Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Alur Proses Pendirian dan Pengesahan Akta Pendirian Koperasi Secara Online

Dasar hukum :

  1. Undang-undang RI Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian
  2. Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
  3. Peraturan menteri Hukum dan HAM RI nomor 14 Tahun 2019 Tentang Pengesahan Koperasi

Syarat :

  1. Nama koperasi minimal 3 kata setelah jenis koperasi
  2. Daftar hadir rapat pendirian koperasi
  3. Berita acara rapat pendirian, termasuk pemberi kuasa untuk mengajukan permohonan pengesahan
  4. Surat bukti penyetoran modal, sekurang-kurangnya sebesar Simpanan Pokok serta dapat ditambah Simpanan Wajib dan Hibah
  5. Rencana kerja koperasi
  6. Administrasi dan pembukuan
  7. Rencana kerja sekurang-kurangnya 3 tahun
  8. Nama dan riwayat hidup calon pengelola
  9. Daftar sarana kerja
  10. Sertifikat DSN MUI bagi koperasi berbasis syariah

Alur Proses Pendirian dan Pengesahan Akta Pendirian Koperasi Secara Online Melalui SABH Kemenkumham.

  1. Penyuluhan Perkoperasian oleh Kementerian dan/atau Dinas yang membidangi koperasi
  2. Rapat pendirian koperasi dihadiri oleh para pendiri (minimal 9 orang), kementerian dan/atau dinas yang menbidangi koperasi atau notaris
  3. Pendiri menyerahkan berita acara rapat pendirian dan kelengkapan dokumen kepada notaris
  4. Notaris mengunggah berita acara dan kelengkapan berkas pendirian melalui SABH
  5. Dokumen diproses dan disahkan oleh Kemenkumhan
  6. Notaris mencetak SK pengesahan akta pendirian koperasi
  7. Notaris menyerahkan SK pengesahan akta pendirian koperasi kepada pendiri
  8. Pemerintah mengumumkan SK dalam berita negara RI dan Koperasi mengumumkan dalam berita negara tambahan.

Bersiap Naik Kelas, 4 UMKM Peroleh Dana Penguatan Modal

SLEMAN – Sebanyak empat orang pengelola UKM di Kabupaten Sleman memperoleh Dana Penguatan Modal (DPM) Bidang Usaha Mikro. Hal itu ditandai dengan proses pencairan DPM yang dilaksanakan pada Senin (29/5) di Ruang Rapat IIIA Lantai 3 BKAD Kabupaten Sleman.

Adapun keempat orang pengelola UKM penerima DPM itu meliputi UKM dari Hargobinangun, Sidokarto, Sendangarum, dan Sendangsari dengan nilai rekomendasi seluruhnya mencapai Rp 87 juta.

Read More

50 Pelaku UMKM Sidorejo dan Sumbersari Peroleh Bimtek Kemasan Produk

Sebanyak 50 orang pelaku UMKM dari seluruh wilayah Kalurahan Sidorejo, Godean dan Kalurahan Sumbersari, Moyudan mengikuti Bimtek Kemasan Produk di The Atrium Hotel and Resort, pada Senin (29/5/2023). Mereka adalah para peserta yang telah terseleksi sesuai dengan kriteria Bimtek Kemasan Produk

Adapun dalam kegiatan tersebut, turut hadir sebagai narasumber antara lain, Panewu Godean, Panewu Moyudan, Balai Pengolahan Teknologi Tepat Guna (BPTGG) Disperindag DIY, Tim Satoe Asa (Konsultan Bisnis), dan Surya Ardalisa (Photography).

Mereka membagikan tips, trik, hingga pengetahuan-pengatahuan baru, antara lain pengenalan kemasan produk, jenis-jenis kemasan produk, dan tata cara membuat kemasan yang baik. Selain itu, para peserta juga mendapatkan materi fotografi yang meliputi pengenalan foto produk dan teknik fotografi. Selanjutnya, para peserta juga memperlajari seluk-beluk label, bagaimana cara mendesain logo dan kemasan serta tips dan trik menggunakan platform canva untuk desain grafis sederhana.

Read More

Inilah Top 20 Finalis Duta Koperasi Sleman 2023

Sebanyak 20 orang finalis Duta Koperasi Sleman 2023 telah terpilih. Mereka merupakan para insan muda yang telah lolos melewati serangkaian tes seleksi yang digelar beberapa waktu lalu. Yakni mulai dari tahap pemberkasan, penugasan pembuatan video promosi koperasi, tes tertulis, dan tes wawancara. Kini mereka akan melanjutkan proses selanjutnya dalam rangkaian acara Pemilihan Duta Koperasi Sleman 2023. Salah satunya yakni mengikuti kegiatan Welcoming Finalis atau pembekalan yang akan digelar pada Sabtu, 27 Mei 2023 pukul 07.30 WIB di Ruang Praja 1, Sekretariat Daerah Sleman

Read More

25 Pelaku UMKM Sleman Ikuti Bimtek Perijinan Usaha Angkatan 2

SLEMAN – Sebanyak 25 orang pelaku UMKM dari seluruh wilayah Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan bimbingan teknis perijinan usaha mikro angkatan 2 yang digelar di Hotel Prima SR pada Senin (22/5) dan Selasa (23/5). Para peserta ini merupakan para pelaku UMKM yang sudah terseleksi sesuai dengan kriteria Bimtek Perijinan Berusaha.

Dalam kegaiatan tersebut, para peserta memperoleh materi sosialisasi yang disampaikan oleh sejumlah narasumber. Dengan target agar para peserta mengetahui bagaimana cara memperoleh izin atau legalitas usaha, serta akses izin usaha berupa NIB RBA, SLHS, PIRT, Halal, dan HAKI.

Adapun para narasumber itu, meliputi Kepala Dinas KUKM Sleman, R Haris Martapa; Kepala Bidang Usaha Mikro KUKM Sleman, Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Kepala Dinas kesehatan Sleman, Kepala Balai Besar POM Sleman, PLUT Sleman, Halal Center UIN Sunan Kalijaga, serta narasumber dari UMKM Bananania, Sofyani Mirah.

Secara rinci, dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas KUKM Sleman menyampaikan materi tentang bagaimana memanfaatkan peluang usaha yang ada. Yakni dengan berbagai upaya kreatif dalam membidik produk menarik serta target market yang potensial. Selain itu, dirinya juga memberikan materi motivasi agar semangat para pelaku usaha UMKM kian tumbuh sehingga mampu menjawab berbagai tantangan kekinian.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Mikro KUKM Sleman Christiana Rini P, menyampaikan berbagai program pemerintah yang terkait dengan pemberdayaan UMKM. Berbagai program dan fasilitasi itu diberikan oleh pemerintah dalam rangka mendukung target menjadikan UMKM Naik Kelas.

Selanjutnya narasumebr dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyampaikan materi tentang tata cara, syarat dan mekanisme pengajuan PKP, PIRT, dan SLHS. Kemudian narasumber dari Hala Center UIN Sunan Kalijaga menyampaikan materi tentang tata cara, syarat, dan mekanisme pengajuan halal. Materi tersebut diperkaya pula dengan materi mekanisme pembuatan NIB melalui OSS RBA yang disampaikan pemateri dari PLUT KUKM Sleman. Adapun narasumber dari Kanwil Kemenkumham DIY menitikberatkan pada materi tentang pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi UMKM, serta bagaimana mekanisme pendaftaran HAKI. Sementara materi dari BPOM DIY, memberikan penekanan pada tema penggunaan bahan tambahan pangan, dan teknologi proses pengolahan pangan. Selanjutnya materi yang disampaikan dalam bimtek selama dua hari tersebut kemudian ditutup dengan paparan dari Owner Bananania Sofyani Mirah dengan materi kiat sukses menjadi UMKM handal dengan perijinan lengkap. (*)

Ratusan UMKM Hadiri Kopdar Sobat PLUT KUKM Sleman

SLEMAN – Komunitas Sobat PLUT Sleman yang merupakan binaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman mengadakan Kopdar sekaligus halal bi halal pada Minggu 21 Mei 2023 di halaman parkir depan PLUT Sleman.

Acara ini diikuti oleh sekitar 200 UMKM anggota sobat PLUT yang berasal dari seluruh kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.

Acara ini dihadiri pula oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, R Haris Martapa.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemkab Sleman sangat mendukung perkembangan UMKM Sleman melalui Dinas KUKM Sleman. Yakni dengan upaya membentuk PLUT Sleman sejak Oktober 2019 lalu.

Layanan PLUT ini bisa diakses secara cuma-cuma tanpa biaya apa pun oleh seluruh warga Sleman. Harapannya, hal ini bisa membantu dalam meningkatkan produksi, kinerja pemasaran, peningkatan SDM, serta membantu pelaku UMKM dalam mengakses berbagai fasilitasi yang diberikan oleh pemerintah.

Adapun, kegiatan Kopdar PLUT ini dimeriahkan acara Senam Sleman Bangkit, Fun games, Layanan Donor Darah, Service kendaraan dan pembagian doorprise bagi para peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturahim dan menguatkan jejaring UMKM yang tergabung dalam Sobat PLUT Sleman. (*)

HUT KE 107 Kabupaten Sleman : Nyawiji Lan Murakabi

SLEMAN – Kabupaten Sleman menggelar acara peringatan hari jadi ke-107 di Lapangan Denggung, Sleman pada Senin, 15 Mei 2023 kemarin. Peringatan hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman ini mengangkat tema ‘Nyawiji lan Murakabi’.

Tema tersebut bermakna menyatukan berbagai macam perbedaan, persepsi, maupun beragam pandangan untuk menuju satu titik bermanfaat bagi semuanya.

“Jadi dengan momentum hari jadi ini supaya penyelenggara pemerintahan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi semua,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aji Wulantara yang juga Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi ke-107 Kabupaten Sleman, Rabu (10/5/2023).

Menurut Aji, melalui tema tersebut seperti sindiran. Ketika penyelenggara pemerintah melakukan sesuatu bukan hanya yang menguntungkan bagi birokasi semata.

Tetapi juga harus memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ada kemiskinan, stunting maupun persoalan ketertinggalan pendidikan.

Semua persoalan ditangani bersama demi membangun Sleman sembada.

Tanggal hari jadi Kabupaten Sleman disepakati tanggal 15 Mei 1916. Tanggal tersebut dipilih dari sejarah kembalinya Sleman sebagai Kabupaten dari yang sebelumnya distrik.

Di hari jadi tahun 2023 ini juga telah diluncurkan logo melambangkan angka 107 yang dihiasi dengan beragam elemen.

Mulai dari motif batik, motif tiga gelombang, dan elemen warna. Di bagian angka 107 bertengger burung Punglor.

Burung Punglor ini menyimbolkan satwa identitas dari Kabupaten Sleman.

Kemudian angka nol digambarkan seperti orang berjabat tangan yang menyimbolkan bahwa hari jadi dijadikan sebagai momentum untuk mengosongkan keinginan pribadi dan bersama-sama membangun Sleman sembada.

“(Logo) satu, kosong, dan tujuh ini menjadi sebuah simbol filosofi. Ketika kita bisa mengosongkan hati dan pikiran kita yang berbeda menjadi satu, maka akan mencapai pada tujuan yang luar biasa,” kata Aji.

Logo hari jadi ke-107 juga tergambar motif batik khas Sleman yakni Batik Sinom Parijotho Salak. Motif tersebut terinspirasi dari kekayaan alam di Kabupaten Sleman. Sinom merupakan daun salak yang masih muda. Sementara Parijotho merupakan tanaman khas di lereng Gunung Merapi.

Adapun motif tiga gelombang biru, menggambarkan tiga sungai di Sleman yakni Kali Krasak, Kali Kuning, dan Kali Opak.

Muatan warna yang digunakan ialah merah yang bermakna keberanian, hitam bermakna keabadian, biru tua berarti kesetiaan, biru muda berarti cita-cita, kuning berarti keluhuran, kuning emas berarti keemasan atau kejayaan, dan hijau bermakna kemakmuran.

Hari Jadi Bersama

Tema Nyawiji lan Murakabi untuk memperingati hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman ini akan dijabarkan ke dalam 29 kegiatan.

Mulai dari kegiatan yang hadir di tengah-tengah masyarakat seperti memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis, donor darah hingga memberikan bantuan bagi keluarga miskin.

Kemudian ada kegiatan lomba permainan tradisional. Ada juga kegiatan yang bersifat melestarikan nilai dasar yang ada.

“Jadi misalnya nanti kita akan ada malam tirakatan,” kata Aji.

Malam tirakatan digelar pada Minggu 14 Mei 2023 malam di Pendopo Parasamya. Sebelum itu, rangkaian kegiatan hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman juga diisi dengan doa syukur dari lintas agama.

Lalu di tanggal 15 Mei 2023, pukul 12.00 WIB, akan diselenggarakan upacara Bedhol Projo. Yaitu upacara perpindahan pusat pemerintahan dari Pendopo Ambarukmo menuju ke Beran, Tridadi.

Aji mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman untuk bersama-sama memeriahkan peringatan hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman dengan berekspresi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Sebab, hari jadi Kabupaten Sleman dianggap menjadi hari jadi untuk semua.

“Pada hakekatnya hari jadi Kabupaten Sleman ini menjadi hari jadi kita semua. Termasuk hari jadinya masyarakat Sleman sehingga di hari jadi ini masyarakat Sleman juga boleh melakukan ekspresi-ekspresi terkait potensi yang dimiliki,” kata dia. (*)

Sumber : Tribun Jogja

4 Hari Pasar Lebaran 2023 Bukukan Omzet Rp 228 Juta Lebih

SLEMAN – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sukses menggelar acara Pasar Lebaran 2023 yang dilaksanakan di Lapangan Pemda Sleman, pada 12 hingga 15 April 2023. Acara bertema ‘Bangga Berlebaran dengan Borong Bareng Produk Sleman’ itu tercatat berhasil membukukan omset hingga lebih dari Rp 228,63 juta. Angka tersebut bisa saja bertambah, mengingat pencatatan masih terus dilakukan saat acara penutupan pada Sabtu sore.

Terkait hal itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pun menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman sebagai pihak penyelenggara. Menurut dia, hal ini merupakan bukti dari peran Pemda Sleman dalam rangka mendorong geliat pelaku usaha di Sleman. Yakni melalui berbagai upaya pendampingan, pemasaran, dan penyediaan tempat-tempat untuk menjajakan produk-produk unggulan UMKM Sleman.

“Antusiasme masyarakat sungguh membanggakan, semoga omsetnya terus bertambah,” katanya saat acara penutupan angkaian acara Pasar Lebaran 2023.

Namun demikian dirinya mengingatkan agar para pelaku usaha UMKM di Sleman bisa terus berinovasi. Baik itu dalam hal inovasi produk, maupun inovasi strategi pemasaran utamanya di bidang digital. Ia melihat pentingnya upaya adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang berkembang sedemikian pesat. Di Sleman sendiri, langkah itu sudah dilakukan. Tak hanya dalam hal pemasaran, namun juga dalam hal pembayaran semisal penggunaan QRIS. Ini memberikan kemudahan dan keamanan transaksi keuangan secara digital.

Dirinya juga berpesan kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman agar bisa memanfaatkan momen lebaran ini sebaik-baiknya. Satu di antaranya yakni menjalin kerjasama atau membangun kemitraan dengan obyek-obyek wisata maupun hotel-hotel. Tempat-tempat strategis itu, bisa dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempromosikan hingga menjual produk-produk UMKM di Sleman.

“Saya ingin lebaran ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang dapat THR saja, namun juga bisa dirasakan oleh para pelaku usaha UMKM di Sleman,” tandasnya.

Adapun dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, R Haris Martapa menyebutkan bahwa rata-rata peserta Pasar Lebaran 2023 ini merupakan UMKM yang berada di level 2, dan sebagian lainnya merupakan UMKM di level 3. Kategorisasi tersebut merupakan tahapan-tahapan yang dibuat sebagai kriteria UMKM naik kelas. Mereka berasal dari UMKM kategori produk fesyen, kuliner baik itu kuliner basah atau kering, serta flora.

Selain pemasaran produk, pihaknya juga menyediakan penjualan sembako murah yang didukung oleh Bulog, PSM, Gapoktan, serta Saliman Group. Penjualan sembako murah ini dilakukan dengan pembagian 1000 voucher dengan subsidi sebesar Rp 5 ribu untuk setiap vouchernya. Hasilnya, dalam dua hari penjualan sembako murah, tercatat telah terjadi transaksi sebesar Rp 62 juta.

Ada juga pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar kompleks Pemda Sleman. Total ada 443 paket sembako yang dibagikan kepada warga di 9 padukuhan.

Sebagai informasi, kegiatan Pasar Lebaran 2023 ini merupakan acara yang digelar setiap tahun menjelang lebaran oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman. Acara ini dimeriahkan pula dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya perlombaan, pembagian takjil, tausyiah, live music, school performance, ramadan ride, workshop hingga kegiatan pendampingan dari PLUT KUKM Sleman. Di tahun 2023 ini, acara Pasar Lebaran berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 12 April hingga 15 April 2023. (*)

Puluhan Pelaku Usaha Meriahkan Bazar Ramadan UMKM di Balecatur

SLEMAN – Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) bersama Forum Komunikasi UMKM Kalurahan (Forkal) dan Karang Taruna Kalurahan Balecatur Gamping, Sleman menggelar Bazar Ramadan yang diikuti 36 pelaku UMKM di Kalurahan Balecatur. Bazar Ramadan tersebut, berlangsung selama 20 hari, mulai dari 23 Maret 2023 hingga 16 April 2023.

Menariknya, tak hanya sekadar bazar produk UMKM saja, event ini juga menjadi ajang edukasi dengan adanya fasilitasi NIB RBA, Sertifikat Halal Gratis serta Konsultasi UMKM dari PLUT KUKM Sleman. Selain itu ada juga berbagai macam acara lomba, dari lomba mewarnai hingga kompetisi musik hadrah.

Terkait hal itu, Lurah Balecatur Andri Septiyanto mengatakan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk UMKM di wilayahnya kepada masyarakat.

“Kita punya budaya ngabuburit, maka bisa ngabuburit ke bazar ramadhan dan ini akan lebih mengenalkan UMKM kepada masyarakat,” katanya.

Senada, sekretaris BUMDes sekaligus panitia kegiatan Edy Santoso, menilai bahwa bulan ramadan ini merupakan peluang bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya. Hal itu terjadi lantaran pada saat ramadan dan menjelang lebaran, maka kebutuhan masyarakat pun meningkat. Oleh sebab itu, sudah seharusnya para pelaku usaha ini cerdik dalam membidik peluang itu, sehingga bisa memberikan keuntungan yang maksimal. (*)

Bupati Sleman Ingatkan Pentingnya Menjaga Kualitas Produk UMKM

SLEMAN – Pasar Lebaran Sleman kembali digelar pada tahun 2023. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi jajaran Forkopimda, membuka kegiatan yang berlangsung di area lapangan Pemda Sleman hari ini, Rabu (12/4/2023).

Pasar Lebaran Sleman dapat dikunjungi masyarakat mulai dari 12-15 April 2023 pada pukul 08.00-18.00 WIB.

Bupati Kustini Sri Purnomo menyampaikan, digelarnya Pasar Lebaran Sleman menjadi ajang positif untuk mengisi jelang Hari Raya Idul Fitri.

Tak hanya menjadi rekomendasi pusat takjil di Sleman, Pasar Lebaran Sleman juga disebut Bupati menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mendorong penggunaan produk lokal Sleman dan nglarisi pelaku UMKM.

Dengan dibukanya Pasar Lebaran Sleman, Bupati mengajak seluruh masyarakat terutama ASN di lingkup Kabupaten Sleman untuk berbelanja di area Lapangan Pemda tersebut.

Bupati berharap, dengan dukungan semua pihak, UMKM di Kabupaten dapat semakin berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

“Kegiatan positif ini harus kita dukung bersama. Maka dari itu, monggo kita ramaikan pasar Lebaran Sleman yang ada sampai di hari Sabtu besok, silakan diborong dan dilarisi. Mari kita dukung UMKM Sleman bersama-sama,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab hanya dengan kualitas yang terjaga dengan baik, maka pelanggan tidak akan segan untuk kembali membeli produk dikemudian hari.

“Saya mengharapkan kepada para pelaku UMKM di Sleman untuk selalu menjaga ketersediaan dan kualitas produknya. Konsumen akan percaya dan menggunakan produk UMKM jika produksinya lancar dan kualitasnya bagus,” tambah Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, R Haris Martapa, melaporkan bahwa pasar Lebaran Sleman 2023 mengangkat tema “Bangga Berlebaran dengan Borong Bareng Produk Sleman Untuk Nyawiji lan Murakabi, Sesarengan mBangun Sleman”.

Dengan melibatkan 115 peserta yang terdiri dari UMKM dan Koperasi, kegiatan tahunan itu memiliki tujuan untuk menggeliatkan kembali UMKM Sleman di masa pasca pandemi.

“Di Pasar Lebaran Sleman kami juga memiliki sembako murah. Sehingga masyarakat bisa membeli beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan produk olahan ayam dengan harga terjangkau,” kata Haris.

Di samping itu, acara Pasar Lebaran Sleman juga membagikan sebanyak 443 paket sembako bagi keluarga kurang mampu yang berada di sekitar lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pada momen pembukaan, Bupati Kustini sekaligus menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada 8 perwakilan penerima yang hadir.

Pasar Lebaran Sleman menyuguhkan berbagai stan menarik, mulai dari stan kuliner, stan fashion, stan flora,hampers hingga layanan konsultasi UMKM.

Tak hanya itu, juga terdapat berbagai lomba, penampilan hiburan, dan pelatihan kerajinan yang bisa diikuti masyarakat. Dan pada momen jelang berbuka puasa, masyarakat juga bisa menikmati tausyiah dan takjil gratis di Pasar Lebaran Sleman. (Sleman/toeb)

Sumber : Info Publik

Pilih Bidang Sesuai dengan yang Dikehendaki
WeCreativez WhatsApp Support
admin
Sekretariat
Tidak Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Admin PLUT Sleman
PLUT Sleman
Tidak Tersedia