Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

KDMP Sariharjo Diresmikan: Wujud Komitmen Masyarakat Menuju Ekonomi yang Lebih Kuat

SLEMAN — Kalurahan Sariharjo secara resmi menggelar Launching Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sekaligus Rapat Anggota yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Sariharjo pada Sabtu (15/11). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat kalurahan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., Kepala Bidang Koperasi Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E., Panewu Ngaglik yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Jawatan Kemakmuran, Lurah Sariharjo, seluruh dukuh se-Kalurahan Sariharjo, serta Ketua KDMP Sariharjo beserta jajaran pengurus dan anggota.

Dalam sambutannya, Sutiasih, menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen KDMP Sariharjo dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Apresiasi untuk KDMP Kalurahan Sariharjo, yang sudah bertekad hari ini melaunching KDMP-nya bahkan mengadakan rapat anggota juga. Luar biasa, semangatnya! Anggotanya sudah lebih dari 100 orang. Semoga nanti menyusul bapak RT, RW, Dukuh, semuanya harus bergabung beserta keluarganya dan akhirnya seluruh masyarakat. Karena kita harus mencontohi masyarakat, bukan memerintah,” ujar Sutiasih.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembentukan KDMP merupakan mandat nasional yang harus diimplementasikan oleh seluruh desa/kalurahan di Indonesia.

“Bapak/Ibu, saya mengingatkan kembali bahwa lahirnya KDMP ini atas Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang mana setiap kalurahan harus membentuk KDMP. Alhamdulillah di Sleman sudah semua, totalnya 86 KDMP,” jelasnya.

Sutiasih juga mengungkapkan komitmennya untuk selalu hadir mendampingi kegiatan peluncuran KDMP di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah saya juga sudah berjanji, kalau KDMP akan launching dan mengundang saya, saya harus hadir kecuali saya sedang tugas luar atau ada hal yang tidak bisa ditinggalkan. Saya sangat bersemangat sekali untuk menghadiri launching KDMP,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Sutiasih menegaskan kembali dukungan pemerintah dalam implementasi program KDMP sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman selalu mendampingi dan mendukung KDMP yang harus dilaksanakan, karena itu instruksi presiden. Presiden ingin memakmurkan rakyatnya melalui program KDMP,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya launching dan rapat anggota ini, KDMP Sariharjo diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam penguatan ketahanan pangan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Sleman Berprestasi! Dinkop UKM Sleman Terima Penghargaan Mitra Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan

SLEMAN – Peran aktif Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman dalam membangun ekosistem kewirausahaan kembali mendapat apresiasi pada ajang Growth Festival 2025. Dinkop UKM Kabupaten Sleman meraih Penghargaan Mitra Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan atas kontribusinya dalam memperkuat sinergi dan inovasi di bidang kewirausahaan nasional.

Acara yang mengusung tema “Connecting Minds, Methods, and Technologies to Co-Create Innovations for Global Challenges” ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII bekerja sama dengan MATRIZ, MyTRIZ, InTRIZ, dan Passage to ASEAN (P2A) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa (11/11/2025).

Kepala Dinkop UKM Sleman, Sutiasih, mengikuti prosesi Penyerahan Penghargaan Mitra. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dinkop UKM Kabupaten Sleman dalam membangun kolaborasi dan sinergi pengembangan ekosistem kewirausahaan nasional, khususnya di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui ajang ini, UII bersama mitra strategis berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring inovasi dan kewirausahaan, guna mendorong Indonesia mencapai potensi maksimal dibidang pengembangan usaha dan teknologi.

Penghargaan yang diterima Dinkop UKM Kabupaten Sleman menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan wirausaha baru, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta menciptakan ekosistem usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Semarak Selebrasi UMKM Melalui Kolaborasi Dinkop UKM Sleman dan Forkom UMKM

SLEMAN – Semangat kebersamaan dan antusiasme para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah kembali bergema di Kabupaten Sleman. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bersama Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Forkom UMKM) Kabupaten Sleman sukses menggelar rangkaian kegiatan meriah dalam rangka Peringatan Hari UMKM dan HUT Forkom UMKM ke-3 pada Kamis (6/11/2025).

Rangkaian kegiatan diawali dengan “Senam Bersama Bupati Sleman” yang berlangsung semarak di Lapangan Pemda Sleman dan dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Makwan, S.TP., M.T., mewakili Bupati Sleman. Selain itu, dilaksakan pula kegiatan “Fashion On the Street dan Parade Produk UMKM”, “Bazar UMKM”, dan “Talkshow Wirausaha bersama Rocket Chicken.”

Kepala Dinas Koperasi, UKM Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pelaku UMKM Sleman atas semangat dan peran aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Momentum ini merupakan upaya bersama dari para UMKM yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari bazar, senam massal, hingga pameran produk unggulan. Terima kasih kepada para pelaku UMKM yang luar biasa dalam yang telah menampilkan karya-karya dan inovasinya. Kabupaten Sleman sangat mendukung agar para UMKM terus berkembang, bersaing, maju, dan sejahtera,” tutur Sutiasih dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Sutiasih menegaskan pentingnya kolaborasi antara Dinas Koperasi UKM dengan Forkom UMKM baik di tingkat kabupaten, tingkat kapanewon, maupun tingkat kalurahan, sehingga UMKM dapat terus aktif dan produktif.

“Forkom UMKM harus aktif dari tingkat bawah hingga kabupaten. Insyaallah kedepan akan ada berbagai event dan lomba untuk mendorong semangat berwirausaha,” imbuhnya.

Selain kemeriahan di Lapangan Pemda Sleman, ada pula rangkaian kegiatan lainnya di lokasi berbeda yaitu “Workshop Penguatan Kapasitas dan Sinergi Forkom UMKM Kabupaten Sleman” yang berlangsung di Aula Pangripta Bappeda Sleman, serta “Pelatihan Inkubator Kewirausahaan” di Sayap Timur Rumah Dinas Bupati Sleman.

Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat sinergi antar pelaku UMKM, menampilkan kreativitas produk lokal, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, peringatan Hari UMKM dan HUT ke-3 Forkom UMKM Sleman diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemajuan dan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Sleman.

Dari Fasilitasi hingga Jejaring, Dinkop UKM Kab. Sleman Siap Tumbuhkembangkan Pelaku Usaha Kopi

SLEMAN – Semangat menumbuhkan wirausaha baru yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing terus digaungkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Wirausaha dan Pengembangan Usaha pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Merbabu Meeting Room, Prima SR Hotel & Convention, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., M.Si., menyampaikan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

“Kami, Dinas Koperasi UKM Sleman memiliki berbagai fasilitas pendukung bagi para pelaku UMKM, mulai dari pelatihan-pelatihan kewirausahaan hingga layanan konsultasi usaha melalui PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu). Kami sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau mendorong peserta agar memanfaatkan secara maksimal fasilitas yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Moment ini menjadi moment dimana panjenengan menyadari oh ternyata bisa ya dapet apa apa itu gratis, legalitas, pendampingan, bisa juga dapet penguatan modal dengan bunga ringan”, tambahannya.

Beliau juga berpesan kepada para peserta untuk memperluas jaringan komunikasi dan mengembangkan relasi usaha.

“Saya harap jangan keluar grup, karena dikemudian hari jika ada pelatihan lagi nanti akan terinfo melalui grup. Panjenengan terus jalin komunikasi dengan teman-teman yang lain, ngumpul dengan orang – orang agar panjenengan juga dapat manfaat dari ide-ide orang lain”, pesannya.

Kegiatan asprirasi ini terselenggara atas usulan Bapak Hasto Karyantoro, S.IP., selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha, khususnya disektor ekonomi kreatif. Sebanyak 90 calon pelaku usaha yang telah melalui proses verifikasi oleh tim pengusul Aspirasi mengikuti bimtek dengan antusias. Mengusung tema “Barista dan Pengembangan Usaha Kopi”, peserta dibekali pengetahuan mengenai strategi memulai bisnis kopi, manajemen usaha, serta praktik langsung dalam proses pembuatan kopi dengan berbagai teknik.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kreativitas, daya saing, serta memiliki kemampuan untuk memulai dan mengembangkan usaha kopi secara profesional dan berkelanjutan.

Bimtek ini menjadi salah satu langkah konkret Dinas Koperasi UKM Sleman dalam mendorong lahirnya wirausaha baru yang tangguh, mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi, khususnya di sektor ekonomi kreatif Kabupaten Sleman. Program ini tidak hanya memperkuat ekosistem usaha mikro, tetapi juga menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda Sleman untuk berani berwirausaha.

Jadi Inspirasi, Dinkop UKM Sleman Apresiasi KDMP di Ngaglik

SLEMAN — Upaya mewujudkan koperasi desa yang mandiri dan berdaya saing terus dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kelas Pendampingan Pasca Workshop Pengembangan Koperasi Sektor Riil yang diselenggarakan di Ruang Merbabu Prima SR Hotel & Convention, Tridadi, Sleman pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan PUPM usulan dari Kapanewon Ngaglik ini, diikuti oleh 6 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayahnya yaitu dari Sariharjo, Sukoharjo, Sardonoharjo, Sinduharjo, Donoharjo, dan Minomartani.

Kelas pendampingan dilaksanakan dalam bentuk sesi diskusi dan sharing session, dimana setiap KDMP menyampaikan perkembangan terbaru (progress report) dari hasil implementasi pasca workshop, kendala dan tantangan yang dihadapi, serta praktik baik (best practices) dalam menjalankan program pengembangan koperasi. KDMP yang telah menunjukkan kemajuan turut menjadi inspirasi bagi koperasi lain dalam mengelola unit usaha yang berbasis potensi wilayah masing-masing.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Asih Kushartati, S.TP., M.T dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KDMP Sardonoharjo.

“Kami sangat menyambut baik pasca workshop KDMP karena ada KDMP di Ngaglik, yaitu Sardonoharjo, yang sudah menindaklanjuti kerjasama dengan Hiswana untuk penyaluran LPG dan pupuk untuk petani. Jadi, kami berharap yang sudah jadi itu akan menggerakan KDMP yang lain se-Kapanewon Ngaglik”, tuturnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), yakni Cahyadi Joko Sukmono, S.IP., M.M dan Anif Hidayatullah, S.T. yang memberikan arahan teknis dan strategi pengembangan koperasi sektor riil di tingkat desa, termasuk inovasi usaha, penguatan kelembagaan, serta tata kelola keuangan. Mereka juga memberikan solusi konkret dan rekomendasi strategis, mulai dari peningkatan kapasitas manajerial hingga peluang kemitraan dengan BUMN maupun BUMD.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas kelembagaan bagi seluruh KDMP di wilayah Ngaglik, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor riil.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bersama Kapanewon Ngaglik berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi proses pendampingan berkelanjutan bagi KDMP, sehingga program pengembangan koperasi sektor riil dapat berjalan secara optimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata khususnya bagi KDMP dan untuk kepentingan masyarakat di tingkat kalurahan.

Pendamping KDMP Dituntut Memiliki Kepekaan Sosial dan Pribadi yang Tangguh

SLEMAN – Komitmen pemerintah membangun koperasi tangguh dan berdaya saing ditegaskan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Hotel Grand Keisha Yogyakarta pada Senin (27/10/2025) dengan diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas Asisten Bisnis (Business Assistant), Project Management Officer (PMO), dan unsur pendukung lain dari KDKMP se-DIY.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Asih Kushartati, S.TP., M.T. Adapun peserta dari Kabupaten Sleman sebanyak 18 peserta, terdiri atas 2 Project Management Officer (PMO), 8 Business Assistant (BA), dan 8 pendamping dari staf Bidang Koperasi yang telah ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi bagian dari program strategis nasional dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045.

Asisten Deputi Pembiayaan Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop RI, Tri Saktiyana, menekankan pentingnya penyiapan sumber daya manusia yang tangguh, profesional, dan berdaya saing, serta mendorong peserta untuk menggali potensi lokal dan mengoptimalkan digitalisasi melalui SIMKOPDES sebagai dasar penyusunan proposal bisnis koperasi. Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepekaan sosial dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Pendamping harus menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya ketika membuka acara tersebut.

Pada kesempatan ini juga diselenggarakan Penandatanganan Implementation Agreement dengan 3 Perguruan Tinggi (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM, Direktorat dan Pengabdian Masyarakat UII, dan Wakil Riset , Kerjasama, dan Sistem Informasi dan Usaha UNY ) dalam Pendampingan KDKMP dan Penyerahan hasil pendampingan inkubasi co-preneur dari 5 KDKMP terbaik di DIY.

“Kami berharap sinergi antara Kemenkop RI, Dinas Koperasi dan UKM, serta perwakilan dari Perguruan Tinggi di DIY dapat melahirkan ekosistem koperasi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing, sebagai langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya pada Penandatanganan Implementation Agreement.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping KDKMP Tahun 2025 ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang berperan mendukung pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Melalui sinergi antar instansi serta peningkatan kompetensi teknis dan sosial, KDKMP diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi rakyat yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan DIY Tri Saktiyana, Asisten Deputi Pembiayaan Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop RI Niken Wulandari, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah se-DIY dan perguruan tinggi mitra yang berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP.

Jadi Percontohan, Tulungagung Studi Lapangan ke KDMP di Sleman

SLEMAN – Komitmen Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dalam membina dan mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menarik perhatian daerah lain. Hal ini terbukti dari kunjungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung yang melaksanakan studi referensi dan studi lapang ke Sleman, Jumat (24/10/2025).

Rombongan yang berjumlah 39 peserta tersebut disambut hangat oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman, Sutiasih, S.P., M.M, di Kalurahan Tamanmartani, salah satu lokasi percontohan KDMP yang telah berjalan aktif di Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut semakin semarak dengan kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung Dr. Slamet Sunarto, M.Si, Ketua Dekopinda Tulungagung H. Nyadin, M.Ap, Ketua Dekopinda Sleman H. Sudiyo, S.Ag., M.Pd, Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata, serta Ketua KDMP Tamanmartani Mawardi.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan apresiasi atas semangat Kabupaten Tulungagung dalam memperluas wawasan dan pengalaman pembinaan koperasi. Ia juga memaparkan capaian Kabupaten Sleman yang telah memiliki tiga mock-up KDMP aktif dari empat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di Tamanmartani Kalasan, Sinduadi Melati, dan Sidomulyo Godean.

“Untuk Kabupaten Sleman ada tiga mock-up. Yang pertama di Tamanmartani, kedua di Sinduadi Melati yang kemarin menjadi pusat launching nasional oleh Bapak Presiden dan ketiga di Sidomulyo Godean. Jadi, dari empat mock-up di DIY, tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Sleman,” jelas Sutiasih.

Sutiasih juga menekankan pentingnya penguatan internal sebelum koperasi melangkah lebih jauh dalam pengembangan usaha.

“Jangan terburu-buru meminjam dana. Perbanyak dulu anggota, kelola simpanan wajib dan pokoknya. Setelah kuat didalam, baru setelah stabil bisa mulai kembangkan usaha”, pesannya.

Pada kesempatan itu, Sutiasih memberikan dorongan semangat kepada para pengurus KDMP untuk tidak menyerah dan terus menjalankan program dengan penuh komitmen, meski prosesnya membutuhkan perjuangan.

“Saya tentunya mendukung agar KDMP tetap berjalan. Walaupun harus berjuang mencari peluang yang bisa dilakukan, jangan patah semangat. Karena ini program Bapak Presiden, semangatnya tidak boleh padam. Nanti Pak Bupati juga akan bangga bila KDMP di kabupatennya dapat berjalan baik, dan kami di Dinas Koperasi tentu turut bangga apabila KDMP di wilayah kami bisa maju,” ujarnya.

Sutiasih juga mengapresiasi inisiatif Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung yang berupaya memperluas wawasan melalui kegiatan studi lapang ke Sleman, sekaligus melibatkan langsung perwakilan KDMP dari daerahnya.

“Saya salut, luar biasa! Pak Kadis Tulungagung ini sudah membawa KDMP-nya studi ke luar kota. Artinya, Tulungagung sudah siap dengan dukungan, anggaran, dan semangatnya luar biasa, saya sendiri belum sampai ke tahap itu,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman antara kedua daerah. Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman turut menunjukkan berbagai praktik baik dalam pengelolaan koperasi desa yang telah berjalan operasional dan berdaya saing.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Sleman dan Tulungagung sama-sama berkomitmen untuk terus menggerakkan koperasi yang mandiri, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tingkatkan Profesionalisme dan Daya Saing, Dinkop UKM Sleman Gelar Pelatihan SDM Koperasi Desa Merah Putih

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman terus berkomitmen memperkuat kapasitas kelembagaan serta profesionalisme pengurus koperasi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi bagi Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Angkatan II yang digelar pada 21–23 Oktober 2025 di Grand Serela Hotel Yogyakarta.

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama Dinkop UKM Sleman dengan Komisi B DPRD Kabupaten Sleman ini diikuti oleh 43 orang pengurus KDMP, 1 orang dari PMO, dan 2 orang dari BA. Pelatihan ini bertujuan membekali para pengurus koperasi dengan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang lebih luas agar mampu mengelola koperasi secara profesional, kredibel, dan berkelanjutan.

Beragam narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, diantaranya:

  • Komisi B DPRD Kabupaten Sleman yaitu Muh. Zuhdan, S.Pd., M.A.P. (Ketua Komisi B), H. Surana, S.E., Fika Chusnul K., S.H., dan Dara Ayu Suharto, S.E.
  • Ketua Dekopinda Sleman, Sudiyo, S.Ag., M.Pd.I
  • Ketua Bidang IX UMKM, Koperasi & Kewirausahaan BPD HIPMI DIY, Anjar Prihatanto Pamilih, S.Kom.
  • LPK FA Learning Center

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. yang dalam sambutannya memberikan arahan sekaligus motivasi bagi seluruh peserta. Ia menegaskan pentingnya peran aktif pengurus dalam memperkuat kelembagaan koperasi melalui peningkatan jumlah anggota dan kepercayaan masyarakat.

“Kalau anggota Koperasi Desa Merah Putih masih dibawah 100, ya kejar!. Harus ada sosialisasi karena koperasi ini harus jalan dan terus maju. Kalau semakin banyak anggota, artinya semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap KDMP,” ujar Sutiasih.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk berkolaborasi dengan pemerintah kalurahan dalam memperluas keanggotaan koperasi.

“Bapak Ibu harus berjuang, menggandeng pemerintah kalurahan untuk bersama-sama menambah anggota. Dengan demikian, koperasi akan semakin kuat dan mampu mengelola keuangannya secara mandiri,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiasih turut menyampaikan kebanggaannya atas kiprah KDMP Sleman yang kini menjadi contoh bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Karanganyar yang datang melakukan studi banding untuk belajar dari pengalaman KDMP Sleman.

Menutup sambutannya, Sutiasih berharap pelatihan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat baru bagi para pengurus koperasi.

“Semoga Bapak Ibu yang sudah semangat mengikuti kegiatan ini dapat memperoleh manfaat yang nyata, sehingga KDMP Sleman dapat terus hidup, tumbuh, dan berkembang sesuai harapan kita bersama,” pungkasnya.

Dinkop UKM Sleman Ajak KDMP Optimalkan Sumber Daya dan Lirik Usaha Bidang Jasa

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M,
menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman memberi dukungan penuh terhadap penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan amanat dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Kami selalu mensupport, memberikan semangat, mengadakan pelatihan-pelatihan kepada pengurus KDMP. Saya menghitung sudah ada 10 kali kami adakan pelatihan. Intinya, bahwa program KDMP ini adalah programnya Bapak Presiden melalui Inpres yang setiap kalurahan harus membentuk. Itu yang harus kita sukseskan,” ujar Sutiasih.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya ketika menghadiri kegiatan On The Job Training dalam rangka kunjungan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Karanganyar dan KDMP se-Kabupaten Karanganyar, bertempat di KDMP Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean pada Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang pembelajaran dan berbagi pengalaman antar pengurus koperasi desa, khususnya dalam upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiasih juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan dari Kabupaten Karanganyar, juga mendorong agar setiap KDMP dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memulai kegiatan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kalau bisa, gunakan dana yang ada dulu, dengan memperbanyak anggota, simpanan wajib dan simpanan pokoknya dikelola. Kemudian cari rekanan atau mitra yang bisa konsinyasi, titip barang. Yang penting jalan dulu sedikit-sedikit sambil mencari peluang apa yang ada di kalurahan itu,” imbuhnya.

Selain berfokus pada sektor perdagangan, Sutiasih juga mengajak KDMP untuk melirik peluang usaha di bidang jasa, seperti menjadi agen pos, mengembangkan jasa wisata, dan menggali potensi lokal lainnya yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Tidak hanya jual-beli, tetapi jasa juga bisa. Apa yang belum tergarap, itu yang digarap lebih lanjut untuk mendatangkan wisata lokal. Jadi harus tetap jalan, apa adanya, sebisanya, yang penting warungnya hidup dan punya pemasukan,” tuturnya menutup sambutan.

Keterlibatan UMKM Diperluas dalam Progam MBG, 2 SPPG di Sleman Jadi Pilot Project

SLEMAN – Dalam rangka perluasan keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kementerian UMKM bersama sejumlah pemangku kepentingan utama lainnya menyelenggarakan pilot project keempat, Perluasan Keterlibatan Peran UMKM dalam Program MBG di D.I. Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini, dua SPPG di Sleman dideklarasikan oleh Kementerian UMKM sebagai “SPPG Ramah UMKM”, yaitu SPPG Sleman Mlati Tlogoadi 2 dan SPPG Sleman Berbah Sendangtirto. Selain itu, SPPG Kota Yogyakarta Umbulharjo Pandean juga turut menjadi SPPG Ramah UMKM.

Kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Potong Ayam (RPA) Janu Putra Sejahtera dan SPPG Sleman Mlati Tlogoadi 2 pada Senin (20/10/2025) ini, dihadiri oleh Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, S.Sos., M.M., yang menyampaikan pentingnya sinergi dengan UMKM dalam menjaga rantai pasok pangan nasional.

“Makan bergizi gratis bukan hanya menyasar penerima manfaat seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan peserta didik, tetapi juga harus menjaga rantai pasok makanan. Kehadiran UMKM menjadi bentuk nyata upaya memelihara rantai pasok agar program makan bergizi gratis berjalan lancar, aman, dan membawa kita menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.

Penetapan SPPG Ramah UMKM menjadi simbol komitmen pemerintah dalam melibatkan UMKM secara lebih luas dalam program nasional MBG. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi lokal, tetapi juga bagian penting dalam memastikan keberlanjutan dan kualitas penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Pusat, Pemda DIY dan Pemkab Sleman. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Agung Armawanta, M.T., mewakili Bupati Sleman, didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M.

Rangkaian kegiatan meliputi peninjauan Rumah Potong Ayam (RPA) sebagai penyedia bahan baku MBG, peninjauan Dapur SPPG Sleman Mlati Tlogoadi 2, serta prosesi pelekatan dan penyerahan stiker “SPPG Ramah UMKM” oleh Kementerian UMKM RI.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia