, serta dipandu Influencer Kopi Larka Riyanto.

Selain itu, pengunjung juga disuguhkan Manual Coffee Competition, Workshop Barista, Galeri Kopi Art, layanan Free Fresh Hair Cut, PES/Efootball Booth Activation, Community Perform, Music Performance, hingga Festival Jajanan UMKM.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Sleman Hadiri Jumpa Pers Bersama 50 Media Bahas Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih

Sleman, 4 Juni 2025 – Bertempat di Pendopo Parasamya Sleman, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M. menghadiri jumpa pers bersama 50 media untuk menyampaikan perkembangan terbaru terkait inisiatif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Tina menjelaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih saat ini telah menunjukkan progres signifikan. Beberapa kalurahan di Sleman telah ditetapkan sebagai model awal (mock up) pengembangan koperasi ini, antara lain Kalurahan Sinduadi (Kapanewon Mlati) dan Kalurahan Tamanmartani (Kapanewon Kalasan).

Dinas Koperasi Sleman, lanjut Tina, telah menjalin koordinasi erat dengan Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kabupaten Sleman guna memproses legalitas koperasi melalui pembuatan Akta Pendirian. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui anggaran Dinas Koperasi UKM memfasilitasi pembiayaan pembuatan Akta Notaris tersebut. Untuk mempercepat proses, pendampingan kelengkapan data dan dokumen juga telah dilakukan, termasuk pembukaan desk layanan pada tanggal 11 dan 12 Mei 2025.

“Target kami, seluruh Akta Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Sleman sudah selesai dan terbit pada 12 Juni 2025,” jelas Tina.

Lebih lanjut, Tina juga mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) telah mengalokasikan dana untuk 80 koperasi di seluruh Indonesia dalam program piloting Koperasi Desa Merah Putih. Di Kabupaten Sleman, dua koperasi telah ditunjuk sebagai kandidat piloting, yaitu KDMP Kalurahan Sinduadi dan KDMP Kalurahan Tamanmartani. Tim Verifikator LPDB telah melakukan kunjungan verifikasi pada minggu kedua bulan Mei 2025.

Terkait penamaan koperasi, Tina menegaskan bahwa seluruh KDMP di wilayah DIY harus mengikuti pedoman yang telah ditetapkan melalui Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 8/500.3/3580/02 Tahun 2025, sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.

“Penamaan koperasi wajib mencantumkan frasa ‘Koperasi Desa Merah Putih’ diikuti dengan nama kalurahan. Jika terdapat kalurahan dengan nama yang sama di dua kabupaten berbeda, maka wajib mencantumkan nama kapanewon juga,” terang Tina. Sebagai contoh: Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Sendangsari Kapanewon Minggir.

Jumpa pers ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui pengembangan koperasi yang inklusif, legal, dan berdaya saing.

Dinas Koperasi Sleman Gelar Sosialisasi Tahap 2 Penghargaan Nata Sembada 2025

Sleman – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Sosialisasi Tahap 2 Pelaksanaan Penghargaan Nata Sembada untuk Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Tingkat Kalurahan Tahun 2025 pada Selasa, 3 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pangripta Bappeda Sleman dan diikuti oleh sejumlah lurah serta panewu dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman.

Penghargaan Nata Sembada bertujuan untuk menilai kinerja dan inovasi Forkom UMKM di tingkat kalurahan. Tujuan utamanya adalah menciptakan Forkom UMKM yang memiliki tata kelola kelembagaan yang baik, berdaya saing, mampu berinovasi, membangun jejaring usaha, serta meningkatkan kesadaran legalitas dan persaingan usaha yang sehat.

Sasaran program ini adalah Forkom UMKM di tingkat kalurahan se-Kabupaten Sleman. Setiap kapanewon hanya diperbolehkan mengusulkan satu Forkom UMKM untuk mengikuti seleksi tahun 2025. Adapun Forkom yang telah mengikuti penghargaan tahun 2024 tidak dapat diikutsertakan kembali.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat peran Forkom UMKM dalam pembangunan wilayah.

Kepala Dinas Koperasi & UKM Sleman Hadiri Muskalsus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Tamanmartani

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., menghadiri Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus) dalam rangka pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diselenggarakan di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret dalam mewujudkan program penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi di tingkat desa. Acara ini juga turut dihadiri oleh Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Ke depan, kami berharap koperasi yang ada di wilayah Tamanmartani dapat menyediakan kebutuhan energi seperti solar, gas, dan bensin secara mandiri. Dengan demikian, warga tidak perlu bingung atau kesulitan mencari bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Gandang. Ia menambahkan bahwa kehadiran koperasi yang kuat dan mandiri akan sangat membantu stabilitas dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dra. Tina Hastani, M.M., menyampaikan bahwa prinsip utama koperasi adalah semangat gotong royong dan kekeluargaan. Menurutnya, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama.

“Koperasi saat ini sedang digiatkan di 86 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Target kami, pada tanggal 12 Juli 2025 mendatang, seluruh desa sudah memiliki Koperasi Desa Merah Putih yang aktif dan berdaya saing,” jelas Tina.

Ia juga memaparkan tiga pendekatan strategis dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Pertama, dengan membentuk koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi. Kedua, melalui revitalisasi koperasi yang sudah ada namun belum optimal dalam pengelolaan dan kegiatannya. Ketiga, dengan mengembangkan koperasi yang sudah eksis agar lebih produktif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat desa secara lebih luas.

Muskalsus ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan koperasi. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah kalurahan, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi tonggak kemandirian dan kemajuan ekonomi lokal.

Bimtek Digital Marketing Tingkat Lanjut PUPM Kalurahan Umbulharjo Cangkringan Sukses Digelar

SLEMAN – Selasa, 29 April 2025 – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing Tingkat Lanjut. Acara yang berlangsung di Pawon Merapi Umbulharjo, Cangkringan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengelola potensi desa di wilayah Kalurahan Umbulharjo.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupatem Sleman Dra. Tina Hastani, M.M. pada kesempatan ini disampaikan bahwa pentingnya saluran pemasaran secara digital yang mempunyai peluang yang sangat besar di masa sekarang, selain hal itu peluang usaha bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital para peserta dalam memasarkan produk dan jasa mereka secara lebih efektif melalui platform online. Untuk materi yang disampaikan meliputi strategi pemasaran konten, optimasi media sosial, pemanfaatan marketplace, hingga analisis data pemasaran digital.

Bapak Daru Wibowo, seorang pakar digital marketing, menyampaikan materi secara interaktif dan memberikan studi kasus serta praktik langsung yang relevan dengan tantangan dan peluang bisnis di era digital saat ini. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi mengenai implementasi strategi digital marketing dalam usaha masing-masing.
Salah satu peserta, Ibu Retno salah satu peserta UMKM dan jenis usahanya, berupa kripik dan rajut, mengungkapkan manfaat yang didapat dari bimtek ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Materi tentang membuat konten yang menarik juga sangat membantu,” ujarnya.

Bimtek Digital Marketing Tingkat Lanjut ini merupakan salah satu upaya PUPM Kalurahan Umbulharjo dalam mendukung pengembangan ekonomi digital di tingkat lokal. Diharapkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan untuk memberdayakan masyarakat dan memajukan potensi Kalurahan Umbulharjo.

Sosialisasi Perkoperasian (POKIR) Digelar untuk Kader dan PKK Kalurahan Banyuraden

SLEMAN – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perkoperasian (POKIR) yang ditujukan bagi kader dan anggota PKK dari wilayah Banyuraden, Tirtoadi, dan Sumberadi. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, pada Selasa (29/4), dan diikuti oleh sebanyak 105 peserta yang terbagi dalam tiga angkatan, masing-masing terdiri dari 35 orang.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang berperan dalam pengembangan sektor koperasi di Kabupaten Sleman. Hadir dalam kesempatan tersebut H. Suryana, A.Md., Kes., selaku Anggota DPRD Kabupaten Sleman, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perkoperasian.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Dra. Tina Hastani, M.M., juga hadir dan menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun koperasi yang kuat dan berdaya saing. Turut mendampingi, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E.

Dalam sambutannya, H. Suryana menyampaikan pentingnya peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat. “Koperasi bukan hanya sekadar wadah usaha, tapi juga media pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong,” ungkapnya.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan jiwa perkoperasian, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip dasar koperasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi pionir dalam membangun jiwa kewirausahaan yang kuat dan mampu mendorong pengembangan usaha koperasi yang berbasis kerakyatan.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta,diharapkan setelah kegiatan ini, para peserta dapat menjadi motor perubahan di lingkungannya masing-masing dalam memperkuat peran koperasi di Sleman.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia