Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Dinkop UKM Sleman Dorong Penguatan UMKM Melalui Kolaborasi Dengan Ritel Modern

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Super Indo Community Fest Dari Rasa Jadi Karya yang diselenggarakan oleh Super Indo dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-28 pada Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di Atrium Rama, Sleman City Hall.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi komunitas dan pelaku UMKM untuk berinovasi dalam menciptakan produk makanan sehat, kreatif, dan bernilai ekonomi. Lebih dari 200 peserta hadir dalam acara tersebut yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan produk lokal dan kolaborasi antara ritel modern dan UMKM.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

“Harapan saya, acara ini tidak hanya sekadar pembagian hadiah atau hiburan, tetapi juga ada manfaat yang diambil untuk para UMKM. Masukan dari Super Indo mengenai peningkatan kualitas produk, baik dari rasa, kemasan, maupun promosi, akan menjadi bahan pembinaan bagi kami di Dinas Koperasi UKM. Produk-produk yang sudah masuk di Super Indo nanti akan kami bantu untuk terus dipasarkan agar semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutiasih menegaskan bahwa Dinas Koperasi UKM Sleman mendorong agar ritel modern juga mengambil peran dalam pengembangan UMKM melalui kemitraan strategis.

“Super Indo punya peranan penting dalam menaikkan kelas UMKM. Kami berharap ada peran CSR dari Super Indo untuk membina mereka melalui pelatihan atau bimbingan teknis sehingga pelaku usaha kecil ini mendapatkan ilmu baru dan mampu berkembang sesuai harapan pasar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi UKM Sleman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.

Dinkop UKM Sleman Sambut Baik Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Langkah Nyata Penguatan Ekonomi Desa

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menyambut baik peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih (KDMP) pada 5 Kalurahan di Kabupaten Sleman, pada Jumat (17/10/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara serentak di 800 titik di Indonesia ini terpusat di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dan dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Menteri Desa. Lokasi lainnya terhubung secara langsung melalui video conference, termasuk di Kabupaten Sleman.

Di Kabupaten Sleman, seremoni peletakan batu pertama secara resmi dilakukan oleh Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti, S.T., dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Sutiasih, S.P., M.M., bertempat di Pasar Cokro Kembang, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan.

Program nasional ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat di tingkat daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas kesempatan bagi pelaku usaha mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Kehadiran Bupati Sleman dan jajarannya, menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap penguatan koperasi di tingkat desa. Melalui langkah ini, koperasi dapat dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi warga desa yang berorientasi pada pemberdayaan.

Dengan dimulainya pembangunan Gedung KDMP di Sleman, diharapkan ke depan koperasi desa dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi kerakyatan nasional.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Sleman, Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Kepala Bidang Koperasi Dinkop UKM Sleman,
Lurah Wukirsari beserta Pamong, Para Dukuh Kalurahan Wukirsari, Pengawas, Pengurus, anggota KDMP Kalurahan Wukirsari, serta Ketua BPKaI Wukirsari.

Dinkop UKM Sleman Berkomitmen Dukung dan Kembangkan KDMP

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi bagi Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Hotel Grand Serela Yogyakarta.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 14 hingga 16 Oktober 2025 ini, merupakan pelatihan Angkatan I yang diikuti oleh 43 peserta dari unsur pengurus KDMP di 8 Kapanewon yaitu Seyegan, Mlati, Turi, Tempel, Moyudan, Gamping, Godean, dan Minggir. Para peserta terbagi dalam dua kelas yakni Kelas A dan Kelas B.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pengurus koperasi dalam menjalankan usahanya serta menyiapkan Sumber Daya Manusia Koperasi, khususnya Pengurus yang profesional dan kredibel dalam pengelolaan koperasi. Selain itu, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memenuhi dan mensosialisasikan regulasi pemerintah yang berlaku terkait perkoperasian.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, menyampaikan bahwa Satuan Tugas KDMP di tingkat kabupaten telah terbentuk, dengan Bupati Sleman sebagai ketua, Sekretaris Daerah sebagai wakil ketua, dan dirinya selaku Sekretaris. Pembentukan satgas ini menjadi bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan program KDMP di wilayahnya.

“Satgas KDMP ditingkat Kabupaten merupakan upaya penguatan yang menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menjadikan program KDMP terus berkembang dan tidak stagnan. Kami punya harapan besar agar Kabupaten Sleman bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Sutiasih.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam menciptakan tata kelola koperasi yang lebih profesional dan berdampak langsung bagi kemajuan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Dengan kapasitas pengurus yang terus ditingkatkan, koperasi di Kabupaten Sleman diyakini mampu berperan lebih besar dalam pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dinkop UKM Tumbuh Kembangkan Pelaku Usaha Mikro Lewat Bimtek

SLEMAN – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan PT. Bahana UMKM Berkah Sejahtera menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Wirausaha dan Pengembangan Usaha Mikro pada Kamis (9/10/2025) . Kegiatan aspirasi ini dilaksanakan di Pendopo AM Village, Pakembinangun, Pakem, dan diikuti oleh 60 calon pelaku usaha yang telah melalui proses verifikasi oleh tim pengusul aspirasi.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Asih Kushartati, S.TP., M.T., mengharapkan bimtek ini dapat mendorong para calon pelaku usaha untuk menjadi pelaku usaha mikro yang tangguh.

“Dengan Bimtek Penumbuhan Wirausaha dan Pengembangan Usaha Mikro ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih baik dan efisien, sehingga mampu menjadi pengusaha mikro yang tangguh,” ungkapnya ketika menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya semangat dan keberlanjutan dalam berwirausaha, serta perlunya memaksimalkan kegiatan bimtek, selain menjadi ajang pembelajaran juga menjadi wadah membangun jejaring antar pelaku usaha.

Dalam bimtek ini, peserta memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan usaha mikro, mulai dari strategi manajerial, pengembangan jejaring bisnis, inovasi usaha, hingga penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik kewirausahaan.

Harapannya, para calon pelaku usaha mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing, serta memiliki kemampuan untuk memulai dan mengembangkan usaha secara profesional dan berkelanjutan. Dengan demikian, program Bimtek ini menjadi salah satu langkah konkret Dinas Koperasi UKM Sleman dalam menumbuhkan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Sleman.

KDMP Sardonoharjo Luncurkan Gerai Sembako, Dinkop UKM Acungi Jempol

SLEMAN – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan anggota koperasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sardonoharjo resmi meluncurkan Gerai Sembako pada Rabu (8/10/2025) bertempat di Pencarsari, Sardonoharjo, Ngaglik.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M yang sekaligus memberikan sambutan dan apresiasi atas inisiatif koperasi di tingkat desa ini.

Dalam sambutannya, Sutiasih menyampaikan rasa bangganya terhadap langkah maju Koperasi Desa Merah Putih Sardonoharjo.

“Saya sangat senang dan bangga dengan Koperasi Merah Putih yang sudah menggunakan lambang Koperasi Merah Putih. Ini luar biasa, saya apresiasi dengan dibukanya gerai ini. Walaupun baru satu gerai, saya acungi jempol kepada Kalurahan Sardonoharjo dan Bapak Lurah yang telah memberikan dukungan dan fasilitas. Masyarakat harus percaya karena ini sejalan dengan instruksi Bapak Presiden bahwa setiap kalurahan perlu membentuk Koperasi Desa Merah Putih,” ungkapnya.

Beliau juga berharap agar gerakan serupa dapat segera diikuti oleh kalurahan lainnya di Kabupaten Sleman. “Semangat luar biasa, saya pantau Sardonoharjo. Semoga semakin berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa lain,” imbuhnya.

Peluncuran gerai sembako ini menjadi simbol nyata semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan jumlah anggota mencapai 101 orang, koperasi ini diharapkan dapat terus memperkuat perekonomian lokal dan memberikan manfaat langsung bagi warga Kalurahan Sardonoharjo. Selain itu, diharapkan juga pelayanan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat eksistensi koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain:

  1. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M
  2. Kepala Bidang Koperasi, Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E
  3. Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro, S.I.P., MPA
  4. Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, S.E
  5. Dukuh se-Kalurahan Sardonoharjo
  6. Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Sardonoharjo

Jamin Produk Aman dan Berkualitas, Dinkop UKM Sleman Dukung UMKM Lewat Bimtek Keamanan Pangan

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan LPK Trilogika Edutama Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan Fasilitasi Uji Laboratorium bertempat di Puri Mataram Sleman pada Rabu-Kamis, (8-9/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pentingnya keamanan pangan serta memfasilitasi uji laboratorium Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Bimtek ini merupakan kegiatan PUPM inisasi dari Kapanewon Sleman, dan diikuti oleh 25 peserta pelaku UMKM dari wilayah Sleman. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. hadir sebagai narasumber, sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam penyampaiannya, Sutiasih menekankan pentingnya pelaku UMKM untuk memahami keamanan pangan agar produk yang dihasilkan layak konsumsi dan memiliki daya saing yang tinggi di pasaran.

“Dinas Koperasi UKM memfasilitasi Bapak/Ibu semua agar dapat meningkatkan kualitas produk, terutama dalam aspek keamanan pangan. Kami bekerja sama dengan LPK Trilogika dan Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi uji laboratorium produk yang nantinya menjadi syarat penerbitan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)” ujarnya.

Beliau menuturkan bahwa uji laboratorium dilakukan oleh Dinas Kesehatan, namun biayanya difasilitasi oleh Dinas Koperasi UKM Sleman. Harapannya, UMKM yang menjadi peserta dapat memahami prosedur keamanan pangan, memperoleh izin PIRT, dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

“Produk yang sudah memiliki izin PIRT akan lebih mudah bersaing, dapat masuk ke supermarket maupun rumah makan besar. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa kesuksesan bagi Bapak/Ibu semua,” tambah Sutiasih.

Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi UKM Sleman berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM, sehingga produk lokal dapat tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dinkop UKM Sleman Siap Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan

SLEMAN – Kementerian UMKM RI menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas UMKM dengan tema “Operasi Tertata, Kontrak Terlindungi dan Keuangan Terpercaya: Fondasi UMKM Naik Kelas”, bertempat di Hotel Rich, Sleman, Yogyakarta pada Selasa (7/10/2025). Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman terlibat langsung sebagai moderator, serta berperan memberikan pendampingan lanjutan kepada peserta, khususnya yang berasal dari wilayah Kabupaten Sleman.

Workshop tersebut dibuka bersamaan dengan kegiatan “Entrepreneur Hub Finance Syariah”, dimana Kementerian UMKM memberikan piagam penghargaan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, selaku kolaborator Entrepreneur Hub Finance Syariah. Penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha, Ginda P. Siregar.

Sutiasih menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Kementerian UMKM dan siap memberikan pendampingan lanjutan kepada UMKM Sleman sehingga usahanya dapat tumbuh dan berkelanjutan.

Workshop ini diikuti oleh 30 pengusaha UMKM dan wirausaha di DIY yang sebagian diantaranya berasal dari wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan kapasitas usaha agar UMKM dapat tumbuh dan berkelanjutan, melalui pembekalan manajemen bisnis/usaha, manajemen kontrak, serta laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Dengan pendampingan lanjutan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Sleman, diharapkan para pelaku UMKM dapat memperkuat fondasi usahanya sehingga mampu naik kelas dan berkontribusi secara optimal dalam perekonomian nasional.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Kewirausahaan, Siti Azizah, yang mengikuti secara daring, Kepala Dinas Koperasi UKM DIY, Agus Mulyono, dan Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop UKM Sleman, Sri Wahyuni Budiningsing, S.E., M.Si., yang bertugas sebagai moderator.

Dinkop UKM Sleman Targetkan Pembangun Gedung PLUT-KUKM Tuntas Pada November 2025

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman bersama instansi terkait melaksanakan kunjungan lapangan ke gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (PLUT KUKM), di Sendangagung, Minggir, pada Senin (06/11). Pembangunan gedung tersebut ditargetkan selesai pada November 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kejaksaan RI dan melibatkan pihak terkait di jajaran Pemkab Sleman, bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung PLUT-KUKM tahap kedua, agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Tim pendamping Kejaksaan RI memastikan pembangunan gedung PLUT-KUKM tepat mutu, tepat guna, dan tepat waktu, sehingga dapat selesai sesuai target dan memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Harapannya, gedung PLUT-KUKM mampu memberikan fasilitas terbaik kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Kabupaten Sleman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Makwan, S.TP., M.T., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., Kasi Intelijen Kejari Sleman Murti Ari Wibowo, S.H., Kasi PTUN Kejari Sleman Terry Endro Arie Wibowo, S.H., Kabag Adpem Setda Sleman, Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si, Kabag PBJ Setda Sleman, Widodo, A.P., M.T., PPK beserta Tim Teknis Pembangunan Gedung PLUT-KUKM, Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas, dan Perencana Pembangunan.

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Dinkop UKM Sleman Fasilitasi Uji Lab dan PIRT

SLEMAN — Dalam upaya meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku UMKM, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan Fasilitasi Uji Laboratorium, bekerja sama dengan PT Mawardi Institute. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 6–7 Oktober 2025 bertempat di Sego Wader dan Bebek Goreng Omah Jowo Kalasan, dan diikuti oleh 25 pelaku UMKM PUPM dari Kapanewon Kalasan.

Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., turut hadir sekaligus memberikan pengarahan dan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya legalitas dan keamanan produk sebagai bentuk perlindungan konsumen serta peningkatan daya saing UMKM.

“Untuk meningkatkan kapasitas juga produknya supaya ada izinnya, nanti akan difasilitasi oleh Dinas Koperasi UKM. Semoga Bapak/Ibu semuanya lebih semangat setelah pelatihan ini. Produk yang memiliki izin PIRT dan label halal akan lebih dipercaya oleh konsumen, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar global,” ujarnya.

Sutiasih juga menekankan bahwa label halal bukan hanya kebutuhan religius, tetapi juga menjadi standar internasional dalam menjamin keamanan dan kualitas produk. “Di negara-negara seperti Cina, Amerika pun, label halal kini sangat diperhatikan karena memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk tersebut aman,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, peserta menerima materi penyuluhan terkait keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Sleman, serta pendampingan teknis dari PT Mawardi Institute. Kegiatan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM terkait standar keamanan pangan
  • Memberikan fasilitas uji laboratorium gratis
  • Memfasilitasi penerbitan Sertifikat PIRT bagi produk UMKM

⁠Hasil yang Diperoleh Peserta:

  • Fasilitasi uji laboratorium untuk produk pangan
  • Sertifikat PIRT
  • Pengetahuan dan pemahaman tentang keamanan pangan dan pentingnya sertifikasi halal

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM Sleman untuk lebih siap menghadapi tantangan pasar, baik nasional maupun internasional, dengan produk yang lebih aman, berkualitas, dan legal secara hukum.

Dinkop UKM Sleman Dorong Koperasi Desa Merah Putih Menjadi Role Model Nasional

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sharing Session sekaligus pembentukan Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda DIY pada Kamis, 2 Oktober 2025, bertempat di Rumah Makan Mertamu Palagan, Sleman.

Acara tersebut diikuti oleh 86 peserta yang merupakan perwakilan dari Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Selain Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman, hadir pula sebagai narasumber AKP Bagus Marhaditomo, S.IP., Panit 5 Subdit 2 Dit Intelkam Polda DIY, serta Yoyok Hery Wahyono, pengusaha sukses sekaligus Owner Spesial Sambal (SS), yang memberikan motivasi dan berbagi pengalaman dalam bidang kewirausahaan.

Dalam forum tersebut, secara resmi dibentuk Forum Komunikasi KDMP Kabupaten Sleman (Forkom KDMP) dengan susunan kepengurusan sebagai berikut:

  • Ketua: Mawardi
  • Sekretaris: Sigit Tri Wibowo
  • Bendahara: Kliwon Suherman
  • Koordinator Wilayah Barat: Sutarmono
  • Koordinator Wilayah Tengah: Aditya Noor
  • Koordinator Wilayah Timur: Siswantoro
    Dalam sambutannya, Sutiasih memberikan semangat dan arahan kepada para peserta untuk terus mengembangkan koperasi meski di tengah berbagai keterbatasan.
    “Bapak Ibu, pokoknya harus tetap semangat dan berusaha menjalankan gerainya, walaupun kondisinya masih seadanya,” ungkap Sutiasih.

Ia juga menegaskan komitmen Dinas Koperasi dan UKM Sleman dalam memberikan dukungan kepada koperasi-koperasi yang tergabung dalam KDMP.

“Kami dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman siap memfasilitasi dan menjembatani Bapak Ibu semua jika menemui kendala ataupun kesulitan dalam menjalankan koperasi,” lanjutnya.

Sutiasih menambahkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan nasional dalam pengembangan KDMP, mengingat tingginya antusiasme daerah lain yang melakukan studi banding ke Sleman.

“Sleman harus bisa menjadi contoh. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Studi tiru bisa kita kemas menjadi wisata KDMP. Selain menimba ilmu, kita juga dapat mempromosikan potensi lokal di Sleman,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, turut diperkenalkan 8 Business Assistant (BA) KDMP yang ditugaskan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Para pendamping ini berasal dari masyarakat Sleman dan akan memberikan asistensi teknis kepada koperasi, mencakup:

  • Pendaftaran koperasi ke dalam sistem SIMKOPDES
  • Penyusunan rencana bisnis
  • Pendampingan administrasi perizinan
  • Penyusunan proposal usaha
    Setiap Business Assistant akan mendampingi antara 8 hingga 12 koperasi dan melaporkan perkembangan secara berkala kepada Dinas Koperasi Kabupaten/Kota.

Dengan terbentuknya Forkom KDMP dan sinergi antara pemerintah daerah serta masyarakat, Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih. Tidak hanya sebagai pusat edukasi koperasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif yang mampu mengangkat potensi lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia