Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Dinas Koperasi dan UKM Sleman Mendukung Transformasi Digital Dari Tantangan Ke Peluang

SLEMAN – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M didampingi oleh Dewi Pratika Damayanti, S.E., M.E (Kepala Bidang Koperasi), ikut serta dalam Forum Diskusi “Dari Tantangan ke Peluang: Digitalisasi Koperasi dan Talenta Masa Depan” yang diselenggarakan oleh BPSDM Kominfo Yogyakarta pada Sabtu, 27 September 2025 di Gedung Transformasi Digital Sekolah Tinggi Teknologi Multi Media Cakti (STTMC) Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem koperasi melalui inovasi digital.

Forum Diskusi ini bertujuan untuk menjadi ruang kolaborasi dan berbagi wawasan antara para pemangku kepentingan, praktisi koperasi, akademisi, dan pemerhati digitalisasi. Dalam kesempatan tersebut, berbagai ide, gagasan, dan pengalaman terkait digitalisasi koperasi dan pengembangan talenta masa depan dibahas secara komprehensif. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi strategis dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi sekaligus membuka peluang baru bagi kemajuan koperasi di Indonesia.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku koperasi dalam menghadapi tantangan digitalisasi sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan talenta masa depan disektor koperasi.

Sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, beliau berperan aktif dalam mendukung program transformasi digital yang diinisiasi pemerintah, khususnya dalam penguatan kapasitas dan daya saing koperasi ditingkat daerah. Kehadiran beliau dalam forum ini juga memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mempercepat adaptasi teknologi digital demi meningkatkan kualitas layanan dan pemberdayaan anggota koperasi.

Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Dinas Koperasi dan UKM Sleman berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan koperasi demi peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha.

Acara yang diselenggarakan oleh BPSDM Kominfo Yogyakarta ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendorong perkembangan koperasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing diera digital.

Dorong Penguatan Ekosistem Koperasi Digital, Dinas Koperasi Sleman Dukung Sosialisasi Penyusunan Proposal Bisnis SIMKOPDES

SLEMAN – Dalam rangka mendukung keberlanjutan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini memasuki Fase II, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri kegiatan Sosialisasi Penyusunan Proposal Bisnis melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia bertempat di Theater Room Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, Jalan Magelang Km 6, Mlati, Sleman, Yogyakarta, pada hari Sabtu, 27 September 2025.

Sebanyak 86 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Sosialisasi Penyusunan Proposal Bisnis melalui platform SIMKOPDES yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi RI, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Bank BNI Wilayah DIY.

Dibuka secara resmi oleh Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Bapak Riza Azmi serta turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Koperasi, UKM DIY, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, serta perwakilan dari Bank BNI wilayah DIY.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong koperasi desa agar lebih siap dan terstruktur dalam mengajukan proposal bisnis yang layak, sekaligus mendukung percepatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.

Fokus Fase II KDKMP: Digitalisasi, Kemitraan, dan Akses Pembiayaan
Program KDKMP kini memasuki Fase II yang menitikberatkan pada operasionalisasi dan pengembangan koperasi melalui pendekatan strategis, termasuk digitalisasi, kemitraan usaha, serta perluasan akses pembiayaan. Untuk mendukung keberhasilan fase ini, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan.

Dalam kegiatan ini, para pengurus KDMP diberikan pemahaman teknis mengenai proses pendaftaran akun dan pengisian data proposal bisnis melalui website resmi SIMKOPDES di merahputih.kop.id. Selain itu, pihak Bank BNI juga memberikan penjelasan terkait proposal bisnis, pengajuan kemitraan dan mekanisme pembiayaan yang dapat diakses oleh koperasi melalui platform tersebut.

Melalui sosialisasi ini, semoga menjadi langkah awal yang krusial dalam mendukung koperasi desa agar mampu menyusun proposal bisnis yang layak dan mendapatkan akses dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun sektor swasta. Selain itu, juga diharapkan seluruh KDMP di Sleman mampu mengoptimalkan akses terhadap pembiayaan dan memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal diera digital.

Dinkop UKM Sleman Berkomitmen Berdayakan UMKM Melalui Raperda

SLEMAN – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman bersama Pansus I DPRD Sleman membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Usaha Mikro di Ruang Komisi B Lantai 2 pada Kamis (25/09/2025). Rapat ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam memberdayakan pelaku UMKM agar semakin naik kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P.,M.M menyampaikan optimisme dan kesiapan untuk mengimplementasikan regulasi ini secara maksimal.

“Alhamdulillah, Raperda ini hampir selesai setelah mendapatkan koreksi dari provinsi. Kami di Dinas yang membidangi UMKM berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pemerintah dan masyarakat, terutama dalam hal perlindungan dan pemberdayaan usaha mikro,” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa implementasi Raperda akan difokuskan pada berbagai layanan penting berbasis digital, termasuk pendaftaran usaha secara daring, sertifikasi halal, izin edar, dan Standar Mutu Indonesia (SMI). Selain itu, Dinas juga mendorong kebijakan afirmatif berupa:

  • Alokasi minimal 10% ruang promosi di area komersial untuk produk usaha mikro
  • Alokasi minimal 40% belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah dari usaha mikro lokal

“Artinya, kita berpihak kepada usaha mikro agar mereka bisa bertahan dan berkembang. Pemerintah ikut membantu dengan cara berbelanja kepada mereka,” jelasnya.

Dalam hal strategi pemberdayaan, Dinas Koperasi dan UKM Sleman juga akan fokus pada pengembangan produk unggulan disetiap kalurahan. Pendampingan akan dilakukan agar produk lokal bisa menjadi representasi kekuatan ekonomi di tingkat kabupaten.

“Kita tahu setiap kalurahan pasti punya produk unggulan. Ini akan kita dampingi agar bisa naik kelas dan menjadi kebanggaan Sleman,” tegasnya.

Dukungan terhadap aktivitas perdagangan masyarakat juga akan diperkuat melalui promosi yang lebih luas, memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produknya.

Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas SDM UMKM juga menjadi prioritas utama. Pemerintah akan menggencarkan pelatihan dibidang digitalisasi, pemasaran, dan kemasan produk agar UMKM Sleman siap bersaing diera modern.

“Pelaku UMKM adalah kunci kemajuan. Mereka harus terus berinovasi, mengikuti perkembangan zaman, dan kita akan mendampingi dengan pelatihan-pelatihan yang tepat,” tutupnya.

Dengan adanya Raperda ini, diharapkan pemberdayaan usaha mikro di Sleman dapat berjalan lebih terstruktur, terukur, dan berdampak luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Dorong Koperasi Tingkatkan Sinergi dan Taat Regulasi, Dinkop UKM Sleman Gelar Workshop Sehari

SLEMAN – 24 September 2025 – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman mengadakan workshop bertajuk “Membangun Kantor Cabang Koperasi yang Taat Regulasi dan Siap Berkembang”. Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan pengelola koperasi yang memiliki kantor jaringan pelayanan, seperti kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Sleman.


Workshop berlangsung di The Alana Hotel and Convention Center dengan menghadirkan narasumber Bapak Ir. Teguh Budiyanta yang menyampaikan materi terkait kepatuhan terhadap regulasi dan pengembangan jaringan pelayanan koperasi. Sesi tanya jawab pun dilaksanakan guna memberikan ruang diskusi yang lebih mendalam bagi para peserta. Acara ini dimoderatori oleh Fauzan Wida, Duta Koperasi Kabupaten Sleman.


Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memperkuat sinergi antara Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dengan seluruh kantor jaringan pelayanan koperasi di wilayah Kabupaten Sleman. Selain itu, workshop ini menjadi langkah krusial untuk memastikan koperasi-koperasi tersebut segera menyesuaikan diri dengan perizinan dan regulasi yang berlaku, sehingga kualitas layanan kepada anggota koperasi di Kabupaten Sleman dapat terus meningkat dan berkelanjutan.


Melalui workshop ini, kami berharap koperasi-koperasi di Sleman dapat semakin taat regulasi dan memiliki jaringan pelayanan yang handal serta siap untuk berkembang demi kesejahteraan anggota dan masyarakat luas. Workshop ini menjadi salah satu upaya Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dalam mendukung perkembangan koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat yang kuat dan berkelanjutan.

Kadiskop UKM Sleman Tekankan Pemanfaatan Hasil Pertanian Untuk Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

SLEMAN – (23/09/2025) – Sektor pertanian memegang peranan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi masyarakat, terutama dengan memanfaatkan hasil pertanian sebagai peluang untuk memulai usaha baru. Pemanfaatan hasil pertanian yang maksimal tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan nilai produk dan pendapatan masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P.,M.M., menyatakan bahwa produk pertanian lokal memiliki potensi usaha yang sangat besar jika diolah dengan cara kreatif. Dalam penyampaiannya, beliau menguraikan pengalamannya dalam mengolah jahe dan serai menjadi minuman yang siap untuk dikonsumsi.

“Produk pertanian jika dimanfaatkan dapat menambah nilai jual menjadi lebih tinggi. Saya sudah menjalankan usaha ini yaitu menjual minuman yang terbuat dari jahe serai. Setiap dua minggu, saya menjual jahe serai. Ditingkat petani, harga jahe sekitar Rp3.000 s.d. Rp4.000. Dipasar, jenis jahe yang harum biasanya dihargai sekitar Rp25.000/kg untuk yang kecil atau mencapai Rp 35.000 /kg untuk yang besar. Sebagian besar pasokan jahe tersebut berasal dari Pacitan. Ini merupakan peluang untuk menanam jahe di Sleman karena banyak orang yang memerlukan bahan-bahan tersebut. Dengan mengolah jahe ditambah satu s.d. dua batang serai yang dihaluskan, ditambah gula, saya sudah bisa menjual minuman seharga Rp8.000. Ditempat lain, harganya bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000. Ini merupakan salah satu cara pengolahan produk pertanian yang sederhana,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan ketika menjadi narasumber pada Workshop Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Rangka Mewujudkan Ketangguhan Ekonomi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 24 September 2025 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman yang diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari perwakilan BUMDes, KUD, serta paguyuban petani dari berbagai wilayah di Sleman.

Selain menekankan pentingnya pemanfaatan hasil pertanian yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat, beliau juga menekankan bahwa peluang tersebut masih tersedia luas, khususnya untuk produk yang berbasis bahan lokal.

Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah awal dalam menciptakan peluang usaha yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, memperluas jaringan pemasaran produk, sehingga mampu bersaing dalam pengembangan produk pertanian yang memiliki nilai tambah.

Dinkop UKM Sleman Dukung Penguatan Ekosistem Kewirausahaan di DIY

SLEMAN – Kementerian UMKM RI menyelenggarakan kegiatan Entrepeneur Hub yang mengangkat tema “Peningkatan Ekosistem Bisnis Wirausaha” di The Rich Hotel Yogyakarta pada Selasa-Rabu, 23-24 September 2025. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman berperan dalam memberikan rekomendasi dan menyebarluaskan informasi kepada UMKM di Kabupaten Sleman untuk mengikuti kurasi dan terlibat dalam kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Dinkop UKM Sleman untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di DIY.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M. berharap kegiatan tersebut dapat membawa UMKM menjadi semakin berkembang dan naik kelas. “Saya berharap, melalui kegiatan ini, UMKM di DIY, terutama di Kabupaten Sleman, akan semakin berkembang, dapat naik kelas, serta berkontribusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di tingkat nasional”.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, serta perwakilan dari UGM, UPN, UNY, UII, wirausahawan muda, dan pelaku usaha UMKM yang beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi bagi Pengurus KSPSS/USPPS

SLEMAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi bagi Pengurus KSPSS/USPPS. Acara ini berlangsung di Crystal Lotus Hotel pada Senin, 22 September 2025, hingga Kamis, 25 September 2025, dan dihadiri oleh 25 orang yang berasal dari pengurus KSP/USP di wilayah Kabupaten Sleman.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pengurus koperasi, sehingga mereka mampu mengelola usaha koperasi secara profesional, kredibel, dan sesuai ketentuan peraturan pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya semangat belajar di era digital.

“Bapak Ibu nanti ke depan semua harus era digital, harus mengikuti perkembangan zaman. Walau panjenengan sudah berumur, harus ada semangat belajar. Usianya mungkin sudah lewat 50, tapi semangatnya harus jiwa muda. InsyaAllah kalau ada semangat belajar, Bapak Ibu tidak akan ketinggalan. Nanti kalau memeriksa administrasi pakai sistem akan lebih mudah, sudah tidak pakai kertas-kertas lagi,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan pengurus KSP/USP tidak hanya memiliki keterampilan praktis dalam pengelolaan administrasi, namun juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pemenuhan ketentuan pemerintah bahwa pengelola atau pengurus KSP/USP, baik konvensional maupun syariah, wajib memiliki sertifikat standar kompetensi dari lembaga sertifikasi profesi berlisensi.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan koperasi di Kabupaten Sleman dapat tumbuh sebagai lembaga yang sehat, tangguh, dan akuntabel, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.

Kadiskop UKM Sleman Hadiri Pendidikan dan Pelatihan Dasar Perkoperasian (DIKLATSARKOP) ke-84 UIN Suka

SLEMAN — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Dasar Perkoperasian (DIKLATSARKOP) ke-84 yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Jumat, 19 September 2025. Acara berlangsung di Ruang Teatrikal Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiasih memberikan arahan, pengetahuan, dan pembekalan kepada para peserta terkait dasar-dasar perkoperasian serta peran strategis koperasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Kehadirannya diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk aktif dan inovatif dalam gerakan koperasi.

Temu Kemitraan UMKM 2025 “Membangun Sinergitas antara Mitra”

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Temu Kemitraan UMKM 2025 dengan mengusung tema “Membangun Sinergitas antara Mitra”. Acara ini berlangsung di Prima SR Hotel & Convention pada Rabu (17/9), dan dihadiri oleh 28 mitra dari berbagai sektor serta 72 pelaku UMKM potensial di wilayah Sleman.

Para mitra yang hadir berasal dari sektor pusat oleh-oleh, rumah sakit, tempat rekreasi, swalayan, hotel, perguruan tinggi, BUMN, dan sektor lainnya. Sementara para pelaku UMKM merupakan usaha-usaha lokal terpilih yang memiliki potensi untuk berkembang dan berkolaborasi dalam jaringan kemitraan yang lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sutiasih, S.P., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun perekonomian daerah secara berkelanjutan.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun perekonomian daerah. Peran serta masyarakat dan UMKM sangat penting untuk bersama-sama meraih kesuksesan dalam meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sleman,” ungkap Sutiasih.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat jaringan kerja sama antara UMKM dan mitra besar melalui ruang dialog, networking, dan business matching. Fokus utama dari pertemuan ini adalah menciptakan hubungan yang saling menguntungkan serta membuka peluang kerja sama dalam hal pemasaran, penyediaan produk dan jasa, serta kemitraan strategis lainnya.

Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi langsung antara pelaku UMKM dengan mitra dari sektor industri, jasa, hingga pendidikan. Diharapkan, dari hasil pertemuan ini akan terbentuk jejaring bisnis yang berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Dinas Koperasi & UKM Sleman menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi penguatan ekosistem UMKM, melalui program-program yang mendukung peningkatan kapasitas, akses pasar, serta kolaborasi dengan berbagai pihak strategis.

Penghargaan Nata Sembada kepada Forum Komunikasi (Forkom) UMKM tingkat kalurahan

SLEMAN — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Penghargaan Nata Sembada kepada Forum Komunikasi (Forkom) UMKM tingkat kalurahan, sebagai bentuk apresiasi dan upaya pemberdayaan lembaga UMKM di wilayah Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 17 September 2025, bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Ke-42, bertempat di Lapangan Pemda Sleman.

Penghargaan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang telah dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2025, dengan melalui beberapa tahap, yakni sosialisasi, penilaian, penentuan pemenang, dan penyerahan penghargaan. Sebanyak 17 Forkom UMKM kalurahan yang telah ditunjuk oleh masing-masing Kapanewon mengikuti proses penilaian tersebut.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya misi keempat, yaitu mewujudkan keadilan sosial ekonomi melalui sektor pertanian, UMKM, pariwisata, serta sektor ekonomi inklusif dan kreatif.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan Forum Komunikasi UMKM di tingkat kalurahan semakin berdaya saing, inovatif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Berikut daftar penerima Penghargaan Nata Sembada Tahun 2025:

  • Juara I: Forkom UMKM Kalurahan Nogotirto, Gamping
  • Juara II: Forkom UMKM Kalurahan Girikerto, Turi
  • Juara III: Forkom UMKM Kalurahan Tamanmartani, Kalasan
  • Juara Harapan I: Forkom UMKM Kalurahan Trimulyo, Sleman
  • Juara Harapan II: Forkom UMKM Kalurahan Margoagung, Seyegan
  • Juara Harapan III: Forkom UMKM Kalurahan Minomartani, Ngaglik
  • Kategori Forkom UMKM Bertumbuh: Forkom UMKM Kalurahan Sumberrejo, Tempel

Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas Forkom UMKM Kalurahan yang tersebar di wilayah Sleman sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia